
Akhirnya mobil Topan sudah berada di peternakan kambing yang ada di kampung jauh dari tempat tinggal Topan, benar saja Hilman dan Topan di suguhkan dengan pemandangan yang asri dan segar khas perkampungan yang jauh dari kata polusi.
"Topan lihat apa itu kambingnya" ucap Hilman.
"Mungkin tapi kenapa kambingnya di lepas apa mereka gak takut kalau kambingnya kabur" ucap Topan.
"Gak mungkin mau kabur kemana kambing itu" ucap Hilman.
"Ayo tuan kita kesana sekarang" sahut pak supir.
Mereka berjalan kearah dimana kambing kambing itu berada, walau pun Hilman dan Topan adalah seorang Ceo dan pewaris tunggal dari keluarganya yang kaya raya tapi mereka tak merasa jijik saat mereka berada dengan kambing yang sangat banyak dan terbilang bau bahkan kotorannya pun sempat terinjak tapi mereka tak menghiraukannya.
"Aku akan ambil kambing yang itu, lihat kambingnya besar pan" ucap Hilman sambil menunjuk kambing yang paling besar.
"Jangan yang itu saja" ucap Topan menunjuk kambing yang sudah cukup tua.
"Seleramu tak bagus tuan Topan" ucap Hilman meledek.
"Seleraku sangat bagus Hilman cuman aku tak akan memberi taukannya padamu" ucap Topan.
"Iya iya aku percaya padamu".
Hahaha
Mereka tertawa bersama layaknya seorang teman, karena mereka lama bersama jadi merasa seperti saudara sendiri bahkan mereka pun tak merasa risih jika berbicara bisnis bahkan sampai membicarakan berkas penting di perusahaannya.
Sedangkan pak supir sedang berbincang dengan pemilik kambing untuk membelinya sebanyak empat ekor dan ingin sekalian di antar ke kediaman Topan.
Setelah selesai membeli kambing Topan dan Hilman pulang ke kediaman rumah Lynda dalam perjalanan Topan selalu saja menatap layar ponselnya dan sesekali Topan pun mengirimkan pesan.
Topan berfikir untuk mencari tau tentang Hilman, karena setelah lama mereka tinggal Topan tak tau bagaimana kehidupan Hilman dan siapa orang tua Hilman.
" Hilman maaf aku bertanya, apa nama kepanjanganmu" tanya Topan.
"Hilman Argantara" ucap Hilman tak merasa curiga pada pertanyaan Topan.
"Oh maaf aku bertanya begitu" ucap Topan.
"Tak apa topan".
Topan mencari nomor Rudi yang selalu menbantunya siapa tau dia juga bisa membantu menyelidiki kehidupan Hilman.
[Rud cari tau tentang Hilman Argantara] pesan Topan pada Rudi.
**
TIGA HARI KEMUDIAN.
acara Aqiqah akan di adakan hari ini dan di kediaman Lynda sudah di penuhi denga tetangga tetangganya yang ikut rewang membantu acara tersebut.
Hilman yang harusnya sekarang bekerja dia memilih cuti karena akan melakukan acara Aqiqah untuk putrinya sama hal nya dengan Topan dia terpaksa harus cuti karena harus tetap berada di rumah.
Topan saat ini sedang berada di kamarnya dia berniat akan membuka pesan dari Rudi yang sudah di kirim dua hari yang lalu namun karena Topan sedang sibuk jadi dia tak ada waktu untuk membukanya.
Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk membukanya, namun saat Topan hendak membacanya Hilman datang memanggil Topan karena butuh bantuan.
" pan bisa kebawah bantu aku menurunkan barang" ucap Hilman dari ambang pintu.
Dengan terpaksa Topan mengiyakan ucapan Hilman dan ikut dengan Hilman turun kebawah tapi Topan lupa untuk mematikan ponselnya bahkan data seluler di ponselnya pun Topan lupa mematikannya.
-
Karena keadaan rumah sangat ramai Nita dan Sarah memutuskan untuk ke kamar Nita karena di bawah sangat berisik jadi Aziya dan Alena tak bisa tidur.
"Sarah ke kamar aku saja yu, disini berisik" ucap Nita.
"Ayo Nit, ajak juga Rayhan biar Asih yang bawa ke atas Nit" ucap Sarah.
"Asih bawa Rayhan keatas" sahut Nita pada Asih yang sedang mengasuh Rayhan.
