Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 71


__ADS_3

Nita dan Sarah makan dengan lahap walaupun hanya makan dengan nasi dan telur rebus tapi karena mereka merasa lapar jadi mereka memakannya.


"Nita apa kamu mantan kekasih Gilang" tanya Sarah ragu ragu pada Nita.


"Iya dulu waktu di kampung, bahkan dia yang memutuskan untuk berpisah" ucap Nita.


"Oh, maafkan aku Nita sudah melibatkanmu karena masalah aku dan Ayahku" ucap Sarah merasa tak enak hati.


"Tidak Sarah jangan begitu, kita sama sama di sinikan jadi jangan merasa bersalah kita pasti akan cepat bebas" ucap Nita.


Sarah hanya menganggukan kepalanya memahami apa yang di ucapkan Nita.


***


Di kediaman Lynda House.


Topan pulang dengan rasa lelah dia sangat ingin sekali di pijat oleh Nita karena hanya Nitalah alasannya untuk sembuh dan kembali bekerja.


Topan masuk kedalam rumah dengan menenteng tas kerjanya yang berwarna hitam, Topan sangat ingin minum teh hijau buatan Nita.


"Nita mas pulang" teriak Topan dari teras rumahnya.


Lynda yang mendengar ada suara putranya di luar, langsung berjalan kearah luar rumahnya untuk memberitaukan pada putranya bahwa istrinya sampai sekarang belum pulang.


"Pan sudah pulang" tanya Lynda seolah tak panik.


"Sudah mah, dimana Nita aku ingin minum teh hijau buatannya" sahut Topan sambil melepas sepatunya.


"Pan Nita saat ini belum pulang" sahut Lynda mencoba tak panik karena jika dia panik maka Topan akan merasa cemas berlebihan.


"Apa? Nita belum pulang? Kemana dia?" tanya Topan panik.


"Tadi pagi Kak Nita pergi ke Dokter kak, dengan Kak Sarah" sahut Puput dari arah dapur.


"Apa Nita belum pulang? Lalu dimana Rayhan?" tanya Topan.


"Rayhan ada di kamar dengan Asih" ucap Lynda.


"Lantas dimana Paman Rama" tanya Topan.


"Rama sedang mencari Sarah ke rumah sakit" jawab Lynda.


"Ini pasti salah Sarah, karenakan Sarah banyak masalah apa lagi sekarang dia buronan ayahnya" ucap Topan cemas.


"Sudah Topan jangan salahkan Sarah, dia juga belum pulang" ucap Lynda.


"Ini pasti salah Sarah mah, memang Sarah itu pembawa sial" ucap Topan marah.


Topan meraih kunci mobilnya untuk mencari Nita ke rumah sakit semoga saja ada petunjuk disana yang bisa membuat Topan menemukan Nita.


Topan melajukan Mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi karena jalanan cukup sepi jadi Topan lebih leluasa.


"Kamu dimana Nita" gumam Topan cemas, sambil melirik jalan siapa tau saja ada Nita sedang berjalan.


-


Puput berada di kamarnya, dia tertawa puas karena Nita menghilang dan lebih tepatnya belum pulang.


Hahahahahha...


"Rasain Nita, memang orang jahat sepertimu pantas untuk mendapatkan hal ini, aku harap kau akan mati Nita hahahah" ucap Puput sambil tertawa.


Puput melihat cermin yang menempel di dinding kamar itu, Puput mengambilnya dan meletakkan diatas kasurnya.


Prakkk..


Puput melempar botol parpum yang terbuat dari besi dan lumayan berat, sehingga bisa membuat cermin itu pecah berhamburan kelantai.

__ADS_1


"Nita kau terlalu sombong dan aku akan menghancurkan hidupmu seperti cermin itu" gumam Puput.


Karena tak ingin ada orang lain yang melihatnya Puput membereskan kembali pecahan cermin itu untuk membuangnya.


Namun saat Puput sedang memungutnya, tangannya terkena pecahan kaca dan membuat tangannya berdarah.


"Argggghh Dasar Nita sialan karena kau pembawa sial jadi aku yang terkena imbasnya, Dasar Nita bedebah" gerutu Puput menyalahkan Nita karena tangannya berdarah terkena pecahan kaca.


-


Topan memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit yang tak banyak kendaraan terparkir disana.


Topan berjalan kearah satpam yang menjaga disana, Topan mengeluarkan ponsel dan mencari foto Nita supaya lebih gampang lagi mencarinya.


"Permisi pak, apa bapak melihat wanita ini tadi pagi" tanya Topan pada pak Satpam.


"Maaf pak saya tak terlalu memperhatikan wajah orang orang yang datang kesini" ucap pak Satpam.


"Kalau begitu terima kasih pak" sahut Topan sambil melangkah pergi.


"Tunggu pak, anda bisa mencari wanita itu di cctv rumah sakit" sahut pak Satpam yang membuat Topan membalikan badannya menghadap lagi pada pak Satpam itu.


"Benar juga, terima kasih pak atas informasinya" ucap Topan sumbringah ada setitik harapan Topan untuk menemukan Nita.


Topan berjalan masuk kedalam rumah sakit mencari Resepsionis untuk menanyakan sekaligus meminta ijin untuk melihat rekaman cctv di rumah sakit itu.


"Maaf mbak, Apa boleh saya melihat rekaman cctv" tanya Topan pada Resepsionis.


