
Lynda merasa badannya lemas tubuhnya sampai ambruk kelantai.
"Ya alloh musibah apa yang sedang menimpa keluargaku" batin Lynda sambil menangis.
Bi Iyem membantu Lynda untuk bangun dari lantai dan pindah ke sofa yang empuk.
Lynda masih saja menangis belum juga Nita ketemu dan sekarang Topan harus pergi ke rumah Ayahnya Sarah.
Setelah Rayhan tertidur Asih membaringkan Rayhan di kamar Nita, malam ini Asih harus tidur di rumah Lynda untuk menjaga Rayhan kalau dia nangis malam.
Sedangkan Lynda Bi Iyem dan Puput tak bisa tidur di ruang tamu mereka masih mencari kabar tentang kemana Nita dan bagaimana Topan.
Sebenarnya Puput sangat mengantuk jika di tak sedang mencari muka pada Lynda mungkin saat ini dia sudah terlelap dalam mimpi indahnya.
"Aku harus kuat nahan kantuk ini karena besok aku akan tidur nyenyak karena Nita akan segera mati" batin Puput sambil tersenyum.
Lynda yang menyadari kalau Puput akhir akhir ini sering tertawa dan langsung bersedih, Lynda heran pada Puput apa Puput punya penyakit gangguan jiwa, pikir Lynda.
"Put kalau ngantuk tidur saja, biar mamah dan Bi Iyem yang tunggu" ucap Lynda takutnya Puput kecapean.
"Tidak mah aku mau nungguin kak Nita sampai pulang" ucap Puput.
"Tidak Put kalau memang ngantuk tidur saja, kamu kan besok harus kuliah" ucap Lynda memaksa.
"Baiklah aku mau tidur dulu ya mah" ucap Puput sambil berjalan ke kamarnya.
***
Di sisi lain Topan dan Rama mengamati Rumah mewah Anjasmara yang sedang ramai dengan orang orang yang sedang berpesta.
"Paman apa benar ini rumahnya" tanya Topan sambil mengamati rumah Anjasmara dari jarak yang cukup jauh.
"Benar Pan, aku juga dulu pernah kesini" ucap Rama sambil matanya Fokus pada pintu yang terbuka.
"Apa mereka sedang berpesta, atau merayakan sesuatu" tanya Topan.
"Dia pasti sedang pesta, karena dia selalu saja menyewa wanita bayaran dan sering menggagahinya" ucap Rama.
"Apa? Apa dia gila" ucap Topan terkejut.
"Tidak dia tidak gila hanya saja hasrat tuanya sedang membara" ucap Rama terkekeh geli.
Topan pun meresa geli saat membayangkan Anjasmara yang sudah tua menggagahi wanita wanita bayaran yang selalu di sewanya.
__ADS_1
"Baiklah Topan pakai jaketmu sembunyikan wajahmu jangan sampai mereka melihat kita" ucap Rama.
Topan langsung memakai jaket dan menutupi wajahnya sehingga tak terlalu terlihat wajahnya.
"Ayo berjalanlah seperti biasa jangan membuat orang lain curiga" ucap Rama sambil keluar dari mobilnya.
Topan hanya mengikuti saja ucapan Rama, mereka harus mendapatkan bukti bahwa Anjasmara yang sudah menculik Nita dan Sarah.
Mereka berdua berjalan kearah gerbang rumah Anjasmara mereka masuk dengan langkah yang santai layaknya seorang tamu undangan atau lebih tepatnya salah satu anak buah Anjasmara.
Saat mereka sudah sampai di depan pintu, betapa terkejutnya Rama dan Topan saat melihat banyaknya Wanita cantik yang memakai pakaian kurang bahan sedang menari nari di tengah tengah para laki laki.
"Apa mertuamu gila paman, dia menyewa banyak wanita untuk menari nari begitu" bisik Topan.
"Itu kebiasaanya Topan kamu harus memakluminya" bisik Rama.
Topan dan Rama masuk kedalam dan ikut bergabung dengan orang orang yang sedang duduk di kursi.
Namun mereka duduk paling pojok supaya bisa mencari informasi dengan mudah.
"Lihat itu dapur" ucap Rama sambil menunjuk ruangan terbuka.
"Kita akan coba kesana siapa tau ada bukti" ucap Rama.
Mereka berjalan kearah dapur namun tiba tiba ada orang yang memanggil mereka.
Topan dan Rama menengok kearah belakang.
"Tolong bawakan aku minuman" titah lelaki itu.
"Iya tuan akan saya bawakan" sahut Topan.
Dengan bergegas mereka langsung kedalam dapur, tetapi tak ada orang lain di dapur yang bisa mereka tanyai.
"Bagaimana ini" tanya Topan.
Lalu tiba tiba ada seorang lelaki yang memakai jas dengan postur tubuh yang kekar namun perut buncitnya menonjol.
Dia duduk di kursi yang ada di dapur itu dengan keadaan mabuk berat, sampai sampai dia meracau tak jelas.
Topan mendekat kearah lelaki itu guna menanyai tentang Nita dan Sarah.
"Tuan apa kau tau kalau tuan Anjasmara menculik wanita" tanya Topan.
__ADS_1
"Apa? Hahaha kalian ini setiap hari tuan Anjasmara memang selalu menculik wanita" ucap Lelaki itu sambil tertawa.
"Lalu dimana tempat wanita itu di sekap" tanya Rama penuh selidik.
"Kau lihat itu" ucap lelaki itu sambil menunjuk ke arah ruang tamu yang di jadikan bergelarnya pesta.
"Wanita itu adalah wanita yang Tuan Anjasmara culik mereka di bayar" ucap Lelaki itu.
"Ck kau bodoh jika harus menanyai orang yang sedang mabuk" ucap Rama.
Mereka berdua langsung pergi lagi ke ruangan pesta, mereka tak menemukan tanda tanda Anjasmara disana.
Apa Anjasmara sedang berada di kamarnya, pikir Topan dan Rama.
"Paman aku rasa pestanya akan segera berakhir, sebaiknya kita pergi saja dari sini" ucap Topan.
"Kau benar Topan aku rasa Anjasmara tak akan menampakan dirinya sekarang" ucap Rama.
Mereka berdua berjalan kearah luar rumah Anjamara dengan sedikit berlari mereka masuk kedalam mobil Topan,
"Sekarang bagaimana" tanya Topan.
"Kita coba telpon lagi Nita siapa tau saja di angkat" ucap Rama.
"Baiklah aku akan coba" ucap Topan sambil mengutak atik ponselnya mencari nama Nita.
Topan mencoba menelpon Nita.
Namun tak ada jawaban, Topan mencoba lagi, tetap tak ada jawaban dari Nita.
"Tak di angkat paman, apa penculik itu mematikan ponselnya Nita" ucap Topan.
"Biar aku yang coba" ucap Rama sambil mengambil ponsel Topan yang ada di tangan Topan.
Rama mencoba menelpon Nomor Nita.
Padahal ponselnya berdering, berarti penculik itu tak mendengar ada yang menelpon atau bisa jadi mereka tak memperdulikannya.
"Bisa" tanya Topan.
Rama menggelengkan kepalanya.
bersambung...
__ADS_1
***jangan lupa like comen dan votenya yaa..
salam manis Author***