
"Pak Ardi" gumamku.
Ternyata pak Ardi siap untuk jadi saksi atas kasus papah.
"Saya melihat kalau pak Rama mensabotase mobil milik pak Arya" sahut pak Ardi dengan lantang.
"Baik apa anda siap untuk memberi kesaksian sekarang" tanya polisi itu.
"Siap pak" jawab pak Ardi setuju.
Aku dan Rio menunggu di luar kantor polisi.
'Semoga saja pak Ardi berhasil' gumamku.
Aku membeli air minum, meminumnya hingga tandas.
Aku melihat Rio sedang mengutak atik ponselnya dan sesekali tersenyum seperti sedang kasmaran.
Sebenarnya jika dilihat dari mata wanita, Rio itu tampan juga tapi sayang dia selalu menutup hati untuk para wanita, karena alasan dia ingin membahagiakan dulu orang tuanya.
"Rio dengan siapa kamu tersenyum" tanyaku pada Rio.
"Tidak pak cuman temen biasa" jawabnya merasa malu malu.
"Jangan bohong Rio pasti itu pacarmukan " ucapku sedikit menggodanya.
"Tidak pak" ucapnya lagi.
"Jika itu benar pacarmu aku ikut senang, setidaknya kamu bisa beristirahat sejenak dari kerjaanmu yang sangat berat itu" ucapku menasehatinya.
Rio tak menjawab hanya tersenyum saja mungkin dia merasa malu karena ucapanku.
Lama kami menunggu, hingga akhirnya pak Ardi keluar dari kantor polisi.
"Bagaimana pak" tanyaku yang masih penasaran.
"Berhasil nak Topan, polisi itu percaya dan akan menghukum pak Rama sesuai kasus pembunuhannya" jawab pak Ardi yang membuat kegelisahanku hilang.
Pak ardi dan Rio memutuskan untuk pulang ke hotel dan aku akan pergi ke perusahaan paman untuk mengambil alih perusahaan itu.
Aku pergi dengan naik taksi.
Sesampainya disana, semua karyawan paman melihatku dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
Aku harus menemui asisten papah dulu namanya pak Jaka.
'Semoga saja dia masih bekerja disini' batinku.
"Apa saya bisa bertemu dengan pak Jaka" tanyaku pada seseorang wanita.
"Pak Jaka ada di ruangannya pak" jawab wanita itu.
'Syukurkah pak Jaka masih setia bekerja disini, jika tak ada dia bagaimana aku mengelola perusahaan ini nanti' batinku
"Terima kasih" ucapku pada wanita itu.
Aku berjalan ke arah ruangan pak Jaka, tanpa diberi tau arah ruangannya dimana aku langsung menuju ruangannya.
'Semoga saja ruangannya masih yang dulu' gumamku sambil tersenyum karena tak bertanya dulu.
Tok.... Tok....
"Masuk" suara pak Jaka terdengar berat dari dalam.
Aku membuka pintu dan masuk kedalam.
"Selamat siang pak" ucapku.
"Nak Topan anda disini" ucap pak Jaka sambil tersenyum tak percaya padaku.
"Iya pak saya sudah memenjarakan paman dan sekarang saya akan mengambil lagi perusahaan ini" ucapku pada pak Jaka.
"Maaf nak Bapak tidak bisa membantu kamu" ucapnya menyesal.
"Tidak apa apa pak saya ngerti posisi bapak" ucapku.
"Apa kamu tau nak pak Rama selalu menyiksa karyawan yang telat datang dan karyawan yang sedikit lambat, bahkan aku pun tak pernah di gajih olehnya" keluh pak Jaka.
"Keterlaluan paman" ucapku.
Aku duduk di kursi dengan pak Jaka.
"Lantas apa yang sekarang akan nak Topan lakukan" tanya pak Jaka.
"Jadi begini pak saya butuh bantuan bapak untuk masalah ini" tanyaku.
"Bantuan apa bapak akan senang jika bapak bisa membantu" jawabnya.
__ADS_1
"Panggil semua karyawan untuk mengadakan meeting" ucapku pada pak Jaka.
"Baik nak akan bapak panggil semua karyawan ke ruangan meeting" ucapnya langsung mengambil telpon.
Pak Jaka sedang berbicara dengan sekertarisnya memerintahkan semua karyawan untuk ke ruangan meeting.
"Mari nak semua karyawan sudah berkumpul" ucapnya mempersilahkanku untuk mengikutinya.
Kami masuk ke ruangan meeting ternyata benar semua karyawan sudah terkumpul disana.
"Siang semuanya" sapa Pak Jaka.
"Siang" jawab mereka serempak.
"Kenalkan ini pak Topan Arya wijaya yang akan memimpin di perusahaan ini" jelas pak Jaka.
"Tapi pak bagaimana dengan pak Rama" protes seorang karyawan.
"Pak Rama sudah di penjara karena kasus, sebenarnya ada yang harus kalian ketahui, sebenarnya perusahaan ini bukan milik pak Rama tapi milik pak Arya Wijaya karena pak Arya sudah meninggal jadi sekarang perusahaan ini menjadi milik pak Topan sebagai putra tunggal dari pak Arya" jelas pak Jaka yang membuat semua orang diam.
Pak Jaka duduk dan mempersilahkan aku untuk berwawancara.
"Selamat siang perkenalkan nama saya Topan Arya Wijaya dan sekarang saya adalah pemimpin baru kalian, semoga kalian betah bekerja dengan saya" ucapku lantang memperkenalkan diri.
"Dan untuk sekarang saya akan menunjuk pak Jaka untuk menjadi direktur utama di perusahaan ini dan kita akan ganti nama perusahaan ini menjadi seperti semula lagi Wijaya Group" ucapku lagi.
Semua karyawan menyimak semua perkataanku dengan kondusif.
Semua meeting sudah selesai dan berjalan lancar, aku menyuruh pak Jaka untuk mengelola perusahaan ini dengan baik karena hanya pak Jaka yang aku percayai sekarang.
Dan sekarang masalahku sudah selesai tinggal pulang dan memecat karyawan yang sudah berkorupsi di perusahaanku.
'Nit aku akan pulang' batinku tak sabar bertemu Nita.
Mungkin kandungan Nita sekarang sudah menginjak 8 bulan.
Dan berada di kota orang selama 6 bulan sudah cukup membuatku Rindu berat dengan Nita dan mamah.
Aku tak akan mengabari Nita tentang kepulanganku biarkan ini menjadi suprise untuk mereka.
"Nita aku datang" gumamku yang sudah mengemas Rapi pakaianku kedalam koper, tinggal menunggu pemberangkatan pesawat yang akan aku tumpangi.
Semoga saja aku pesawatku berangkatnya siang ini jadi sore sudah sampai dirumah jadi tak kemalaman di jalan.
__ADS_1