Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 135


__ADS_3

Deggg..


Jantung Sarah berdetak tak karuan antara takut dan grogi karena Hilman akan minta secepat ini padanya padahal belum juga dua bulan Sarah melahirkan dan Hilman sudah mau menyentuhnya.


"Tapi Hilman.. " ucap Sarah terpotong saat melihat wajah Hilman yang menampakan kekecewaan padanya.


"Maaf" lirih Sarah.


Hilman tersenyum.


"Sarah aku tak menerima penolakan" ucap Hilman.


"Baiklah" ucap Sarah lemah karena tak mau lagi berdebat dengan Hilman.


Hahaha..


Hilman tertawa lepas saat melihat reaksi Sarah yang pasrah begitu namun Sarah menatap tajam pada Hilman karena sudah mentertawakannya.


"Sarah aku tak akan maksa, aku ngerti kalau kamu gak mau sekarang" ucap Hilman.


"Dasar kau" gerutu Sarah.


"Aku tau kau pasti takut padaku Sarah" ucap Hilman.


"Apa takut" ucap Sarah merasa tertantang pada ucapan Hilman yang seolah meremehkannya.


Sarah mendekati Hilman dan mencoba mencium Hilman tetapi Hilman dengan cepat menarik Sarah sehingga membuat Sarah terjatuh ke ranjang dengan posisi terlentang.


Dengan cepat Hilman menindih tubuh Sarah supaya Sarah tak berontak, tatapan mereka saling beradu membuat Hilman semakin bernafsu untuk melakukannya apa lagi ini adalah pertama kalinya Hilman melakukan ini.


Dengan suasana yang tadi nya dingin sekarang menjadi panas karena pergulatan yang di lakukan dua insan yang sudah sah menjadi suami istri.


**


Di rumah sakit Bi Iyem sudah sadar dan menceritakan semuanya pada Putra kalau dirinya adalah ibu kandungnya, namun Lynda dan Bi Iyem merasa ikut bersedih karena istri Fransh ternyata sudah meninggal dunia dan Putra di besarkan tanpa kasih sayang seorang ibu.


"Tante boleh kan saya bawa Ibu ke rumah saya" tanya Putra pada Lynda.


"Tapi apa gak akan merepotkan" tanya Lynda tak enak hati karena takutnya dengan kedatangan Bi Iyem membuat Hani istrinya Putra merasa keberatan.


"Bolehkan Han" tanya Putra.


"Boleh Tante aku senang jika Ibu ada di rumah jadi aku gak sendirian lagi" ucap Hani.


"Baiklah kalau tak apa apa, aku ijinkan Bi Iyem ke rumah kalian".


" tapi bu bagaimana pekerjaan Bibi" tanya Bi Iyem.


"Bi Iyem bukannya keinginan kamu itu bertemu dan hidup dengan anakmu aku paham betul Bi, jangan pikirkan pekerjaan ya kamu harus istirahat di rumah Putra sambil menikmati masa tua kamu dengan menimang cucu" ucap Lynda.


"Makasih Bu".


"Baiklah aku pulang ya Bi sudah malam juga tadi aku sudah memberi pesan pada Topan kalau aku akan langsung pulang ke rumah dan mungkin mereka sekarang sudah berada di rumah" ucap Lynda.


"Hati hati Bu".


" apa aku antar saja tante ini sudah malam" ucap Putra.


"Tidak Putra tante bisa pulang sendiri" ucap Lynda.


Lynda pulang dari sana hatinya merasa sangat senang karena Bi Iyem bertemu lagi dengan anaknya yang sudah hampir tiga puluh tahun ini berpisah.


"aku harap tak akan ada lagi masalah nantinya" gumam Lynda sambil mengendarai mobilnya.


Sedangkan di kediaman Rumah Lynda, Nita sudah mundar mandir menunggu sang mertuanya yang belum juga pulang dari rumah sakit,.


"Nita duduklah mamah sedang dalam perjalanan" ucap Topan.


"Mas aku takut Bi Iyem kenapa kenapa" ucap Nita.


"Kamu percaya saja kalau Bi Iyem baik baik saja dan Mamah juga pasti sedang dalam perjalanan pulang" ucap Topan.


"Cepat pulang mah" gumam Nita.


Tak lama setelah itu mobil Lynda memasuki halaman rumah dengan cepat Nita berlari kearah luar rumah untuk melihat keadaan Bi Iyem yang katanya masuk ke rumah sakit.


"Mah" sahut Nita.

__ADS_1


"Sedang apa di luar, ayo masuk sudah malam Nit" ucap Lynda.


"Mah dimana Bi Iyem" ucap Nita sambil melihat ke segala arah tapi tak di temukan keberadaan Bi Iyem.


"Mamah akan ceritakan di dalam ya, kita masuk dulu" ucap lynda.


Mereka masuk dan duduk di Sofa.


"Dimana Bi Iyem mah apa dia baik baik saja" tanya Nita.


"Nita Bi Iyem baik dia hanya luka saja, dan apa kamu tau sekarang dia dimana" tanya Lynda.


"Dimana mah" tanya Nita penasaran.


"Dia berada di rumah anaknya" ucap Lynda.


"apa yang benar mah" tanya Topan terkejut.


"Iya mamah juga gak tau bagaimana tapi pas mamah ke rumah sakit ada dia dan istrinya, lalu mamah jelaskan semuanya dan dia mau tinggal dengan Bi Iyem" ucap Lynda.


"aku turut senang dengan Bi Iyem, akhirnya dia bertemu juga dengan anaknya".


" tapi dimana Sarah" tanya Lynda karena tak melihat keberadaan Sarah dan Hilman.


