
Di kediaman Lynda House.
Sarah dan bayinya sudah sampai di rumah tapi sedari tadi Hilman belum juga muncul sehingga membuat Sarah merasa cemas takutnya Hilman tersulut emosi saat bicara dengan Ayahnya itu.
Di dalam rumah Lynda, Sarah menidurkan bayinya di ruang tenang dan ruang tengah itu sudah di rubah sebagai ruangan untuk bayi tidur malahan sejak Aziya lahir semua orang yang ada di rumah itu pun tidur di ruang tengah walau pun hanya dengan beralaskan tikar saja.
"Selamat datang Sarah junior" ucap Topan melihat wajah bayi Sarah.
"Mas dia sangat cantik ya" ucap Nita.
"Iya tapi sama lah dengan Aziya" balas Topan.
"Iya mas" ucap Nita mengalah.
Tak lama kemudian datanglah Hilman ke rumah itu, karena sudah mendapat pesan dari Sarah kalau Sarah dan bayinya sudah pulang ke rumah Lynda jadi Hilman langsung saja ke rumah Lynda.
"Hilman masuk nak" ucap Lynda saat melihat Hilman di ambang pintu yang sedang melepas sepatunya.
"Iya tante".
Hilman duduk di sofa, dari kejauhan matanya terus saja melihat pada bayi Sarah yang sedang tertidur pulas bahkan air mata Hilman selalu saja menetes karena dia tak menyangka kalau sekarang dia sudah akan menjadi Ayah walau pun hanya Ayah sambung.
"Sarah nama apa yang akan kamu berikan pada Bayimu" tanya Nita.
"Apa ya" ucap Sarah sambil berfikir.
"Aku terserah Hilman saja" ucap Sarah lagi.
Hilman terkejut mendengar ucapan Sarah, bahkan mata semua orang menatap kearahnya.
"Aku terserah Sarah saja" ucap Hilman terbata bata.
"Hilman itu tandanya Sarah menganggapmu sebagai Ayah dari anak ini" ucap Topan.
"Benar itu" ucap Nita.
"Kalau aku bagaimana kalau Alena" ucap Hilman.
"Bagus" kata Sarah.
"Wah nama yang bagus" ucap Nita.
"Bagaimana kalau Alena Hilmaya" ucap Sarah.
"Bagus udah itu aja" ucap Hilman.
Setiap malam Hilman selalu menginap disana bahkan jarang sekali Hilman pulang ke rumahnya, Hilman pulang hanya untuk membawa pakaian ganti untuknya.
Setiap malam juga Hilman selalu setia menggendong bayi Alena jika bayinya itu sedang nangis, bahkan malam ini juga Hilman menggendong bayi Alena tanpa membangunkan Sarah.
Karena Bayi Alena tak Full asi jadi di dampingi susu formula juga, kalau Alena malam malam nangis Hilman tak pernah membangunkan Sarah dia lebih memilih untuk memberi bayinya itu susu Formula.
__ADS_1
Hilman sedang duduk di sofa dengan menggendong Alena karena sedari tadi menangis dan sekarang sudah mulai terlelap tidur.
Lynda bangun karena mau ke kamar mandi, Lynda melihat kalau Hilman masih bergadang dan sedang menngendong bayi Alena.
"Hilman apa Alena sudah tidur" tanya Lynda.
"Iya tante baru saja tidur" jawab Hilman.
"Hilman kau ayah yang baik mau bangun tengah malam hanya karena mendengar Alena menangis, gak salah Sarah memilihmu" ucap Lynda.
"aku harap Sarah bisa menerima aku Tante" ucap Hilman.
"aku yakin Sarah akan menerima mu, kau baik kau bertanggung jawab apa lagi yang kurang darimu Hilman" ucap Lynda.
"Iya tante aku sadar diri siapa aku siapa Sarah itu saja".
" kau merendah Hilman".
Lynda langsung berjalan ke kamar mandi, namun saat Lynda kembali ternyata Hilman masih menggendong Alena sedangkan mata Hilman sudah akan terpejam.
"Hilman apa perlu aku bangunkan Sarah" tanya Lynda menyadarkan Hilman supaya tak tertidur saat menggendong Alena.
"Jangan tante kasihan Sarah dia kecapean karena siang tadi dia mengurus Alena" ucap Hilman.
"Baiklah kalau begitu tidurkan Alena, kamu juga pasti capek Hilman" ucap Lynda.
"Iya tante aku akan tidurkan".
Pagi harinya semua orang sudah berkumpul di ruang tengah rumah Lynda termasuk juga Hilman berada disana karena hari ini hari minggu jadi Topan dan Hilman libur.
" aku mau bicara hal penting pada kalian" ucap Hilman memulai percakapan.