Alena dan Aziya di tidurkan di atas kasur Nita yang ukurannya big Size karena Nita tidur berempat jadi dia harus punya kasur yang besar.
Drtt.
__ADS_1
Drtt
Ponsel Topan sedari tadi bergetar karena ada panggilan telpon, sedangkan Nita sedang menidurkan Rayhan karena Asih keluar untuk membuatkan susu.
"Nita ponsel Topan sedari tadi bunyi terus" ucap Sarah.
"Bisakah kau membukanya Sarah aku sedang memomong Rayhan" ucap Nita.
"Baiklah biar aku lihat" ucap Sarah.
Sarah mengambil ponsel Topan ada Foto Nita dan Rayhan sebagai walpafernya, namun kening Sarah mengerut saat Sarah melihat pesan dari Rudi tentang "Hilman Argantara".
Sarah membawa setiap pesan itu dan Sarah tak menyangka kalau Hilman ternyata orang kaya.
Isi pesan dari Rudi.
[ tuan aku sudah menyelidiki tentang Hilman Argantara ternyata dia adalah pewaris tunggal dari orang taunya yang bernama Muraf Argantara, sudah di pastikan Hilman adalah Ceo dari perusahaan Argantara Group yang sekarang sedang melambung di kalangan para perusahaan yang lain, tapi hal yang paling mengejutkan tuan, Hilman ternyata pernah menjadi seorang asisten pribadi Pak Anjasmara bahkan perusahaan Anjasmara pun berkembang karena adanya Hilman yang turun tangan di permasalah itu sedangkan Hilman menggerakan anak buahnya untuk mengurus perusahaanya, hanya itu informasi yang aku tau Tuan] pesan Rudi.
Sarah tak bisa berkutik saat membaca pesan itu karena Sarah tak menyangka kalau Hilman ternyata pemilik perusahaan Argantara Group yang sekarang sedang melambung di kalangan perusahaan lain.
" ku kira cupu ternyata suhu" gumam Sarah.
"Siapa Sarah" sahut Nita yang sedari tadi tak di jawab oleh Sarah karena Sarah fokus menatap layar ponsel Topan.
"Hah maaf Nita, tak ada hanya dari Zahra" ucap Sarah.
"Zahra tolong kirim pesan pada Zahra kalau mas Topan tak akan masuk kerja" ucap Nita.
"Baik Nita aku akan kirim pesan".
Sarah masih tak menyangka pada kenyataan itu, dahulu Sarah sering sekali merendahkan Hilman bahkan sampai sampai Sarah juga pernah menghina Hilman.
Dan yang lebih parahnya lagi Sarah pernah meminta pada Hilman untuk menjadi suami kontraknya dan Sarah akan memberikan uang yang di minta oleh Hilman.
" kalau begini aku harus apa, nantinya bukan aku yang mengontrak Hilman justru Hilmanlah yang akan mengontrakku sebagai istrinya, bahkan harta yang Ayah punya pun tak akan sebanding dengan punya Hilman" batin Sarah.
"Kau kenapa Sarah" tanya Nita bingung karena sekarang Sarah banyak diam.
"Hah tidak Nita aku hanya capek saja" ucap Sarah gugup.
"Nita bisa kan titip Alena sebentar aku akan bertemu dengan Hilman sebentar" ucap Sarah.
"Baiklah tapi tolong panggilkan Asih untuk datang kesini" pinta Nita.
"Iya Nita aku akan panggilkan" saat Sarah hendak pergi dia menghentikan langkahnya.
"Nita bolehkan aku bicara sesuatu pada Topan tapi hanya berdua saja" tanya Sarah karena tak mau Nita merasa salah paham padanya.
Nita mengerutkan alisnya.
"Bicara apa" tanya Nita penuh selidik.
"Bicara tentang perusahaan Nita, aku harap kau tak menganggapku yang tidak tidak" ucap Sarah.
"Iya silahkan Sarah aku percaya padamu" ucap Nita sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan segera kembali" ucap Sarah.
Sarah turun kelantai bawah, Sarah juga membawa ponsel Topan sebagai buktinya nanti, pertama tama dia mencari Asih untuk menjaga Alena di kamar bersama Nita, Sarah mencari Asih ke dapur ternyata Asih sedang membantu ibu ibu di dapur yang sedang memasak.
"Asih tolong jaga Alena di kamar Nita aku ada perlu sebentar" sahut Sarah pada Asih.
"Baik Nyonya".
" ingat cuci dulu tanganmu jangan sampai Alena kenapa napa karena kamu belum cuci tangan" ucap Sarah.
