
Malam harinya Puput sudah bersiap hendak pulang ke rumah Nita karena Puput malu kalau harus tinggal terus di kosan Wini, apa lagi Puput tak punya baju salin.
Puput sendirian menunggu taksi karena Wini sudah pulang lebih dulu, namun lagi lagi Puput harus bertemu dengan Arka.
"Mau pulang" tanya Arka.
"Ya" singkat Puput.
"Masih sedih" tanya Arka.
"Tidak".
"Ikut aku" ucap Arka sambil menarik tangan Puput agar ikut dengannya.
"Mau kemana" tanya Puput bingung menatap Arka.
"Masuk mobil" titah Arka.
Arka mengendarai mobilnya menuju salah satu taman yang ada di kota itu walau pun sudah larut malam tapi masih banyak orang di sana dan banyak juga pedagang yang berjajar di pinggir taman.
"Mau apa ajak aku kesini" tanya Puput menatap takjub kearah sekitar karena baru kali ini Puput main ke taman malam hari.
"Kita main saja, duduk di sini menikmati indahnya malam" ucap Arka.
"Makasih" ucap Puput.
"Untuk apa" tanya Arka.
"Untuk semuanya karena kamu sudah mengajak aku kesini".
" kau mau apa biar aku belikan".
"Tidak aku tak mau apa apa".
" berapa tahun kau pacaran dengan laki laki itu" tanya Arka.
"Satu tahun".
" pantas kau sangat kehilangan saat kalian putus tadi".
"Tuan, bayangkan saja aku sudah bersama dia selama satu tahun dan dengan begitu cepatnya dia bilang mau putus, dasar laki laki sama saja" umpat Puput.
"Semua wanita juga sama Put" ucap Arka.
"Tapi aku beda".
" kau sama saja Put".
"Sama bagaimana" tanya Puput.
"Sama sama suka nyakitin" ucap Arka.
"Oh ya lalu kamu gimana, bukannya kamu yang ninggalin aku demi wanita itu".
" wanita siapa" tanya Arka.
"Siapa lagi kalau bukan Clara".
" ayolah aku sudah lama tak bertemu dia lagi".
"Aku akan pulang, bicara denganmu malah membuat aku semakin pusing" ucap Puput.
"Biar aku antar".
__ADS_1
**
Pagi harinya Puput sudah bersiap hendak ke kantor, tetapi ada telpon dari kampung yang mengabarkan bapaknya sekarang sedang di rawat di rumah sakit kota.
" kak apa kau akan ke rumah sakit" tanya Puput khawatir takut terjadi apa apa ada bapaknya itu.
"Put kamu jaga di sana ya maaf kakak harus menjaga Zia dia masih sakit" ucap Nita.
"Oke baiklah aku akan ke rumah sakit sekarang".
"Kalau ada apa apa kabari kakak ya, nanti kakak akan datang kesana".
" siap kak".
Dengan di antar oleh supir pribadi Nita Puput hendak pergi ke rumah sakit, namun ponselnya sedari tadi berbunyi membuat Puput mau tidak mau mengangkat panggilan itu.
[Hallo dengan siapa ini] tanya puput pada si penelpon karena nomornya asing bagi Puput.
[Siapa lagi, tuan mu] ucap seseorang di sebrang sana yang sudah pasti Arka.
[Maafkan saya tuan, sekarang saya tak akan masuk kerja karena bapak saya baru saja masuk rumah sakit] ucap Puput.
[Apa gak masuk kerja? Put kamu baru dua hari bekerja di perusahaan saya dan sekarang kamu mau cuti].
[Maafkan saya tapi kalau nanti saya ada waktu saya akan kesana] ucap Puput dan langsung mematikan sambungan telponnya.
"Awas kau Put" geram Arka saat Puput memutuskan panggilannya sepihak.
Sedangkan Puput sudah datang ke rumah sakit dan mencari ruangan dimana bapaknya di rawat, akhirnya Puput masuk juga ke ruangan tempat bapaknya di rawat.
Disana sudah ada ibunya Puput yang sudah menjaga di sana.
"Bu maaf aku baru datang" ucap Puput sambil memeluk ibunya itu.
"Ya bu maaf aku sibuk di sini".
" dimana kakakmu Put" tanya Ibu.
"Kak Nita akan kesini nanti bu, karena sekarang Zia sedang sakit mungkin nanti kak Nita kesini" ucap Puput.
"Put kata dokter bapak harus segera di oprasi dan ibu belum punya biaya, niatnya ibu akan minjem uang pada Nita".
