Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 87


__ADS_3

2 hari berikutnya.


Sarah masih berada di rumah sakit, sebenarnya dia sangat tak mau untuk keluar dari rumah sakit itu, Sarah takut sekali jika Ayahnya berhasil menemukannya dan membunuhnya.


"Sayang kita pulang" ucap Rama saat sudah mengemasi barang milik Sarah.


"Mas apa tak bisa jika kita menginap di sini sehari lagi saja" ucap Sarah.


"Sayang bukankah kamu yang meminta untuk pulang, tetapi sekarang malah mau disini" Rama mendekat kearah Sarah dan menggenggam tangan Sarah.


"Maaf ya uang mas gak cukup untuk bayar rumah sakit ini" ucap Rama menunduk malu.


Sarah merasakan derita yang di alami oleh suaminya itu dia merasa sangat bersalah karena telah meminta apa yang dia mau padahal keadaan Rama sekarang sedang nganggur dan tak punya kerja.


Mereka hanya mengandalkan uang tabungan mereka yang sudah hampir menipis karena di pakai untuk keperluan mereka sendiri.


"Baiklah mas maafkan aku, aku mau pulang sekarang" ucap Sarah yang langsung turun dari blangkar rumah sakit itu.


"Sayang perlukah kita memakai psikiater" ucap Rama.


"Jangan deh mas aku akan sembuh kok" ucap Sarah berusaha baik baik saja.


"Baiklah Sarah kalau nanti kamu merasa sakit lagi terpaksa mas akan memakai psikiater untukmu" ucap Rama.


"Iya mas" ucap Sarah.


"Mas sebenarnya aku sangat takut pada Ayah tapi mau bagaimana lagi aku gak mau merepotkanmu, menghandalkan psikiater itu pasti sangat mahal, uang kita mana cukup" batin Sarah.


-


Sarah dan Rama sudah masuk mobil mereka di jemput oleh Topan dan Lynda, Lynda merasa kasihan pada Sarah yang hidupnya menjadi semenyedihkan itu.


"Sarah apa masih ada yang sakit" tanya Lynda.


"Tidak tante, aku sudah lebih baik dari sebelumnya" ucap Sarah.


"Kalau kamu memang belum sehat betul kamu pakai psikiater saja ya" ucap Lynda sambil mengelus rambut Sarah yang terurai sebahu.


"Iya tante" ucap Sarah.


***


Di sisi lain Puput sedang duduk di halaman kampus, Puput merasa tak punya teman saat Arka menjauhinya bahkan saat Puput mau menyapa pun Arka langsung memalingkan wajahnya.


Puput berjalan kearah perpustakaan Arka sudah pasti ada disana karena memang Arka sangat senang membaca buku dan lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan.


Mata Puput mencari sosok Arka yang tengah membaca buku, Arka duduk di pojokan perpustakaan, Puput langsung mendekati Arka untuk menanyakan kenapa sikapnya jadi berubah.

__ADS_1


"Hay Arka" sapa Puput.


Arka tak menggubris ucapan Puput dia hanya Fokus membaca buku yang berada di tangannya, hingga membuat Puput merasa kesal karena di abaikan oleh Arka.


"Kamu kenapa ka kenapa jadi cuek begini" protes Puput.


"Pikir sendiri Put" ketus Arka.


Saat Arka akan pergi dari hadapan Puput, Puput terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri, orang orang yang berada di sana langsung mengerumuni Puput.


Arka yang sadar kalau Puput pingsan langsung membantu membangunkan Puput dengan menepuk nepuk pipinya, namun tetap saja tak ada jawaban dari Puput.


"Arka bawa saja pulang Puput hanya pingsan" ucap teman mereka yang ada di sana.


Arka langsung mengangkat badan Puput dan membawanya kedalam mobilnya untuk di bawa pulang karena takut jika Arka harus bertanggung jawab akibat Puput yang pingsan.


Arka melajukan mobilnya menuju ke rumah kakaknya Puput, walau pun tak pernah kesana tetapi Arka tau rumah kakaknya Puput karena Puput sudah memberitaunya dahulu.


Arka terlihat panik karena mau bagaimana pun juga Arka suka pada Puput, namun karena sikap Puput yang membenci kakaknya Arka jadi sedikit menjauh karena ingin merubah sikap Puput.


-


Mobil Arka terparkir di halaman rumah Lynda yang sangat besar itu, Arka bingung takut jika keluarga Puput menyalahkannya.


Arka berjalan kearah pintu rumah itu dia sangat takut jika kakaknya Puput memintanya bertanggung jawab.


Tokk


Arka mengetuk pintu rumah itu dengan tangan gemetar karena takut, tak ada jawaban dari dalam, Arka mencoba mengetuk lagi.


Tokk


Tokk


Bi Iyem datang dan membukakan pintu,


"Ada yang bisa di bantu" ucap Bi Iyem.


"Apa kak Nita ada di dalam" tanya Arka gugup.


"Ada, siapa anda? Ada urusan apa dengan Non Nita?" tanya bi Iyem menyelidiki.


"Euhhh saya" ucapan Arka terpotong.


"Ada siapa Bi" sahut Nita dari dalam.


"Ini Non ada yang mau bertemu" ucap Bi Iyem.

__ADS_1


Nita langsung berjalan kearah pintu, Nita tak mengenal lakilaki muda yang sedang berada di depan pintu itu.


"Siapa" tanya Nita dengan senyuman.


"Kak Nita maaf saya, euhh.. Puput pingsan di kampus" ucap Arka terbata bata takut jika Nita menyalahkannya.


"Apa Puput Pingsan" ucap Nita terkejut.


"Dimana dia" tanya Nita lagi.


"Di mobil saya kak" ucap Arka.


"Tolong bawa Puput kedalam" ucap Nita sambil meneteskan air matanya.


Belum juga selesai masalah Puput yang kemarin sekarang Puput sudah pingsan dan menambah masalah lagi.


Arka membawa Puput yang masih pingsan kedalam rumah Nita, dia membaringkan tubuh Puput di sofa yang panjang di ruang tamu.


Arka mengambil kayu putih yang selalu dia bawa di dalam tasnya, dia mendekatkan kayu putih itu ke hidung Puput supaya Puput bisa menghirupnya.


"Bangun Put" gumam Arka.


Nita yang melihat itu hanya terharu ternyata ada lakilaki yang mau menerima Puput yang seperti itu.


"Kak bisakah saya bicara" tanya Arka pada Nita yang sedari tadi hanya melamun.


"Boleh, mau bicara apa" tanya Nita.


"Apa Puput punya kelainan" ucap Arka.


Nita menatap Arka seperti tak suka karena sudah menghina adiknya.


"Maaf kak maafkan saya, bukan maksud saya tetapi tempo lalu saya mendengar kalau Puput sangat membenci kak Nita" ucap Arka.


"Benarkah, apa saja yang dia katakan padamu" tanya Nita seperti menemukan setitik harapan untuk kesembuhan Puput.


"Tak banyak kak, hanya membicarakan kak Nita yang sudah berbuat tak adil padanya, katanya Puput sangat malu karena di hina oleh teman temannya dan itu semua karena kak Nita yang tak pernah memberikannya uang" jelas Arka.


Nita meneteskan air mata, bagai di tusuk panah yang tajam hati Nita sangat sakit dan sangat perih,


Nita menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis sesegukan di hadapan Arka yang menatap Nita kasihan.


Topan datang kesana dan..


Bughhh...


bersambung...

__ADS_1


***jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis author***...


__ADS_2