"Bicara apa Hilman" tanya Topan.
"Begini Pan, Euhh tante aku mau melamar Sarah berhubung masa iddahnya juga kan sudah selesai beberapa hari kemarin, aku mau minta ijin pada kalian" tanya Hilman.
Semua orang terkejut.
"Kenapa gak langsung saja pada pak Anjasmara, Hilman dia kan Ayahnya Sarah jadi dia yang berhak menentukan" ucap Lynda.
"Sudah tante tapi begitulah Ayahnya Sarah dia membenciku" ucap Hilman.
"Aku setuju kalau kalian menikah" ucap Topan.
"Iya pan tapi kan harus ada restu dari Ayah Sarah, kalau tante Pribadi tante mengijinkan malahan tante setuju sekali tapi semua keputusan bukan di tante tapi pada Sarah dan Ayahnya Sarah".
" aku sudah tanya Sarah tante, dia mau menikah tapi masalahnya hanya ada di tuan Anjasmara" ucap Hilman.
"Kalau begitu biarkan Sarah yang membujuk Ayahnya sendiri" ucap Topan.
"Akan aku coba" ucap Hilman.
__ADS_1
"Aku yakin Hilman kau lakilaki baik untuk Sarah kau bertanggung jawab, tapi ingat aku sangat sayang pada Sarah jika kau menyakiti Sarah lebih baik pulangkan dia padaku saja" ucap Lynda.
Sarah merasa terharu dan Matanya berembun mendengar ucapan Lynda, Sarah merasakan sosok seorang ibu dari Lynda karena semenjak kecil dia tak pernah tau bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu.
"Iya tante aku janji tak akan menyakiti Sarah" ucap Hilman.
Siang harinya Hilman mengajak Sarah bertemu dengan Anjasmara untuk meminta restu pada Ayahnya Sarah itu, walau pun sangat mustahil bagi Hilman bisa mendapat restu tapi benar juga apa yang di katakan Lynda kalau keputusan semuanya ada di tangan Anjasmara.
Mobil Hilman terparkir di halaman rumah Anjasmara tentu saja Sarah juga ada di sampingnya tapi mereka tak membawa Alena karena takut kepanasan jadi dia menitipkannya pada Asih dan Lynda.
Tanpa menunggu lagi Sarah dan Hilman langsung saja masuk kedalam rumah karena pak satpam juga tak mencegahnya karena tau kalau Sarah adalah anaknya Anjasmara dan Hilman adalah mantan asisten pribadinya.
"Permisi tuan Anjasmara" ucap Hilman saat sudah berada di ambang pintu rumah Anjasmara yang terbuka.
"Mau apa kau kesini" ketus Anjasmara yang melihat keberadaan Hilman.
"Hanya ingin meminta restu darimu" ucap Hilman yang langsung masuk kedalam dan di susul oleh Sarah.
"Sarah kau disini nak, dimana cucu ku" tanya Anjasmara.
"Dia ada di rumah" ketus Sarah.
Sarah dan Hilman duduk di sofa, "baiklah Ayah aku tak akan lama disini aku hanya ingin memberitau padamu kalau aku akan menikah dengan Hilman" ucap Sarah to the poin.
"Apa? Aku tak merestui hubungan kalian" ucap Anjasmara terkejut.
"Ada atau tidaknya restumu aku akan tetap menikah".
" apa kau masih tak sadar Sarah kemarin saat kau dan Rama menikah ada saja masalah di rumah tangga kalian hingga berujung Rama meninggal dan sekarang kau mau mengulanginya lagi" tanya Anjasmara.
"Itu semua karena ulahmu Ayah, kau yang membuat mas Rama di penjara dan kau juga yang membuat mas Rama kecelakaan".
"Itu karena kalian menikah tanpa restu dariku".
" ayolah tuan Anjasmara yang terhormat jangan pernah kait kaitakan kejahatanmu dengan restu darimu".
"Tapi itu benar Sarah" kekeuh Anjasmara.
"Kau yang menyebabkan mas Rama menderita, bahkan dia tak pernah membenci dirimu tuan Anjasmara atas semua perlakuan jahatmu padanya dia selalu memaafkanmu dan ini balasan kamu pada kebaikannya".
"Persetan dengan kebaikan Rama" ketus Anjasmara.
"Baiklah aku harus pergi sekarang bicara denganmu hanya membuang waktuku saja" ucap Sarah.
Sarah berdiri dan akan pergi dari hadapan Anjasmara.
"Ayo Hilman kita pulang saja" ucap Sarah.
"Awas saja kalian aku akan membuat rumah tangga kalian hancur berantakan karena kalian tak meminta restuku dulu" geram Anjasmara sambil melihat kepergian Sarah dan Hilman.
Bersambung...
__ADS_1