"Jangan bu biar aku saja yang pinjam uang ke kantor, siapa tau saja bos Puput mau minjamkan uang".
" benar Put apa kamu tak malu, soalnya kamu kan baru kerja kemarin".
"Tidak bu aku akan usahakan pinjam uang, tapi aku minta jangan bilang pada kak Nita aku malu karena kak Nita selalu saja menolong ibu dan bapak sedangkan aku tak bisa berbuat apa apa".
" kau tetap putri ibu nak".
"Aku akan ke kantor dulu ya bu" ucap Puput berpamitan pada ibunya.
***
Sesampainya di perusahaan Arka, Puput malah mendapatkan amarah dari Arka.
Brakkk..
Dengan keras Arka menggebrak meja kerjanya.
"Apa kau mau pinjam uang kantor" bentak Arka.
Puput hanya menganggukan kepalanya karena takut pada kemarahan Arka padahal Puput hanya pinjam uang tapi reaksi Arka seolah Puput ketahuan mencuri uang.
__ADS_1
"Hanya sepuluh juta tuan" ucap Puput pelan.
"Hanya sepuluh juta" bentak Arka lagi.
Ckckckck..
Arka kembali duduk ke kursinya sambil berdecak kesal.
"Maaf uang kantor tak ada sebanyak itu" ucap Arka.
"Tapi tuan aku mohon, gak apa kalau aku kerja gak perlu gajihan juga asalkan anda mau memberikan pinjaman" pinta Puput dengan memohon.
"Maaf aku gak bisa" putus Arka.
Puput hendak pergi dari sana, sungguh dia merasa kecewa karena Arka tak mau meminjamkan uang padanya padahal uang itu akan sangat berharga bagi Puput.
"Tunggu" ucap Arka memberhentikan langkah Puput yang akan keluar dari ruangan itu.
Puput melihat kearah Arka yang masih duduk di kursi kebesarannya, Arka mengkode pada Puput untuk kembali kesana dan duduk lagi di kursi tadi.
Dengan kesal Puput duduk lagi di sana, dengan kepala menunduk Puput menyembunyikan kesedihannya di hadapan Arka karena tak mau terlihat lemah di hadapan Arka.
"Uang kantorku tak cukup untuk meminjamkan mu uang tapi uang pribadiku ada kalau memang kau sangat butuh" ucap Arka.
Puput menatap kearah Arka.
"Benarkah kau mau meminjamkan aku uang" tanya Puput dengan senyuman di bibirnya.
Arka menganggukan kepalanya membuat Puput semakin bahagia karena kali ini dia bisa membantu bapaknya dengan hasil kerja kerasnya sendiri walau pun harus meminjam uang dulu.
"Tuliskan nomor rekening mu di sini" ucap Arka menyodorkan ponselnya pada Puput.
Dengan cepat Puput menuliskan nomor rekeningnya di ponsel Arka, hanya dengan sekali tekan saja uang sepuluh juta itu sudah berpindah ke atm Puput.
"Makasih tuan" ucap Puput senang.
"Memangnya buat apa uang sepuluh juta itu" tanya Arka.
"Uang ini untuk biaya oprasi bapak" jawab Puput.
"Lalu dimana kakak mu itu bukannya suaminya juga seorang pengusaha".
"Ada tapi untuk kali ini aku akan berusaha untuk membantu bapak, aku malu kalau harus mengandalkan kak Nita terus".
" baiklah sampai kapan kau akan libur".
"Hanya hari ini saja tuan besok aku akan masuk lagi".
" aku tunggu kedatanganmu".
"Ya tuan, Tuan terima kasih karena sudah memberikan pinjaman padaku aku janji akan segera menggantinya" ucap Puput.
"Harus".
" aku akan kerja lebih giat lagi sekarang".
"Tentu saja".
Di rasa sikap Arka sudah mulai dingin Puput berpamitan dan kembali ke rumah sakit untuk memberikan uang itu pada rumah sakit supaya bapaknya agar cepat di obati.
Sedangkan Arka yang melihat hal itu hanya merasa kasihan pada Puput, apa lagi perubahan Puput sangat berbeda jauh dari Puput yang dulu membuat Arka merasa senang karena Puput begitu dewasa.
" entahlah aku malah ingin kamu yang dulu Put" gumam Arka sambil tersenyum mengingat dahulu saat Puput selalu mengajaknya menikah padahal dahulu mereka baru saja masuk kuliah.
__ADS_1