"Mamah mereka sedang honeymoon" jawab Nita.


"Dimana"


"Di Hotel tadi mah, apa mamah tau Hotel itu milik Hilman mah namanya Hotel Delima dan Delima itu adalah nama ibunya Hilman" ucap Nita.


"Apa mamah tak sangka ternyata Hilman mapan juga, mamah turut senang dengan Sarah" ucap Lynda.


**


Sementara di Hotel Hilman dan Sarah sudah selesai mandi dan mereka duduk di Sofa menikmati secangkit teh hangat yang sudah Sarah buatkan.


"Sakit ya" tanya Hilman.


"Tidak biasa saja" ucap Sarah.


"Maaf aku terlalu semangat karena baru kali ini aku melakukannya" ucap Hilman.


"Benar aku tak pernah melakukannya".


" aku gak percaya Hilman".


"Yasudah yang penting cintaku ini tak bohong padamu".


" gombal".


"Bukan gombal, tapi aku jujur".


Hahaha.


Sarah tertawa dan Hilman melihat itu sangat bahagia akhirnya Sarah bisa tertawa lepas bersamanya, hanya tawa Sarah yang bisa menenangkan Hilman.


" Sarah aku punya sesuatu padamu" ucap Hilman.


"Apa".


" aku akan serahkan semuanya padamu, rumah mobil uang dan kartu atmku termasuk Hotel ini semuanya akan aku jadikan atas nama kamu" ucap Hilman.


"Tapi Hilman aku gak bisa" ucap Sarah.


"Aku mohon terima ya, anggap saja ini tanda cintaku padamu Sarah".


" tapi aku"


"aku percaya penuh padamu, aku sangat berharap kau akan menjaga semuanya dengan baik" ucap Hilman.


Sarah langsung memeluk Hilman dengan sangat erat, Tak terasa Sarah sangat bahagia karena di jadikan ratu oleh Hilman.


Pagi harinya..


Sarah sudah menggendong Alena yang semalam harus terpisah karena melayani Hilman semalaman,


"Sayang kamu gak rewelkan" tanya Sarah menciumi Alena yang sekarang masih terlelap tidur.

__ADS_1


"Apa Alena rewel" tanya Sarah pada pengasuh.


"Tidak Nyonya Alena sangat baik".


" syukurlah aku semalaman tak bisa tenang karena tak melihat Alena"


Hilman datang kesana dan melihat Sarah sedang menggendong Alena.


"Sarah kita akan bawa semua pakaianmu di rumah Lynda" ucap Hilman.


"Sekarang" tanya Sarah.


"Iya memangnya kau mau kapan, atau jangan jangan kau masih mau disini lebih lama ya" goda Hilman.


"Diam kau".


Sarah dan Hilman sudah berada di mobil dengan di temani oleh pengasuh Alena, karena Sarah tak bisa terus terusan menggendong Alena.


"Hilman kau masih belum menjelaskan tentang Ayah" tanya Sarah.


"Ayahmu mau datang kesana karena aku sudah tawarkan padanya untuk bergabung dengan perusahaan Argantara Group" ucap Hilman.


"Apa kenapa begitu" Ucap Sarah terkejut.


"Itu perjanjiannya Sarah, dia yang mau".


" dasar si gila harta".


"Bukannya dia Ayahmu" tanya Hilman.


"Iya tapi aku tak mau kamu terlalu baik padanya Hilman, aku tak mau dia memanfaatkan kamu nantinya" ucap sarah.


"Gak akan".


" kau tak tau Ayahku Hilman".


"Justru aku tau betul Sarah".


Tak terasa mobil mereka sudah berada di halaman rumah Lynda, dengan cepat Sarah turun dari mobil hal yang membuatnya semangat adalah ingin menemui Nita dan Lynda.


" tante" ucap Sarah saat melihat Lynda, keduanya berpelukan.


"Tante aku kesini mau mempacking baju aku dan Alena, aku akan pindah ke rumah Hilman" ucap Sarah.


"Apa sekarang" tanya Lynda.


Sarah mengangguk.


"Kok mendadak begini".


" iya tante aku dan Sarah hanya ingin mandiri saja" ucap Hilman.


"Tapi janji ya nanti kalian harus sering sering main kesini" ucap Lynda.


"Kami janji Tante".


Sarah mulai mempacking baju bajunya dengan di bantu oleh Nita dan Lynda.


Sejak tadi Sarah tak melihat Bi Iyem apa lagi Sarah mendengar kalau Bi Iyem masuk rumah sakit dengan cepat Sarah bertanya pada Lynda dan Nita.


" tante dimana bi Iyem aku tak melihatnya" tanya Sarah.


"Bi Iyem sudah menemukan putranya Sarah dia sekarang tinggal bersama putranya" ucap Lynda.


"Benarkah, Bi Iyem sudah bertemu anaknya" tanya Sarah terkejut.


"Iya dan semua itu terjadi di acara pernikahan kamu".


" apa tapi siapa suami Bi Iyem, kalau dia ada di acara ku kemarin siapa tau saja aku tau".


"Fransh, nama suaminya Bi Iyem Fransh".


" apa paman Fransh" Sarah terkejut.


"Kau mengenalnya" tanya Nita.


"Tentu dia sahabat Ayah dan aku juga berteman dengan anaknya nama anaknya Putra dia baru saja punya anak" ucap Sarah.

__ADS_1


"Benar istri Putra juga menggendong bayi".


" kalau saja aku tau sejak awal aku pasti akan pertemukan Bi Iyem dengan Putra"ucap Sarah.


__ADS_2