"Baik Nyonya saya cuci tangan dulu" ucap Asih.
"Baiklah terima kasih Asih".
Sarah berjalan keluar rumah Lynda mencari keberadaan Topan yang saat ini sedang menurunkan barang dari mobil.
Sarah langsung mendekati Topan.
__ADS_1
"Topan bisakah kita bicara berdua" tanya Sarah.
"Bicara saja Sarah aku sedang sibuk" ucap Topan dengan keringat yang membasahi wajah tampannya.
"Aku mau bicara berdua bisakan" tanya Sarah.
"Baiklah kita kesana" ucap Topan menunjuk halaman belakang rumah Lynda.
Namun percakapan itu di lihat oleh Hilman dan Hilman pun berinisiatif untuk mengikuti Sarah dan Topan, Bukan apa apa Hilman hanya penasaran saja karena biasanya Sarah Dan Topan akan bicara depan orang lain tapi sekarang mereka bicara hanya berdua.
Hilman bersembunyi di balik dinding yang tak jauh dari tempat Sarah dan Topan berdiri bahkan Hilman juga bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka.
"Apa yang akan kau katakan Sarah" tanya Topan.
"Hilman Argantara" ucap Sarah.
Topan dan Hilman yang mendengar hal itu langsung mengerutkan alisnya bahkan Hilman yang sedari tadi bersembunyi dia terkejut karena Sarah memanggil namanya, dia takut kalau Sarah tau dia sedang mengintip mereka.
"Ada apa dengan Hilman" tanya Topan yang membuat Hilman bisa bernafas lega.
"Syukurlah aku gak ketauan" batin Hilman.
"Aku lihat di ponselmu pesan dari Rudi dan kalian sedang membicarakan Hilman" ucap Sarah.
"Emangnya Rudi bilang apa" tanya Topan karena tadi dia tak sempat membacanya.
"Kau lihat saja" ucap Sarah sambil menyodorkan ponsel milik Topan.
Topan sangat terkejut membaca pesan itu,
"Benar dugaanku Hilman bukan orang sembarangan" ucap Topan.
"Kenapa kau mencari tau tentang Hilman, Topan" tanya Sarah.
"Aku merasa curiga padanya Sarah, gerak geriknya bicaranya dia seperti orang berwibawa kau tau itu kan, dan yang paling aku curigai adalah dia punya anak buah" ucap Topan.
"Dan kau baru tau sekarang" tanya Sarah.
"Iya aku tau sekarang dari Rudi" ucap Topan.
"Apa Rudimu itu bisa di percayai" tanya Sarah.
"Seratus persen karena dia pencari informasi yang sangat baik dan teliti aku percaya penuh padanya" ucap Topan.
"Oh my god matilah aku" ucap Sarah.
"Kau kenapa" tanya Topan karena melihat Sarah ketakutan.
"Apa kau percaya Topan, aku sudah meminta Hilman untuk menjadi suami kontrakku" ucap Sarah.
"Lantas".
" iya dan di dalam surat kontraknya aku mengisi kalau Hilman boleh meminta apa saja dan aku akan mengabulkan permintaannya, termasuk uang seberapa pun dia minta aku akan memberikannya" ucap Sarah.
"Apa kau tak sedang bercanda denganku Sarah" tanya Topan.
"Untuk apa aku bercanda, Topan aku takut kalau Hilman minta yang macam macam padaku mengingat harta punya Hilman dan punyaku pun lebih banyak punya Hilman, dan yang paling penting kau juga di bawahnya" ucap Sarah meledek Topan.
"Tentu tidak Sarah walau pun perusahaan Argantara Group sedang melambung aku rasa kita imbang dalam hal keuntungan" ucap Topan.
"Ck kau ini" ucap Sarah.
"Dan kau sudah selesai bicaranya" tanya Topan.
"Udah".
" baiklah aku akan pergi, dan soal kontrak itu aku rasa aku tak bersangkut paut di dalamnya" ucap Topan.
"Awas kau Topan" gerutu Sarah.
Tubuh Sarah terasa lemas dia takut kalau Hilman akan meminta yang tidak tidak, dari mana dia akan mendapatkannya.
"aku harus apa sekarang, apa aku batalkan saja kontraknya" ucap Sarah.
__ADS_1
Sedangkan Hilman yang sedari tadi mendengar pembicaraan itu langsung tersenyum tersirat di pikirannya untuk mengerjai Sarah.