
Hari ini Nita sedang berjalan jalan dengan Topan ke taman, dengan membawa bayi Rayhan yang sengaja di naikan pada Troli bayi, agar Rayhan tak merasa kepanasan.
Setelah hampir seminggu kejadian itu, akhirnya Nita lambat laun bisa menerima kembali Topan, namun sekarang mereka berbeda status, dahulu Nita hanyalah istri kontraknya dan sekarang Nita adalah istri sahnya Topan Arya Wijaya.
"Kita duduk disana Nita" sahut Topan sambil menunjuk satu bangku kosong di taman itu.
Karena ini adalah hari libur jadi Topan mau menghabiskan waktunya dengan keluarga kecilnya itu.
"Duduklah Nita biar mas belikan kamu air minum dulu" sahut Topan sambil pergi meninggalkan Nita dan bayi Rayhan.
"Iya mas hati hati" sahut Nita.
Nita melihat ke arah sekeliling taman, banyak sekali orang yang bermain disini.
Nita sesekali melihat kondisi putranya yang masih terlelap tidur dalam troli bayi.
"Ini minumlah Nita" sahut Topan yang sudah kembali kepada Nita.
"Terima kasih mas, duduklah pasti kamu cape kan ".
Topan duduk di samping Nita, sekarang dia merasa kalau keluarganya ini sangat lengkap, bahkan Topan merasa kalau dirinya sudah lebih baik dari sebelumnya.
Oekkk... Oekk..
Bayi Rayhan menagis mungkin karena merasa sedikit berisik jadi dia terbangun dari tidurnya.
Dengan sigap Topan menggendong Rayhan dan menenangkannya, Topan memberikan Asi Nita yang tadi sudah di masukan dalam botol dot bayi.
__ADS_1
" minumlah Sayang jangan nangis lagi ya" gumam Topan pada telinga Rayhan.
Nita yang melihat kelakuan suaminya itu langsung tersenyum dan merasa kalau Topan memang sangat sayang pada bayinya itu.
"Mas aku ke toilet sebentar ya," ucap Nita.
"Iya".
Nita berjalan ke arah toilet di taman itu, Nita merasa mau buang air.
Nita masuk ke kamar mandi yang kosong.
Setelah selesai Nita keluar dan memakai sepatu yang sempat dia lepas tadi.
"Oh ternyata kamu ada di sini pelakor" sahut seseorang yang suaranya tak asing di telinga Nita.
"Sarah" gumamnya.
"Aku kira kamu sudah pergi dari kehidupan Topan, ternyata kamu gak tau malu ya Nita masih saja ada di sini padahal sudah jelas jelas kalau kamu itu hanya istri kontraknya mas Topan" sahut Sarah sambil melipat tangannya.
"Sekarang aku istri sahnya, bukan istri kontrak lagi Sarah" ucap Nita ketus.
"Apa" sahut Sarah terkejut mendengarnya.
"Kenapa? gak percaya? " tanya Nita.
Sarah yang awalnya angkuh sekarang dia tak bisa menjawab apa apa.
__ADS_1
"Makannya Sarah jangan ngurusin hidup orang lain, urus saja hidupmu sendiri biar lebih berkah" sahut Nita sambil tersenyum menyeringai.
Sarah pergi sambil menghentakan kakinya karena marah namun tak bisa berbuat apa apa lagi.
***
Di sisi lain ada Sarah yang mengadukan perbuatan Nita tadi siang padanya.
"Terus bagaimana lagi paman" sahut Sarah menunggu jawaban.
Paman Rama berpikir sejenak memikirkan cara untuk melawan Nita.
"Pikirkan sendiri caranya Sarah, kenapa harus selalu mengandalkanku dalam hal yang sepele ini" bentak paman Rama.
"Tapi paman aku kan sudah lakukan semua cara yang aku pikirkan dan semuanya itu selalu gagal" sahut Sarah membela diri.
"Terselah kau sajalah Sarah, tujuanku itu untuk menghancurkan Topan bukan memanas manasi Nita, dasar Bodoh" sungut paman Rama.
Sarah pergi dari hadapan paman Rama dengan rasa kesal,
"Dasar tua bangka maunya enak, tapi tak mau kerja huh" gumam Sarah sambil meninggalkan tempat itu.
**mohon maaf untuk part ini agak pendek, Authornya lagi pusing mikirin lanjutannya.
jika ada Saran dari kalian untuk kelanjutan cerita ini silahkan kirim di komentar ya..
di tunggu komentarannya, Terima kasih sudah mampir ke cerita saya ini**...
__ADS_1