Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 140


__ADS_3

Lynda yang mendengar ada suara di ruang tengah pun langsung keluar dari kamarnya, karena dia penasaran sepagi ini ada tamu yang datang.


"Puput benarkah itu kamu" tanya Lynda kaget saat melihat Puput yang sangat berubah.


"Ya mamah, aku pulang" ucap Puput.


Lynda memeluk Puput.


"Aku sangat rindu padamu Put, bagaimana apa kamu sudah serjana sekarang" tanya Lynda.


"Sudah mah setahun yang lalu".


" setahun yang lalu tapi kenapa gak ngabarin kami".


"Maaf mah aku tak mau merepotkan kalian, dan sekarang setelah semua urusannya selesai aku pulang lagi" ucap Puput.


"Syukurlah kalau sekarang kamu sudah lulus".


" ya mah".


"Nita apa Puput sudah di suruh makan, makan dulu Put kamu pasti cape kan" ucap Lynda.


"Ya mah aku akan ajak Puput makan sekarang, mamah juga makan jangan telat lagi" ucap Nita.


"Ya Nita mamah banyak sekali pekerjaan sekarang jadi mau tak mau mamah harus kerjakan" ucap Lynda.


"Jangan terlalu lelah mah apa lagi kondisi mamah yang telat makan" ucap Puput.


"Ya mamah sekarang gak akan telat makan lagi" ucap Lynda.


Mereka bertiga sarapan bersama karena Rayhan dan Zia sudah makan tadi dengan Topan.


"Mah aku mau ijin hari ini aku dan Puput akan ke kampung menjenguk ibu sama bapak" ucap Nita.


"Sekarang mendadak sekali Nita" ucap Lnda.


"Ya mah, aku mau sekalian nganterin Puput kesana".


" tapi maaf ya mamah gak bisa ikut karena sekarang mamah harus pergi ke butik jadi tak bisa ikut, tapi sampai kan salam mamah pada kedua orang tau mu Nit".

__ADS_1


"Ya mah akan aku sampaikan".


Nita, Puput dan kedua anak Nita sudah berada di mobil yang akan membawa mereka ke kampung halaman mereka jarak dari kota ke kampung bisa menempuh waktu hingga 3 jam perjalanan itu pun jika jalanan lancar kalau macet bisa memakan waktu 4 sampai 5 jam perjalanan.


"Dimana kamu akan bekerja Put" tanya Nita.


"Belum tau kak, tapi aku punya teman yang dulunya tinggal bersama di asrama dia bekerja di perusahaan pt MartaJaya semoga saja di sana masih ada lowongan pekerjaan" ucap Puput.


"Kamu kerja saja di kantor mas Topan Put".


" tidak kak, aku mau mandiri sekarang kalau aku terus bergantung pada kakak bagaimana aku bisa mandiri" ucap Puput.


"Baiklah, kakak akan doakan semoga kamu cepat dapat pekerjaan" ucap Nita.


"Aminn".


" mamah kenapa Bibi Puput tak pernah datang menjenguk" tanya Rayhan yang sedari tadi hanya duduk saja.


"Ray Bibi mu ini sedang belajar di kota" jawab Nita.


"Rayhan apa kau tau Bibi dahulu sering mengasuhmu, tapi sayang kau dahulu rewel sekali Ray" ucap Puput.


Puput menggeleng karena dahulu dia sedang menjalani pengobatan yang sedang penting bagi kewarasannya.


"Maaf ya, tapi sekarang kan bibi sudah di sini jadi kamu bisa melihat bibi" ucap Puput.


"Apa Bibi akan menikah" tanya Rayhan.


"Tentu saja Bibi kamu akan menikah" jawab Nita sambil tersenyum karena pertanyaan Rayhan yang sangat lucu menurutnya.


"Ck sudah aku duga, bibi kau pasti akan menikah dan suatu saat akan meninggalkan kami, sama seperti tante Sarah Mommy nya Alena" ucap Rayhan.


"Bibi gak akan ninggalin kalian" ucap Puput sambil memeluk kedua ponakannya itu.


"Janji" ucap Zia dan Rayhan bersamaan.


"Janji, asal dengan satu Syarat".


" syarat apa" tanya Zia dan Rayhan secara bersamaan.

__ADS_1


"Jangan panggil aku bibi tapi panggil aku Aunty, oke".


" setuju".


Akhirnya mobil mereka sampai juga di halaman rumah orang tua Nita dan Puput, kenangan tentang masa lalu mulai teringat di pikiran keduanya saat mereka bercanda dan tertawa bersama seakan kedua adik kakak itu sudah lama tak bercanda.


"Ibu" sahut Puput saat melihat ibu mereka yang keluar dari rumah.


"Kalian datang, ibu tak sangka kalian datang bersama" ucap ibunya Nita saat melihat kedua putrinya datang.


"Aku rindu bu, aku sangat ingin bertemu maafkan Puput ya yang selalu menyakiti hati ibu dan bapak" ucap Puput sambil memeluk ibunya.


Nita pun yang melihat hal itu langsung terharu dan memeluk kedua orang yang sangat dia rindukan itu, bahkan orang yang sudah beberapa tahun ini Nita tak melihat kehadirannya.


"Ibu juga kangen kalian" ucap Ibu.


"Sayang salim pada Nenek" ucap Nita pada Zia dan Rayhan.


Dengan patuh Rayhan dan Zia pun mencium punggung tangan Neneknya itu, karena lama tak bertemu Ibu Nita dan Puput pun langsung memeluk kedua cucu nya.


"Bu dimana bapak" tanya Nita.


"Ayo masuk, bapak masih berbaring di kamar akhir akhir ini bapak tangan dan kaki bapak sering tak bisa di gerakin" jelas ibu.


"Siapa yang datang buk" tanya pak Robi yang mendengar kalau ada banyak suara di luar kamarnya.


"Ini pak Nita dan Puput datang kesini" jawab Ibu sambil membuka gordeng kamar mereka sehingga menampakan jelas kalau Nita dan Puput sedang duduk di ruang tengah yang sangat sempit.


"Nduk, kalian datang bapak sudah lama ingin bertemu kalian tapi bapak gak bisa kemana mana karena bapak sering sakit sekarang" ucap pak Robi.


Nita dan Puput pun langsung memeluk bapaknya itu, mereka tak sangka kalau bapaknya itu akan separah ini karena seingat Nita saat di telpon ibu selalu bilang kalau bapak hanya sakit kaki biasa.


Air mata Nita jatuh juga saat melihat kondisi bapaknya.


"Bapak sama ibu kenapa gak bilang sama Nita kalau bapak begini, jika saja Nita tau sejak awal mungkin Nita akan sering berkunjung kesini" ucap Nita.


"Ya Nit, bapak kamu sengaja tak kasih tau takutnya mengganggu sekolah anak anak" jawab Ibu.


"Ibu aku di kota bisa titipkan Rayhan sama Zia ke mamah Lynda lagi pula aku tinggal panggil saja Asih untuk mengasuh mereka lagi" ucap Nita.

__ADS_1


__ADS_2