Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 22


__ADS_3

"Aww sakit mas" rintih Sarah.


"Maaf Sarah aku terjatuh aku gak sengaja" ucap Topan menyesal.


"Tetap saja mas Sakit badan kamu berat" ucap Sarah.


Topan terjatuh saat akan membukakan pintu untuk Sarah dan Topan terjatuh tepat menindih tubuh Sarah.


"Pergilah Sarah aku tak mau masalalu terulang lagi" ujar Topan mengusir halus Sarah yang masih berada di mobilnya.


Sarah turun dari mobil Topan dengan rasa kecewa karena terus saja ditolak oleh Topan.


"Kenapa Nita lama ya" gumam Topan karena tak melihat keberadaan istrinya.


Topan turun dari mobil dia berjalan ke arah toilet cafe itu.


"Maaf mbak apa di dalam ada wanita yang sedang hamil" tanya Topan pada salah satu pegawai cafe yang sedang membersihkan toilet.


"Tidak pak di dalam kosong" jawabnya.


"Kosong yaudah terima kasih mbak" ucap Topan terkejut karena di toilet tak ada istrinya.


Topan berjalan ke arah luar mencari sosok Nita, tapi tetap saja Topan tak menemukannya.


"Pak maaf lihat wanita hamil lewat sini gak" tanya Topan cemas pada satpam yang menjaga di sana.


Pak Satpam itu terlihat berpikir.


"Oh wanita hamil yang pake kerudung" tanya balik pak Satpam.


"Iya pak, bapak melihatnya gak" ucap Topan tersenyum karena akan menemukan Istrinya.


"Tadi saya lihat pak, dia keluar sambil menangis dan tadinya dia berdiri lama dekat parkiran" jelas pak Satpam itu.


"Apa Nita berdiri lama di parkiran" gumam Topan.


Topan berpikir apa Nita melihatnya bersama Sarah.


"Terima kasih pak" ucap Topan Sambil berlari ke arah mobilnya.


"Nita kamu sudah salah paham" gumam Topan wajahnya terlihat khawatir karena dia takut jika Nita nekad.


Topan melajukan mobilnya meninggalkan cafe itu.


Topan membelah jalan yang cukup sepi untuk malam hari seperti ini.


Topan melihat kiri kanan siapa tau Nita ada di pinggir jalan.


Tapi Topan tak juga menemukan Nita, dia berniat pulang ke rumah, berharap kalau Nita pulang dengan selamat ke rumah.


***


Nita masih berada dalam Taksi, sungguh dia tidak tau kemana dia harus pergi.


"Ya alloh apa aku tak berlebihan jika harus membawa bayi ini atas semua yang mas Topan berikan" doa Nita merasa ada sedikit bersalah karena jujur saja Topan sudah mengeluarkan uang cukup banyak untuknya dan untuk keluarganya.


Air mata Nita masih terus menetes, rasanya sakit sekali hati Nita karena perbuatan Topan.


"Berhenti di sini pak, ini ongkosnya terima kasih" Nita turun dari taksi tujuannya saat ini adalah penginapan, untuk malam ini dia mau menginap di penginapan karena akan lama jika dia mencari kontrakan di malam hari.


Nita mencari cari siapa pemilik penginapan itu.

__ADS_1


"Maaf bu apa pemiliknya ada" tanya Nita pada wanita paruh baya yang sedang berjalan menuju kamarnya.


"Kebetulan saya pemiliknya nduk" jawab wanita itu.


"apa saya bisa menginap disini malam ini saja bu besok saya akan pergi" ucap Nita Ragu takut penginapan sudah penuh dan Nita tak tau mau kemana lagi.


"Ada nduk memangnya kamu kenapa, dari wajah kamu sepertinya kamu habis nangis" tanya ibu itu dengan penuh selidik.


"Iya bu saya pergi dari rumah, karena saya baru tau kalau suami saya selingkuh dengan teman saya sendiri, saya bingung bu harus kemana lagi sekarang " jelas Nita.


"Yang sabar ya nduk, mari biar ibu antar ke kamarmu" ucap Ibu pemilik penginapan itu.


"Terima kasih bu terima kasih" ucap Nita.


Nita berjalan mengikuti ibu penginapan itu dia menunjukan kamar yang berada di lantai bawah, mungkin ibu itu tau kalau Nita sedang hamil jadi takut berbahaya jika berada di lantai atas.


"Masuklah ini kamarmu dan yang sebelah ini kamar ibu, jika kamu butuh sesuatu bilang saja pada ibu ya" sahut ibu itu lembut.


"Terima kasih bu".


**


Topan berhenti di pinggir jalan dia teringat kalau Nita membawa ponsel jadi dia akan mencoba untuk menghubunginya.


Beberapa kali Topan memanggil nomor Nita namun tetap saja tak ada jawaban dari Nita.


