Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 59


__ADS_3

Di Rumah sakit terbesar di kota.


"Dok keadaan pasien semakin kritis" sahut suster yang melihat dua sejoli terkapar lemah di atas blangkar.


"Cari identitasnya, semoga saja ada keluarga yang bisa di hubungi" titah Dokter itu sambil mencari suntikan yang cocok untuk mereka.


Suster itu berjalan kearah warga yang membawa kedua sejoli itu ke rumah sakit.


"Apa ada keluarga pasien" tanya Suster.


"Maaf sus kami cuman menemukannya, kami bukan keluarganya Sus" jelas para warga.


"Apa ada barang pasien yang tersisa" tanya Suster lagi.


Warga itu menyodorkan dompet pasien yang kotor karena terkena lumpur dan ada tanah yang sudah mulai mengering.


Suster itu kembali berjalan lagi ke ruangan dimana pasien itu di rawat, Suster itu melihat dompet itu dengan teliti.


"Dok hanya dompet ini saja yang warga temukan" sahut Suster itu.


"Buka dan cari tau apa ada identitasnya didalam" titah Dokter.


Suster itu membukanya dan terlihatlah kartu tanda kependudukan dan terlihat banyak kartu debit lainnya disana.


"Rama Wijaya" gumam Suster.


"Astagfirulloh, Sus lihat ada peluru didalam tubuhnya! Kita harus keluarkan sekarang Sus sebelum pasien mengalami iritasi pada kulitnya" sahut Dokter yang kaget melihat ada peluru di tangan Rama.


"Apa kita akan lakukan oprasi Dok?" tanya suster.


"Baiklah lakukan sekarang, persiapkan semua alat alatnya" sahut Dokter itu langsung memakai baju khusus untuk mengoprasi.


Dokter dan Beberapa Suster sedang sibuk mengoprasi Rama untuk mengeluarkan peluru dari tangannya, sedangkan Sarah dalam keadaan baik baik saja namun hanya mengalami luka di luar saja.


Rama dan Sarah adalah Pasien itu! Mereka bisa selamat dari kebakaran itu, Bagaimana mereka bisa selamat dari kebakaran mobil itu? Sedangkan mobilnya sudah sangat hancur dan habis terbakar?..


-


Di kediaman Lynda House.


Sekarang Nita sudah mendapatkan pengasuh baru untuk Rayhan yang di pilihkan oleh mamah Lynda.


"Asih kerja kamu cuman ngurus Rayhan saja tugas yang lainnya akan di lakukan oleh bi Iyem" sahut mamah Lynda.


"Baik bu" jawabnya.


Mamah Lynda duduk di sofa, dia berpikir kalau dia akan menikmati masa tuanya dengan mengurus cucu kesayangannya, sedangkan pekerjaanya akan dia serahkan semuanya pada Topan dan Nita.


"Tak terasa aku sudah semakin tua, Mas impian kita menua bersama harus hancur karena pembunuh sialan itu! Maafkan aku mas karena tak bisa membalas semua perbuatan Rama padamu" gumam Mamah Lynda sambil meneteskan Air mata karena mengingat kenangannya bersama Arya Wijaya Almarhum suaminya.


Bi Iyem datang dengan membawa nampan yang berisi teh hangat dan cemilan kesukaan mamah Lynda.


"Di minum tehnya Bu" sahut Bi Iyem.


Mamah Lynda hanya mengangguk saja mengiyakan ucapan bi Iyem barusan.

__ADS_1


"Jangan banyak pikiran bu, takut ibu kenapa napa" ucap Bi Iyem yang paham dengan kondisi mamah Lynda sekarang.


"Apa bibi tau, hanya Bibi lah satu satunya orang yang menemani saya dari mulai saya terjatuh hingga saya bisa bangkit lagi seperti sekarang" ucap Mamah Lynda.


Bi Iyem tak menjawab dia terharu mendengar pengakuan Nyonyanya yang menganggap kalau kehadiran Bi Iyem sangat berharga bagi Lynda dan keluarganya.


"Makasih bi karena sudah mau tinggal bersama kami dan melupakan kampung halaman bibi" ucap mamah Lynda dengan meneteskan air mata yang sedari tadi mau keluar.


"Tidak bu, Bibi yang harus berterima kasih karena ibu sudah mau menampung saya yang hidup sebatang kara ini" ucap bi Iyem tulus.


Lynda memeluk bi Iyem layaknya saudara sendiri bahkan Lynda tak merasa jijik jika harus berdekatan dengan pembantu meski pun derajat mereka sangat jauh tapi Lynda tak pernah membeda bedakan orang lain.


"Semua yang aku berikan tak akan mampu membalas budi baik bibi padaku" gumam Lynda.