"Memangnya ada yang anda cari tuan" tanya Resepsionis itu.


"Istri saya tadi pagi dia kesini untuk cek up pada Dokter Windy, tetapi sampai sekarang dia belum pulang" jelas Topan.


"Kasus anda sama dengan bapak yang tadi dia juga begitu istrinya kesini namun sampai sekarang belum pulang" ucap Resepsionis.


"Jadi apa boleh" tanya Topan lagi.


Topan langsung bergegas menuju ruangan itu namun Topan di kejutkan dengan sosok yang tak asing baginya.


"Paman" ucap Topan.


Rama yang sedang menunggu di kursi dekat ruangan cctv pun menoleh kepada Topan yang sudah berdiri tak jauh darinya.


"Sedang apa kau disini" tanya Rama.


"Aku sedang mencari Nita yang sedang pergi dengan istrimu paman" ketus Topan sambil duduk di kursi bersebrangan dengan Rama.


Seseorang keluar dari ruangan itu.


"Silahkan pak jika mau melihat rekaman cctv" sahut seorang lelaki yang keluar dari ruangan itu.


Topan dan Rama langsung masuk kedalam untuk melihat kemana istrinya pergi.


Topan langsung mendekat kearah layar komputer yang sedang menampilkan rekaman cctv sekarang.


"Memangnya kapan istri anda kesini pak" tanya lelaki yang sedari tadi menatap layar komputer.


"Tadi pagi pak" serempak Rama dan Topan.


"Ada apa dia kemari" tanya lelaki itu lagi.


"Untuk cek up" serempak Topan dan Rama.


"Tunggu apa istri kalian saudara" tanya lelaki itu heran karena mereka menjawab dengan kompak.


"Iya mereka berteman yang bersaudara kami" ucap Rama.


"Ohh" ucap lelaki itu paham.

__ADS_1


Lelaki itu langsung mencari rekaman cctv sekitar pukul 8 pagi dan ternyata benar kalau Nita dan Sarah ada disana dan masuk ke ruangan Dokter Windy.


Rama dan Topan fokus melihat istri mereka yang selalu berjalan bersama dan tak ada kejadian aneh disana.


Hingga saat Sarah dan Nita keluar dia masuk ke sebuah cafe dan sampai sana mereka tak terlihat lagi dari kamera.


"Ck mereka tak terlihat lagi" gumam Topan.


"Apa mereka masuk ke cafe sebelah rumah sakit" tanya Lelaki itu.


Topan langsung mendekat kearah lelaki itu.


"Apa di cafe itu ada cctv" tanya Topan.


"Kurang tau pak, karena saya gak pernah nanya" sahut lelaki itu.


"Baiklah terima kasih pak, sudah menunjukan cctv pada kami" ucap Rama.


Rama dan Topan langsung pergi dari rumah sakit untuk menuju ke cafe sebelah rumah sakit yang hampir saja mau tutup karena hari sudah mulai gelap.


"Apa kalian akan tutup" tanya Topan pada pelayan yang akan mengunci pintu cafe itu.


"Iya pak maaf hari ini kami hanya sampai pukul 6 saja tidak akan buka 24 jam lagi" jelas pelayan itu.


"Apa cafe ini di lengkapi cctv" tanya Rama.


"Iya, memangnya ada apa pak" tanya pelayan itu heran.


"Apa bisa kami melihat rekaman cctv tadi pagi" tanya Topan tak sabar.


"Maaf pak tapi pihak cafe belum pernah mengijinkan seseorang untuk melihat rekaman cctv di dalam cafe" ucap Pelayan itu.


"Kami hanya ingin melihat orang orang yang berada di luar cafe saja" ucap Rama.


"Tetap tidak bisa pak, saya takut pemilik cafe ini marah kalau sembarangan memberikan rekaman cctv" ucap Pelayan itu dengan raut wajah takut.


"Ayolah aku sedang mencari istriku, siapa tau saja istriku sempat masuk ke cafe ini" gerutu Topan.


"Tapi pak saya.. "Ucapan pelayan itu terpotong karena Topan langsung menyodorkan uang padanya.


"Apa uang ini cukup untuk membeli rekaman cctv itu" ucap Topan sambil memberikan beberapa uang lembaran berwarna merah.


"Baiklah pak akan saya usahakan" ucap pelayan itu sambil mempersilahkan Topan dan Rama masuk.


Rama dan Topan duduk di kursi, sedangkan wanita itu mengambil laptop untuk memutar cctv.


"Jam berapa istri anda kemari pak" tanya Pelayan itu.


"Kira kira pukul 10 lah" jawab Rama.


Pelayan itu mencari rekaman cctv pukul 10 pagi tadi, setelah lama loading akhirnya ada juga.


"Silahkan pak" ucap Pelayan itu sambil menyodorkan laptopnya pada Rama dan Topan.


Rama dan Topan melihat orang orang yang berada di rekaman cctv itu, setelah lama akhirnya mata Rama menemukan Sarah dan Nita yang berjalan masuk kedalam cafe.


"Pan lihat mereka masuk ke cafe" ucap Rama sambil menunjuk kearah Sarah dan Nita.


"Tolong percepat sedikit" ucap Topan pada pelayan itu.


Setelah di percepat mereka melihat Sarah dan Nita belari dan ada dua lelaki yang mengejar mereka.


bersambung...


***jangan lupa like comen dan votenya ya...


salam manis Author***

__ADS_1


__ADS_2