
Malam ini Rama dan Topan tidur di mobil, mereka terpaksa karena jika pulang pun percuma tak akan ada yang menyambut mereka dengan senyuman para istrinya.
Dengan hanya memakai jaket yang menutupi tubuh mereka, karena rasa lelah mereka tak menghiraukan nyamuk yang senang tiasa menggigiti kulit tubuh mereka.
Namun Topan tak bisa tertidur malam ini matanya terus saja terbuka dan tak bisa terpejam, Topan merasa gelisah sehingga membuat kantuknya hilang.
Topan duduk di kursi mobil, dia terus saja menatap layar ponselnya berharap kalau Nita akan menelponnya atau penculik itu menelponnya dan memberi kabar tentang Nita.
Topan mencoba menghubungi temannya yang ahli dalam melacak orang melalui GPS ponselnya.
Jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari, namun karena Topan sangat mengharapkan bantuan dari temannya itu, Topan langsung mengirim pesan padanya.
[ Bro maaf gue ganggu sebentar, bisa gak lu cariin lokasi istri gue lewat ponselnya] pesan WA dari Topan pada temannya.
Karena teman Topan selalu bekerja siang malam jadi dia langsung sigap mengambil ponselnya dan membaca pesan singkat dari Topan tersebut.
[Memangnya kemana istri lu] balasan teman Topan heran.
[Istri gue di culik] pesan Topan yang merasa gagal karena tak bisa menjaga istinya.
[Oke, coba kirimkan nomor ponselnya Pan] pesan dari teman Topan.
Topan langsung mengirimkan nomor ponsel Nita pada temannya itu, Topan sangat berharap kalau dia bisa menemukan lokasi Nita lewat temannya ini.
***
Di gudang tempat Nita dan Sarah di sekap.
Nita masih saja menangis memikirkan bagaimana keadaan Rayhan tanpa adanya dia,
Apa Rayhan sudah tidur?
Apa Rayhan sudah di beri susu yang cukup?
Apa Rayhan di jaga baik oleh keluarganya?
Pertanyaan itulah yang selalu berputar dalam benak Nita, mengingat tadi pagi susu Rayhan habis dan itu semakin membuat Nita bersedih.
"Sudah Nita Rayhan pasti baik baik saja" ucap Sarah mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Tapi Sar, bagaimana kalau Rayhan nangis dan orang rumah tak bisa menenangkannya" ucap Nita.
Mata Nita merah wajahnya sembab karena terlalu banyak menangis, sehingga membuatnya merasa lelah dan pusing.
Nita memengang kepalanya yang sedikit pusing karena memikirkan hal ini, padahal waktu sudah menunjukan pukul 1 malam tetapi Sarah dan Nita belum tidur juga.
"Sarah kau tidurlah aku tak mengantuk" ucap Nita yang sadar jika Sarah mengantuk karena sedari tadi Sarah sering menguap menandakan dia sangat mengantuk.
"Kau juga Tidur Nita aku gak mau kau sakit, tidur yu bareng aku Nit" ucap Sarah.
"Tidak Sarah, kau duluan saja aku belum mengantuk" ucap Nita.
"Aku tidur ya, maaf Nita aku sangat mengantuk sekali" ucap Sarah yang langsung berbaring di lantai tanpa alas dan tanpa selimut.
"Dasar gilang dan Tomi mereka menculik kita tapi gak menyediakan kita tempat tidur" gerutu Sarah sambil matanya terpejam.
__ADS_1
Nita yang melihat itu hanya tersenyum saja, Nita tak menyalahkan Sarah karena penculikan ini karena dia tau kalau Sarah juga merasa tersiksa.
Tak enak jika Nita mengungkit kalau penculikan ini memang salah Sarah dan masa lalu Sarah.
Nita mencoba membaringkan tubuhnya di lantai tepat sebelah Sarah yang sedang berbaring, Nita merasa badannya sakit karena lantai itu dingin dan keras.
Tetapi Nita berusaha memaksakan diri untuk terlelap tidur, dia juga butuh istirahat bahkan bayi dalam kandugannya pun juga butuh istirahat.
Nita mencoba memejamkan matanya, dia paksakan tidur walau pun badannya tak enak jika tiduran di teras.
***
Gilang dan Tomi sudah berada di kediaman Anjasmara yang baru saja selesai berpesta di rumahnya, sehingga rumahnya masih berantakan bahkan banyak botol minuman berserakan di lantai.
"Apa ada gempa disini" tanya Gilang saat mereka melihat keadaan rumah Anjasmara dari luar.
"Bukan gempa tapi mereka habis berpesta, apa kita pulang dulu nanti kesini lagi" tanya Tomi.