"Baiklah kalau begitu bibi harus ke dapur lagi masih banyak kerjaan disana" sahut Bi Iyem tak mau berlama lama menostalgia karena jika mengingat masa lalu dia akan memikirkan kembali masa lalunya yang suram.


Kringg.... Kringg....


Telpon rumah berdering tanda ada yang menelpon.


["Hallo apa benar ini dengan keluarga Rama Wijaya"] sahut seorang penelpon dari sebrang sana.


["Maaf ini dengan siapa?"] tanya Lynda yang kebingungan.


["Kami dari rumah sakit Xxxxxxx mau mengabarkan kalau Rama Wijaya sedang kritis di rumah sakit"] jelasnya.


["Apa? Baiklah saya akan kesana sekarang"] ucap Lynda sambil memutuskan sambungan telpon.


Lynda berjalan kearah kamarnya guna mengambil tas yang berisi dompetnya.


Nita yang melihat mertuanya itu sedang panik langsung mendekat kearahnya dan menanyakan kenapa Lynda sepanik itu.


"Nit tadi pihak rumah sakit menelpon mamah dan mamah di minta kesana" jelas Lynda.


"Apa? Siapa yang sakit mah?" tanya Nita lagi.


"Rama Wijaya" jawab Lynda ketus.


"apa biar Nita ikut mah, Nita gak mau mamah kenapa napa jika harus bertemu dengan paman" sahut Nita.


"Baiklah ayo" ucap Lynda mengiyakan permintaan menantunya.


Mereka masuk mobil dan supir pribadi Lynda akan mengantarkan mereka ke rumah sakit dimana Rama di rawat.


-


Setelah sampai di rumah sakit Xxxxxx.


"Dimana ruangan Rama Wijaya" tanya Lynda pada resepsionis.


"Rama Wijaya yang mengalami kecelakaan Nyonya" tanya Suster itu.


Lynda terkejut mendengarnya.


"Iya dimana ruangannya" tanya Lynda.

__ADS_1


"Rama wijaya sedang di oprasi di UGD Nyonya sedangkan wanita yang bersamanya sekarang sudah ada di ruangan perawat" jelas Suster.


"Apa Wanita yang bersamanya" tanya Lynda terkejut kenapa suster itu menyebut Wanita yang bersama Rama sedangkan yang Lynda tau Rama tak mempunyai Istri karena Istri Rama yang dulu sudah meninggal.


"Iya Nyonya mungkin istrinya" sahut Suster.


"Kita lihat saja mah siapa tau mamah kenal sama wanita itu" ucap Nita.


"Baiklah kami permisi" sahut Lynda pada suster.


Lynda dan Nita berjalan kearah ruangan UGD yang sedang melakukan oprasi pada Rama.


"Itu mah" sahut Nita.


Keduanya duduk di kursi tunggu, lampu di ruangan itu masih berwarna merah itu berarti Rama belum selesai di oprasi.


Tingg..


Setelah menunggu lama akhirnya lampu itu berubah menjadi warna hijau, itu berarti Rama sudah selesai di oprasi.


Seorang Dokter keluar dari ruangan itu.


"Dok bagaimana keadaan Rama" tanya Lynda pada Dokter yang baru keluar.


"Apa anda dengan keluarga pasien" tanya Dokter.


"Iya saya kakak iparnya" jawab Lynda.


"Begini Nyonya, tuan Rama sekarang dalam keadaan kritis dan kami baru saja mengeluarkan peluru dari tangannya" jelas Dokter.


Lynda terkejut bukan main mendengar penjelasan Dokter itu.


"Apa? Bukannya Rama mengalami kecelakaan tetapi kenapa ada peluru yang bersarang di tubuhnya" sahut Lynda.


"Kami juga kurang paham Nyonya hanya Tuan Rama sendiri yang bisa menjelaskannya" sahut Dokter.


"Dan Wanita yang bersama Rama dimana dia sekarang Dok" tanya Lynda.


"Mari Nyonya biar saya antarkan" sahut Dokter sambil mempersilahkan Nita dan Lynda untuk mrngikutinya.


Sampailah di sebuah ruang perawat yang hanya di batasi dengan gordeng rumah sakit.


Dokter itu masuk kesalah satu gordeng ke tiga yang tertutup rapat, Lynda dan Nita hanya mengikuti Kemana Dokter itu masuk.


Namun betapa terkejutnya Nita dan Lynda saat melihat kondisi wanita itu..


bersambung...


***kira kira masalalu Bi Iyem bagaiman ya sampai terbilang suram???


dan bagaimana reaksi Nita dan Lynda yang melihat wajah asli wanita yang mengalami kecelakaan bareng Rama***..


***ada yang penasaran gak dengan kelanjutan ceritanya...


pantengin terus ya karena episode berikutnya akan segera up..

__ADS_1


jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***...


__ADS_2