Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 138


__ADS_3

Nita, Lynda dan kedua anaknya pergi kebandara dan berniat untuk mengantarkan Sarah dan keluarganya akan pergi ke kanada karena mereka memutuskan untuk pindah ke warga negaraan disana.


Nita memeluk Sarah dengan sangat erat entah kenapa Sarah dan Nita rasanya enggan untuk berpisah apa lagi mengingat keduanya itu sudah hidup bersama hampir tujuh tahunan.


"Aku pasti akan merindukanmu Nita" ucap Sarah.


"Aku juga Sarah, jangan lupa sering sering hubungi aku ya aku pasti akan sangat kehilangan" ucap Nita.


"Ya Nita aku janji".


"Hilman aku mohon jaga Sarah dan Alena aku tak mau sampai dia merasa kesepian di sana, jika memang Sarah tak betah di sana kalian kembali saja kesini" ucap Nita pada Hilman.


"Aku janji Nita akan menjaga Sarah dan tak akan membuat Sarah kesepian".


" Sarah tante tak sangka kau akan pergi sejauh ini meninggalkan tante" ucap Lynda sambil memeluk Lynda.


"Maaf tante tapi mau bagaimana lagi aku masih punya cita cita yang sangat ingin aku gapai sekarang, apa lagi mengingat di sana ada makam ibuku yang sudah hampir tujuh tahun ini tak pernah aku datangi" ucap Sarah sambil melepaskan pelukannya.


"Kalian jangan khawatirkan aku aku akan baik baik saja disana apa lagi ada Hilman juga kan yang akan menjagaku" ucap Sarah namun dia juga tak bisa membendung lagi air matanya yang sudah sejak tadi mau keluar.


Nita dan Lynda yang melihat itu pun langsung menangis juga karena tak menyangka kalau Sarah akan pergi jauh darinya.


"Sudah kalian jangan menangis, aku akan sering sering hubungi kalian" ucap Sarah.


"Janji".


" aku janji Nita".


"Ingat pesan tante, jaga diri kamu baik baik Sarah di sana bukan negara kita bukan orang orang kita, jika kamu tak betah disana kamu pulang saja kesini ya".


"Ya tante aku harus kuat disana, aku harus bisa menggapai mimpiku disana" ucap Sarah.


Sedangkan ketiga bocah yang tak lain adalah Alena, Aziya, dan Rayhan mereka tengah berdiri tak jauh dari orang tuanya berdiri.


"Alen apa kau akan kembali" tanya Zia yang terharu melihat mamah dan Neneknya menangis.


"Aku akan tinggal disana lama Zia, aku harus ikut Mommy ku kesana karena dia sangat ingin tinggal di sana" ucap Alena.

__ADS_1


"Syukurlah kau pergi Ale karena dengan kamu pergi aku jadi bisa hidup tenang tanpa rengekan kalian berdua" ucap Rayhan dingin dan datar.


"Jangan panggil aku Ale, panggil aku Alen" ucap Alena marah karena baginya nama Ale itu terdengar seperti ejekan karena Ale pantas untuk laki laki.


"Bla bla bla" ucap Rayhan meledek Alena.


"Rayhan awas kau, suatu saat nanti aku akan kembali kesini dan akan membuatmu lebih kesal dari ini" ucap alena kesal.


"aku tungggu".


Namun saat Alena akan membalas ucapan Rayhan, Sarah lebih dulu memanggil Alena dan dengan terpaksa Alena harus segera menemui Mommynya.


"Hati hati" ucap Nita melihat kepergian Sarah yang entah kenapa Nita rasa hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu.


Namun seseorang datang menemui Sarah yang hendak masuk ke dalam,


"Sarah" teriak seorang laki laki yang tak Asing bagi mereka.


"Ayah" gumam Sarah.


Selama Lima tahun ini Anjasmara bangkrut dan semua hartanya habis karena banyaknya hutang pada perusahaan lain, dengan menjual aset dan semua hartanya baru Anjasmara terbebas dari hutangnya.


"Ayah ada apa dengan Ayah" tanya Sarah karena sekarang Anjasmara kucil dan dekil padahal lima tahun yang lalu Sarah menemui Anjasmara dia masih menjadi seorang pengusahawan.


"Ayah bangkrut Sarah, maafkan Ayah, Ayah baru dapat kabar dari orang orang kalau kalian akan pindah ke kanada, Sarah bolehkan Ayah ikut Ayah akan tebus semua kesalahan Ayah di masa lalu Ayah juga ingin ke makam ibu mu Ayah ingin meminta maaf padanya" ucap Anjasmara.


Sarah melihat pada Hilman meminta ijin supaya Hilman mengiyakan keinginan Ayahnya, Hilman yang mengerti pun langsung menganggukan kepalanya.


"Baiklah aku akan siapkan tiket untuk Ayah mu" ucap Hilman sambil pergi untuk membeli tiket pesawat yang akan terbang sekarang.


Bukan hal yang mustahil bagi Hilman untuk membeli tiket yang akan berangkat sekarang walau pun pembelian tiket sudah tutup tetapi bagi Hilman itu hal mudah walau pun harus membayar dengan sangat mahal.


"Ayo berangkat" ucap Hilman.


Anjasmara mendekati Nita dan Lynda.


"Nyonya Lynda aku sangat menyesal maafkan kesalahan aku di masa lalu, maafkan aku juga Nita aku sangat bersalah padamu dahulu" ucap Anjasmara.

__ADS_1


"Tak apa tuan Anjasmara aku harap kau bisa menjaga Sarah disana" ucap Lynda.


"Tak apa paman aku sudah maafkan paman" ucap Nita.


"aku akan pergi maaf juga pada Topan" ucap Anjasmara.


Nita dan Lynda menatap kepergian Sarah dan keluarganya, bukannya suatu kebetulan yang sangat tak di sangka sangka karena Anjasmara bisa menebus kesalahannya pada Sarah di masa lalu.


**


Hari ini seperti biasa Nita akan membuatkan susu untuk Zia dan Rayhan karena sebelum mereka tidur mereka terbiasa untuk minum susu terlebih dahulu.


"Mah apa Alen akan kembali lagi" tanya Zia yang sudah berbaring di ranjang.


"Mamah gak tau Zia, tidurlah besok kalian sekolah".


"Tapi mah, kata Alen dia tak akan pernah pulang lagi ke sini" ucap Zia.


Nita seakan merasa sedih sangat mengingat kalau memang benar Sarah tak akan pernah pulang ke indonesia lagi mengingat dia akan menetap di sana.


"Biarkan saja si Ale pergi aku senang karena tak ada lagi yang akan menggangguku" ucap Rayhan.


"Kak Rayhan kau sangat menyebalkan" gerutu Zia.


"Sudah sudah kalian tidur dan papah gak mau kalian berdebat lagi" ucap Topan.


"Ya pah" serempak.


Nita mencium kening Zia dan Rayhan secara bergantian, entah kenapa rasanya sangat sedih bila mengingat kebersamaannya dahulu dengan Sarah.


"Udah Nita biarkan Sarah pergi, apa kau akan terpuruk seperti ini terus? Sarah bahagia bersama Hilman dan kita juga harus bahagia tanpa Sarah" ucap Topan.


"Tapi mas rasanya sangat hampa jika tanpa Sarah" ucap Nita mengusap air matanya yang akan menetes.


"Kamu tenang mas yakin Sarah sudah memilih jalan hidupnya sendiri".


"Ya mas".

__ADS_1


__ADS_2