
Malam ini semua keluarga sedang berkumpul di ruang tamu, Nita,Topan, mamah Lynda, Rayhan, bahkan bi Iyem pun ada disana.
Mereka semua menggambarkan keluarga yang bahagia, tak henti hentinya Nita tersenyum karena merasa bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarga kecilnya itu.
"Bagaimana kerjaan kamu Pan" tanya mamah Lynda.
"Bagus mah cuman ada masalah sedikit, tapi Topan bisa menghandle semuanya" jawab Topan.
"Syukurlah kalau tak ada masalah, mamah harap keluarga kita bisa seperti ini selamanya" sahut mamah Lynda.
"Ammin" jawab semua orang serempak.
Hanya dengan ditemani Teh hangat dan cemilan, sudah membuat keluarga ini merasa bahagia.
Tokk...
Tokkk...
Suara pintu di ketuk.
"Biar bibi bukakan Nyonya" sahut Bi Iyem sambil berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Siapa yang bertamu malam malam" ucap Topan.
"Entah" balas Nita dengan menggelengkan kepalanya.
"Puput" gumam Topan yang melihat wanita yang sedang berdiri di samping bi Iyem.
"Kau datang Put" tanya Topan.
"Iya kak maaf aku datang malam malam kesini, aku ingin berkumpul dengan Kalian di kosan aku hanya tinggal sendirian jadi aku merasa kesepian" sahut Puput, padahal dalam hatinya Puput bukan merasa kesepian tetapi dia hanya ingin merasakan sedikit kemewahan dirumah kakaknya itu.
"Duduklah disini Put, bergabunglah dengan kami" sahut mamah Lynda.
Dalam hatinya Puput tersenyum menyeringai, dia merasa menang karena bisa tinggal di rumah mewah kakaknya itu.
"Bi tolong ambilkan minum buat Puput" sahut mamah Lynda.
Puput tersenyum menang.
"Kenapa gak dari dulu aku kesini, mungkin aku sudah hidup enak dari dulu" batin Puput.
***
Rama pulang dengan rasa lelah karena pekerjaannya yang sangat numpuk dan banyak, bahkan Rama tak sempat makan karena sangking banyaknya berkas berkas yang harus di selesaikan.
Rama masuk rumah dan duduk di Sofa panjang yang empuk dan halus.
"Bi tolong ambilkan aku minum" teriak Rama dengan suara serak karena lelah.
Pembantunya datang dengan membawa satu gelas air minum untuknya.
"Dimana Sarah Bi" tanya Rama.
"Non Sarah ada di kamarnya Tuan" sahut pembantunya.
Rama melepas sepatunya, dia naik ke atas untuk ke kamarnya menemui Sarah guna menghilangkan rasa lelah yang membuat tubuhnya tak bersemangat seperti ini.
Klek..
Rama masuk kedalam kamarnya, ternyata Sarah sedang duduk dengan memakai baju kurang bahan yang sangat menggoda iman Rama.
Sarah mendekat kearah Rama yang masih berdiri di ambang pintu.
"Mas aku rindu kamu" gumam Sarah sambil memeluk Rama erat.
"Kenapa belum tidur, tidurlah sudah malam" sahut Rama lelah.
Rama berjalan kearah ranjangnya dia langsung menjatuhkan bobotnya pada kasur yang empuk itu, Rama langsung tertidur karena kelelahan tanpa memperdulikan Sarah yang sudah kesal karena di perlakukan seperti itu oleh suaminya.
"Mas aku mau ngomong" sahut Sarah.
Namun tak ada jawaban dari Rama, mungkin Rama sudah sampai ke alam mimpinya.
__ADS_1
Dengan Rasa kesal Sarah ikut berbaring di samping Rama.
***
Seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk di meja bar yang sangat penuh dengan pengunjung bar.
Dia meminum minuman memabukan guna menghilangkan stresnya karena menghadapi putri dan menantunya.
"Tambah lagi" sahutnya pada gadis di sampingnya yang senantiasa menuangkan minuman dari botol ke gelas.
"Tuan kau sudah banyak minum" sahutnya.
"Berikan aku lagi, aku masih belum merasa pusing" ucapnya ketus.
Mau tak mau gadis itu menuangkan lagi minumannya pada gelas, Gadis itu sangat beruntung berada dekat dengan Pria itu karena dia akan membayar wanita yang bersamanya dengan bayaran yang cukup tinggi.
Pria itu tak lain adalah Anjasmara Ayah kandung dari Sarah, Begitulah dia jika ada masalah atau sedang merasa pusing pasti dia akan lari ke bar dan menyewa gadis muda untuk menemaninya di Ranjang.
Anjasmara menarik tangan Gadis itu.
"Ikutlah denganku cantik" goda Anjasmara.
Gadis itu hanya menurutinya, karena akan sangat menguntungkan jika dia bisa tidur dengan Anjasmara dia akan dibayar dengan uang yang banyak,
"Masuklah" gumam Anjasmara.
-
Pagi ini Anjasmara terbangun karena merasakan ada sentuhan tangan yang membuatnya sangat terganggu.
Mata Anjasmara terbuka dia melihat ada Gadis cantik yang sedang tidur di sebelahnya dan gadis itu memeluk Anjasmara dengan erat.
