
Setelah selesai membeli makanan Gilang kembali ke gudang di belakang kosannya dengan Tomi, karena gudang itu sudah lama tak di tempati jadi mereka menjadikannya tempat main judi dan mabuk mabukkan.
Gilang melajukan motornya dia melihat langit malam ini terasa sangat sepi sama seperti hatinya, karena telah mengetahui kalau Nita orang yang sangat dia sayangi menikah dengan lelaki lain.
"Aku tak tau jika kau sangat mengharapkan aku dulu Nita" gumam Gilang sambil mengendarai motor.
Gilang langsung masuk kedalam gudang lagi dengan menenteng kresek yang isinya makanan.
"Makanlah kalian harus banyak makan" ucap Gilang sambil meletakkan kresek itu dekat Sarah dan Nita.
"Aku gak mau" ucap Nita ketus.
"Makanlah aku akan duduk disini dan melihat kalian memakan makanan ini" ucap Gilang sambil duduk di samping Tomi yang sedari tadi berada di sana.
Namun Nita dan Sarah tak merespon ucapan Gilang mereka hanya bersandar pada dinding dan melihat atap gudang itu.
"Nita apa Rayhan sudah di beri susu, tadikan kata Asih susu Rayhan habis" tanya Sarah yang baru saja ingat tentang pesan Asih saat menelpon tadi.
"Oh iya aku lupa, apa Rayhan sudah minum susu? Atau jangan jangan karena semua orang rumah sibuk jadi tak membelikan susu untuk Rayhan" ucap Nita cemas karena baru ingat.
"Mungkin Topan sempat membelikan susu tadi" ucap Sarah mencoba menenangkan.
"Tidak Sarah, mas Topan tak tau merek susunya" ucap Nita sangat cemas.
"Tenanglah Rayhan pasti banyak yang urus disana, jangan Stres Nita tak baik bagi kesehatanmu" ucap Sarah sambil memegang pundak Nita.
"Hikss.. Hikss.. Hikss.." Nita menangis sesegukan dia takut tak ada yang memberi Rayhan susu.
Gilang yang melihat itu langsung mendekat kearah Nita mencoba menenangkan Nita.
"Jangan nangis Nita benar apa yang dikatakan Sarah" ucap Gilang mencoba menenangkan Nita.
"Diam kau jangan pedulikan aku, karena kamu aku jadi berada disini, karena kau juga aku tak membelikan susu untuk anakku" ucap Nita marah sambil membentak Gilang.
"Aku minta maaf Nita" ucap Gilang semakin merasa bersalah.
"Diam, pergilah dari sini aku tak mau melihatmu" bentak Nita pada Gilang.
__ADS_1
Gilang hanya menuruti apa yang Nita katakan dia tak mau membuat Nita menjadi semakin marah.
**
Di kediaman Lynda House..
Oekkk..
Oekkkk..
Dari tadi Rayhan menangis mungkin merindukan Nita yang tak ada di sampingnya.
"Bu susu Rayhan habis" ucap Asih yang masih menggendong Rayhan yang sedang menangis.
"Apa? Habis? Kenapa kau baru bilang Asih" ucap Lynda yang masih panik tentang Nita.
"Tadi Asih sudah beri tau Non Nita untuk membeli tapi kan Non Nitanya gak pulang" ucap Asih.
"Bi Iyem tolong suruh supir untuk membeli susu Rayhan" titah Lynda pada Bi Iyem.
"Baik Bu" ucap Bi Iyem sambil pergi dengan membawa kotak susu supaya pak supir tak salah beli.
Sedangkan Puput masih saja berada di kamarnya dan tertawa karena Nita tak pulang kerumah itu.
"Rasakan itu Nita sampai pukul 8 malam belum pulang, pasti kau sangat kesakitan disana karena di siksa oleh orang yang menculikmu hahahahha" ucap Puput sambil tertawa.
Puput merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk, Puput rasanya sangat bahagia karena masalah Nita ini.
Karena tak mau di lihat tak perhatian pada Nita, Puput langsung keluar dari kamarnya untuk melihat kondisi keluarga Nita.
"Bagaimana dengan kak Nita mah" tanya Puput sambil meneteskan airmata sehingga menampakan kesedihannya.
"Kamu tenang ya, Nita pasti ketemu" ucap Lynda menenangkan.
"Tapi Mah sampai sekarang belum ketemukan hikkss" ucap Puput sambil menangis sesegukan.
Lynda langsung merangkul tubuh Puput dan membawanya kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu tenang ya Put besok kami akan laporkan masalah ini pada polisi" ucap Lynda sambil mengelus lembut kepala Puput.
"Tapi aku takut kak Nita tak di temukan Mah hikkss hikkkss" ucap Puput.
Padahal dalam hatinya Puput tersenyum puas karena balas dendamnya terbalaskan akibat penculikan Nita.
Pak supir datang dengan membawa satu kotak susu bubuk untuk Rayhan yang Lynda minta tadi, pak supir menyerahkan susu itu pada bi Iyem untuk segera memberikannya pada Rayhan yang sedari tadi nangis.
Bi Iyem dengan cepat membuatkan susu untuk Rayhan dan segera memberikannya pada Rayhan yang masih menangis.
"Ini Asih susunya" ucap Bi Iyem.
Asih memberikan susu itu pada Rayhan sehingga membuat Rayhan diam dan tenang karena merasa haus.
"Aku akan coba hubungi Topan" ucap Lynda sambil berjalan kearah telpon rumahnya.
Lynda menekan nomor telpon Topan dan mencoba menghubunginya, dengan cepaf Topan mengangkat panggilan dari ibunya itu.
["Hallo ada apa"] tanya Topan saat panggilan sudah tersambung.
["Apa ada kabar tentang Nita dan Sarah, Topan"] tanya Lynda.
["Udah mah tapi kami belum bisa menemukan tempat dimana Ayahnya Sarah mengsekap Nita"] ucap Topan.
["Baiklah mamah tunggu kabar selanjutnya, dan kamu mau kemana sekarang"] tanya Lynda.
["Aku akan coba ke rumah Ayahnya Sarah"] jawab Topan.
Lynda semakin cemas mendengar kalau Topan akan pergi ke rumah Ayahnya Sarah, karena Ayahnya Sarah bukan musuh yang harus di sepelekan, pikir Lynda.
["Kamu hati hati disana Topan, ingat Ayah Sarah bukan musuh kita jadi jangan berbuat onar"] ucap Lynda meralang.
["Iya mah tapi aku gak bisa terima kalau memang benar dia yang menculik Nita, yaudah mah aku akan pergi dulu"] ucap Topan yang langsung mematikan sambungan telponnya.
Hal itu membuat Lynda cemas karena baru pertama kalinya Lynda punya musuh sampai melibatkan keluarganya.
bersambung...
__ADS_1
***jangan lupa like comen dan votenya ya...
salam manis Author***....