Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 62


__ADS_3

Setelah melihat kepergian Dikdik, Rama mulai kebingungan untuk mencari tempat tinggal baru dengan kondisinya yang seperti ini.


"Terima kasih mbak Topan sudah mengantar saya pulang" sahut Rama.


"Sama sama paman" jawab Topan yang berusaha tenang di hadapan pamannya itu.


Sebenarnya hati Topan sangat ingin marah pada Rama karena perbuatannya dahulu Topan harus mengalami kesusahan.


Namun karena Topan sadar kalau pamannya itu sedang mengalami duka jadi Topan tak ingin menambah lagi beban pada hidup pamannya.


"Lantas mau kemana kau sekarang Rama" tanya Lynda ketus.


"Aku akan mencari apartemen untuk tempat tinggal sementara" ucap Rama.


"Ikutlah kerumahku kau boleh tinggal disana untuk beberapa hari kedepan" sahut Lynda.


"Tidak mbak aku takut merepotkanmu" ucap Rama menolak.


"Aku tak akan merasa kerepotan jika kau tak minta untuk ku gendong" sahut Lynda masih dengan ekspresi yang ketus dan dingin.


"Ayo paman ikut bersama kami" sahut Topan sambil memapah Rama untuk masuk kedalam mobil.


-


Di kediaman Lynda House.


Topan memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya, Topan hari ini cuti dari pekerjaanya jadi dia tak akan lagi menggunakan mobil itu lagi.


Lynda turun dari mobil sambil menenteng kantong kresek yang berisi makanan untuk Nita menantunya yang sedang ngidam itu.


Topan membantu memapah Rama untuk masuk kedalam rumah.


Mereka masuk dengan di sambut hangat oleh Nita dan bi Iyem pembantunya.


Namun wajah bi Iyem seakan menggambarkan ekspresi tak senang saat melihat Wajah Rama.

__ADS_1


Topan mendudukan Rama di sofa yang cukup panjang, karena Topan tau kalau kaki Rama tak boleh merasa pegal.


"Bi tolong ambilkan minum" sahut Lynda yang sudah duduk dan menggendong Rayhan.


Bi Iyem hanya mengangguk patuh padahal dalam hatinya dia ingin berteriak sekencang kencangnya di depan wajah Rama yang tak pernah merasa bersalah itu.


"Mbak apa itu cucu pertamamu" tanya Rama sambil tersenyum.


"Iya mau apa kau bertanya, awas saja kalau kau sampai melukainya sedikit saja tak akan aku maafkan kamu Rama" ketus Lynda.


"Maafkan aku mbak karena kebodohanku, kau harus merasa kehilangan" sahut Rama merasa bersalah.


"Apa kata maafmu bisa mengngembalikan mas Arya hah? Tidakkan?" ketus Lynda.


"Iya aku tau mbak tetapi setidaknya aku sudah mengutarakan rasa penyesalanku padamu sekarang" sahut Rama.


"Menyesal? Lalu kemana saja kau dulu saat aku susah payah membesarkan Topan seorang diri?" timbal Lynda yang merasa kalau masalah itu tidak bisa clear hanya dengan kata "maaf".


" maaf Mbak aku tak tau kalau kau kesusahan" ucap Rama.


"Mah" sahut Topan yang merasa kalau mamahnya itu sudah sangat melewati batas.


"Kau diam saja Topan, biarkan pamanmu ini tau seberapa luka yang kita derita saat dia merampas Ayahmu" sungut Lynda.


Rama hanya menundukan wajahnya, malu? Menyesal? Sedih? Semuanya Rama rasakan sekarang dia baru merasa kalau kesalahannya itu sangat patal sekarang.


-


Rama duduk di atas ranjang sambil bersandar pada dinding kamar itu.


Rama terlihat murung dan sangat amat sedih karena pengakuan Lynda tadi Rama merasa kalau kata maaf saja tak dapat membuat kondisi seperti semula lagi.


Rama menandangi Foto Sarah yang selalu ada di dalam dompetnya, bahkan Rama sesekali meneteskan air mata karena merasa tak becus menjaga Sarah.


"Kembalilah padaku Sarah kau sangat berarti bagiku" gumam Rama.

__ADS_1


Rama menyimpan lagi foto sarah pada dompetnya dan meletakan dompetnya di atas nakas samping ranjangnya.


Rama terkejut saat melihat ada Foto Arya wijaya disana, kakak tirinya yang sangat menyayanginya itu sedang tersenyum bahagia sambil menggendong Topan kecil di pangkuannya.


Fotonya terlihat sangat tua dan berdebu, Rama hanya memandanginya dari jarak yang jauh karena dia tak mungkin turun dari ranjang dengan kondisi kakinya yang belum pulih.


"Kak aku minta maaf, karena keegoisanku kau harus mengalami ini" sahut Rama sambil melihat foto itu dari kejauhan.


Air mata Rama akhirnya jatuh juga dia sungguh sungguh merasa menyesal karena perbuatan bodohnya dahulu.


Tokkk...


Tokkk..


Pintu kamar yang di tepati Rama pun ada yang mengetuknya dari luar.


"Masuk" sahut Rama pada orang yang berada di luar pintu kamarnya.


Nita membuka pintu kamar itu dengan membawa nampan besar berisikan makanan untuk Rama.


"Paman makanlah dulu, pasti paman lapar" sahut Nita yang berusaha baik pada paman Rama.


"Terima kasih Nit, kau sangat pengertian padaku" sahut Rama.


Nita meletakan nampan itu di ranjang Rama, karena Rama tak bisa terlalu banyak berjalan jadi Nita membiarkan Rama makan di kamarnya.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu paman" sahut Nita sambil pergi meninggalkan Rama.


bersambung....


***ada apa dengan masalalu bi Iyem apa ada hubungannya dengan Rama?


yu lihat jawabannya di episode berikutnya ya.


jangan lupa like comen dan votenya ya.

__ADS_1


salam manis Author***...


__ADS_2