"Nona bangunlah aku harus pergi" sahut Anjasmara mencoba membangunkan Gadis itu.
Baru kali ini Anjasmara tidur dengan Gadis yang bahkan umurnya sangat jauh dengan umur Anjasmara.
"Maaf Tuan saya ketiduran" sahut Gadis itu dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Berapa bayaranmu?" tanya Anjasmara.
"Tuliskan Nomor rekeningmu di ponselku" sahut Anjasmara sambil menyodorkan ponselnya pada gadis itu.
Gadis itu menulis nomor rekeningnya dengan teliti.
"Sudah tuan" sahutnya.
"Aku akan transfer 15 juta pada rekeningmu, apa itu cukup?" tanya Anjasmara.
Gadis itu terkejut bukan main, dia bahkan tak pernah pegang uang sampai 15 juta, dan sekarang hanya sekali kencan dia mendapat uang sebanyak itu.
"Ya ampun apa aku mimpi, uang 15 juta sekali kencan, sekaya apa lelaki ini sampai dia rela bayar mahal hanya untuk wanita sepertiku" batin gadis itu.
"Aku harap kau tak akan menyesal kencan denganku" sahut Anjasmara sambil berjalan keluar kamar itu.
Keadaan di bar itu sangat sepi, karena hari sudah pagi mungkin semua orang sudah pergi dari sini.
Anjasmara naik kedalam mobilnya, dia mencari nama anak buahnya di dalam ponselnya.
"Jhon" gumam Anjasmara karena menemukan nomor orang yang dia cari.
["Hallo Jhon apa kau sedang tak sibuk"] sahut Anjasmara saat telpon sudah tersambung.
["Tak ada waktu sibuk untukmu tuan"] jawab Jhon dari sebrang sana.
["Cari tahu tentang Rama Wijaya, putuskan hubungan bisnis dengan perusahaan yang bergabung dengan Rama"] titahnya.
["Baik Tuan akan saya laksanakan segera"] jawab Jhon.
Anjasmara memutuskan sambungan telponnya.
"Tunggu pembalasan dariku Rama" gumamnya.
****
__ADS_1
Kediaman Rama House.
"Mas mau makan dulu" tanya Sarah.
"Tidak Sayang mas mau langsung kerja saja, mas masih banyak kerjaan" jawab Rama.
Sarah memegang tangan Rama yang sedang memasangkan dasi di lehernya.
Sarah memasangkan dasi di leher Rama dengan sangat hati hati.
"Mas kamu kenapa jadi cuek" tanya Sarah.
"Lalu kenapa kamu jadi begitu peduli padaku Sarah" Rama bertanya balik.
Sarah berpikir sejenak, ada benarnya juga dengan ucapan Rama barusan.
Kenapa aku bisa peduli padanya, pikir Sarah.
"Baiklah Nona aku harus pergi sekarang" sahut Rama.
Sarah mematung karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Rama barusan,
Sedagkan Rama sudah keluar kamar dan berniat pergi ke kantor dan menyelesaikan pekerjaanya yang sudah menumpuk.
Rama melajukan mobilnya membelah jalanan yang tak begitu ramai, Rama merasa kalau perusahaannya sedikit ada kemajuan saat bergabung dengan perusahaan pak Darma.
"Semoga saja aku bisa meraup banyak keuntungan dari bisnis ini" gumamnya.
-
Rama duduk di meja kantornya yang sudah ada berkas yang menumpuk disana, walau pun dengan rasa malas Rama menyelesaikan semua pekerjaanya.
Tokk.
Tokkkk....
"Masuk" sahut Rama dari dalam karena mendengar ada yang mengetuk pintu.
Sekertaris Rama masuk dengan membawa map coklat ditangan.
"Maaf Pak saya mengganggu" sahut Sekertaris itu.
"Ada apa" tanya Rama.
"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan" ucapnya gugup takut jika Rama Marah.
"Bicarakan saja " sahut Rama.
"Tentang join dengan perusahaan pak Darma, perusahaan mereka membatalkan Join ini pak" sahut Sekertaris menunduk karena takut marah.
"Apa" ucap Rama tak percaya dengan apa yang di katakan oleh sekertarisnya itu.
Sekertaris itu menganggukan kepalanya karena tak bisa lagi bicara takut jika Rama marah dan sampai imbas kepada karyawan.
"Biar aku yang bicara langsung dengan pak Darma" sahut Rama sambil mengambil ponselnya dan menghubungi nomor pak Darma.
["Hallo pak saya mau minta alasan bapak karena telah membatalkan kerjasama kita"] sahut Rama dengan Nafas naik turun menahan emosi.
["Maaf pak saya minta maaf, soal keuntungan bulan ini akan segera kami transferkan ke rekening bapak"] jawab pak Darma.
["Tapi pak Saya butuh al...."]
Tuttt... Tuttt.
Sambungan telpon terputus karena pak Darma memutuskan telponnya sepihak.
"Argggg Dasar ba*in*an" geram Rama.
"Awas saja kau Anjasmara aku tak akan pernah memaafkanmu, rupanya kau tak main main denganku kau sudah memulai nya duluan Anjasmara" teriak Rama prustasi.
bersambung....
***jangan lupa like comen dan votenya ya..
__ADS_1
salam manis Author***...