" kamu kemana Nit" gumam Topan.


Topan sangat takut kehilangan Nita, tanpa terasa air mata Topan jatuh juga dia merasa menyesal karena telah meladeni Sarah.


Topan melajukan lagi mobilnya dan pulang ke rumahnya.


"Nit.. " teriaknya mencari cari Nita ke dapur ke kamar bahkan sampai ke kamar mandinya, namun tetap saja tak ada sahutan dari Nita.


"Den" ucap Bi Iyem pada Topan.


"Bi apa bibi melihat Nita dia tak ada bi" ucap Topan cemas dan khawatir.


"Bibi melihatnya den" ucap bi Iyem dengan menarik nafas berat.


"Dimana Nita bi ceritakan bi Nita dimana" desak Topan.


"Non Nita pergi dari rumah den, dia menangis keadaannya sangat buruk dia seperti orang prustasi den" ucap Bi Iyem.


Topan kaget mendengar penjelasan bi Iyem.


"Kenapa bibi tak menghentikannya bibi tau kan ini sudah malam apa lagi dia sedang hamil bi" ucap Topan dengan suara yang sedikit tinggi.


Tubuh Topan ambruk ke lantai, sungguh Topan merasa Nita sangat marah padanya.


"Tapi den tadi non Nita bilang, dia akan pergi dan menyembunyikan bayinya dari aden terus dia meracau akan pergi katanya dia hanya istri kontraknya aden dan dia tak akan memberikan bayinya" jelas bi Iyem lagi.


Hati Topan bagai di tusuk panah tajam,


Sungguh Nita bicara begitu pada bi Iyem.


"apa Nita bicara begitu" selidik Topan.


Bi Iyem mengangguk membenarkan perkataannya.


Topan bangkit dia mengusap air mata yang dari tadi membasahi pipinya.

__ADS_1


Dia meraih ponsel dalam sakunya mengutak atik ponselnya.


[Hallo Rio cari Nita sampai dapat] perintahnya.


[Baik pak] balas Rio langsung mematikan sambungan telpon.


Topan masuk ke mobilnya, tujuannya ingin mencari Nita dan meluruskan masalah ini.


"Kamu dimana Nit" gumam Topan.


Air matanya tak henti hentinya keluar.


Untuk kali ini Topan sangat takut kehilangan istrinya.


***


"Nduk minumlah kamu terlihat lemah" ucap ibu pemilik penginapan menawarkan air mineral pada Nita.


"Terima kasih bu" ucap Nita mengambil air itu dan meminumnya.


"Apa kamu sedang hamil".


" iya bu sudah hampir menginjak usia 8 bulan" jawab Nita.


"Oh memangnya bagaimana ceritanya suami kamu bisa selingkuh dengan teman kamu sendiri" selidiknya.


"Saya juga kurang tau bu, yang jelas saya melihatnya sedang bermesraan di dalam mobil" jelas Nita yang masih menyimpan rasa sakit hatinya.


"Yang sabar ya nduk kamu pasti kuat, sudahlah jangan menangis lagi kasihan anak dalam kandunganmu pasti dia ikut sedih" ucap Ibu yang bernama Iin itu menenangkan Nita yang masih mengeluarkan air mata.


Nita mengangguk patuh, yang dikatakan ibu iin ada benarnya juga Nita takut bayinya ikut depresi kalau dia terus terusan menangis.


"Tinggalah disini lebih lama lagi nduk, jika besok kamu pergi ibu takut kamu kenapa napa nduk" ucap Ibu Iin.


"Iya bu terima kasih karena sudah membantuku" ucap Nita tak henti hentinya mengucapkan terima kasih karena bu Iin sudah memberikannya tempat tinggal.


****


Topan masih mencari keberadaan Nita.


"apa aku harus pergi ke rumah pak Robi untuk mencari Nita? Tidak mereka pasti akan menanyaiku tentang Nita" gumam Topan bertanya pada diri sendiri.


"Nita kamu dimana" batinnya menangis meratapi kepergian Istrinya.


Topan memaksakan diri untuk pulang ke rumah karena hari sudah larut malam.


Besok dia akan mencari lagi Nita.


"Dimana Nita Topan" tanya mamah lynda saat Topan sudah sampai di rumah.


"Mamah" Topan kaget melihat keberadaan mamahnya yang sudah berdiri di dekat sofa.


"Dimana Nita Topan jawab mamah Topan" selidik mamah Lynda.


"Nita kabur dari rumah mah" jawabnya menunduk.


"Apa,.. kenapa bisa Nita kabur dari rumah ini pasti salah kamu jadi Nita kabur dari rumah".


" maaf mah Memang benar Topan yang salah".


"Cari Nita sampai dapat, kasihan dia sedang mengandung anak kamu dan kamu malah menyakitinya" perintah mamah Lynda.

__ADS_1


__ADS_2