"Tanggung Tom sekarang sudah pukul 4 pagi kalau pulang akan lama lagi kan" ucap Gilang.
Mereka berdua memutuskan untuk menunggu di teras halaman rumah Anjasmara sambil menunggu yang empunya rumah bangun.
Gilang sengaja membuka ponselnya berselancar di sosial medianya siapa tau ada yang membuatnya sedikit tenang dan damai.
Namun tak ada hal yang bisa membuat Gilang tertarik atau hanya sekedar tersenyum, hanya ada berita yang tak masuk akal di sana.
"Ck apa aku semenyedihkan ini" ucap Gilang.
"Jangan di pikirkan lagi, dia udah punya suami" timbal Tomi yang melihat Gilang sedih.
"Gue baru tau kalau lo semenyedihkan ini kalau putus asa" ucap Tomi sambil terkekeh geli.
"Diamlah lu juga akan merasakannya kalau lu pacaran" ucap Gilang meledek.
"Cuih gue gak akan sesedih lu kalau putus cinta Gil" ucap Tomi.
Setelah lama mereka menunggu akhirnya anak buah Anjasmara keluar dari rumah dan menemui Gilang dan Tomi yang sedang duduk di teras.
"Ehemk" anak buah Anjasmara itu berdehem.
Gilang dan Tomi menatap dirinya.
"Apa" serempak.
"Bicarakan ini di belakang rumah saja" ucapnya dengan ekpresi datar.
Gilang dan Tomi mengikuti lelaki itu kearah belakang rumah Anjasmara yang sepi tak ada siapa siapa.
"Kenapa kau lama hah" tanya Tomi pada lelaki itu.
"Maaf aku lelah karena hal lain" jawabnya masih dengan ekspresi dingin.
"Bilang saja kalau kau sudah berkencan " ucap Gilang dengan malas.
"Baiklah bagaimana selanjutnya" tanya Tomi mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku akan berbicara dulu dengan Tuan Anjasmara, kalau memang dia masih tak mendengarkan kita akan keluarkan wanita itu" ucapnya dengan wajah dingin.
"Baiklah sesegera mungkin aku tak mau kau lambat dalam urusan ini" ucap Gilang.
"Iya iya aku akan cepat" ucapnya.
"Baiklah kami akan pergi" ucap Tomi sambil melangkah pergi bersama Gilang.
Mereka naik motor Gilang dan melajukannya ke rumah kosan milik mereka, mereka ingin melihat Nita dan Sarah yang mereka sekap.
Tak lupa mereka membeli makanan dahulu untuk Nita dan Sarah agar mereka tak merasa kelaparan karena mereka sedang mengandung.
"Beli saja nasi padang Gil" sahut Tomi yang melihat Gilang yang akan membeli nasi goreng.
"Apa ibu hamil boleh makan masakan padang" tanya Gilang heran.
"Tentu saja nasi padangkan banyak macamnya, ada protein, karbohidrat, ada Vitamin juga" ucap Tomi.
"Apa? Kenapa aku baru tau" gumam Gilang.
Gilang bergegas membeli nasi dan lauk pauk yang lain.
"Semoga saja Nita suka" gumam Gilang.
Gilang dan Tomi melajukan lagi motornya ke tempat kosannya untuk memberikan makanan itu untuk Nita dan Sarah yang pasti sudah sangat kelaparan.
Setelah sampai di gudang tempat Nita dan Sarah di sekap.
Gilang dengan Ragu ragu untuk masuk kedalam dia sangat sakit jika harus bertemu dengan Nita dan masalalunya.
"Huuuhh aku harus masuk" gumam Gilang yang sudah berada di ambang pintu gudang.
Sedangkan Tomi sudah masuk ke kosannya untuk menyantap makanan padang yang sangat favorit baginya.
"Gak papalah bohong pada Gilang, kalau yang suka nasi padang itu gue bukan ibu hamil itu" gumam Tomi sambil menyantap makananya.
Klekk..
Pintu gudang di buka perlahan oleh Gilang, tampaklah Nita dan Sarah yang sedang berbaring masih tidur.
"Ya ampun aku lupa tak memberi mereka selimut dan bantal" gumam Gilang sambil menyentuh keningnya.
"Nita, Sarah" ucap Gilang mencoba membangunkan Mereka yang sedang tidur.
"Nita... Sarah..." ucap Gilang lagi tetapi tak ada jawaban dari keduanya.
Gilang mulai panik.
"Nita Sarah bangun" sahut Gilang panik.
*bersambung...
j****angan lupa like comen dan votenya ya.
.
__ADS_1
salam manis Author***...