
Sekuat tenaga Nita menenangkan Sarah, tetapi tubuh Sarah berubah menjadi lemas dan kakinya tak dapat lagi menopang tubuhnya yang sudah merasa lemas. Dan...
Brughhh..
Tubuh Sarah terjatuh kelantai, Sarah berbaring di lantai dia tak sadarkan diri karena akibat pusing yang berlebihan itu.
"Sarah" teriak Nita yang langsung menepuk nepuk pipi Sarah supaya dia cepat bangun dari pingsannya.
"Bangun Sarah, Sarah bangun Sarah" ucap Nita sambil meneteskan air matanya, dia tak tau kenapa Sarah bisa jatuh pingsan padahal dari tadi bersamanya Sarah baik baik saja.
Anjasmara menatap putrinya yang sudah tergeletak di lantai, dia tak menyangka kalau putrinya akan bersikap seperti orang gila bila berhadapan dengannya.
Anjasmara tak dapat berbuat apa apa dia merasa benci pada perbuatannya dahulu yang akan pernah membunuh putrinya sendiri.
"Sarahhh" teriak Anjasmara sambil menitikan air matanya mendekap lemah tubuh putrinya.
Topan dan Rama yang mendengar hal itu langsung berlari mendekat kearah Rumah Kosan yang banyak sekali teriakan histeris di dalamnya.
Namun Topan dan Rama tak gegabah mereka memilih melihat kejadian di dalam lewat jendela yang gordengnya terbuka.
Mata Rama menyipit melihat kejadian di dalam, karena kondisi jendela yang sudah mulai menghitam karena debu yang jarang di bersihkan, membuat pandangannya tak terlalu jelas.
"Bangun Sarah" teriak Nita yang sampai ke telinga Rama dan membuat Rama tak lagi bisa mengontrol emosinya.
Rama merasa cemas dan panik saat mendengar mereka membicarakan Sarah,
Rama langsung berlari masuk kedalam kosan itu dengan menendang pintu yang tertutup.
Brakk..
Pintu terbuka karena di tendang oleh Rama bahkan pintunya hampir rusak karena mendapat tendangan keras dari Rama.
Semua orang yang ada di dalam langsung menatap Rama yang sudah berdiri di ambang pintu dengan mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
"Kau" ucap Anjasmara yang melihat benci pada Rama.
Rama tak menggubris ucapan Anjasmara dia langsung merangkul tubuh Sarah yang berada di lantai, Rama mencoba membangunkannya dengan menepuk nepuk pipinya namun tetap saja tak ada jawaban.
Topan yang masih melihat kejadian itu dari arah luar hanya menyesali keteledoran Pamannya itu, siap tidak siap Topan harus menghadapi semuanya.
__ADS_1
"Tangkap Rama" ucap Anjasmara pada anak buahnya.
Dengan malas Gilang dan Tomi menangkap Rama yang sedang duduk di lantai mencoba membangunkan Sarah.
"Lepaskan aku" berontak Rama tak terima.
Topan dengan cepat langsung masuk kedalam dan menendang Tomi yang sedang memegang tangan Rama,
Bughh..
Tubuh Tomi terdorong kedepan akibat tendangan dari Topan.
"Mas Topan" teriak Nita sambil tersenyum senang karena melihat suaminya datang di waktu yang tepat.
Hilman yang tadinya hanya berdiri pun langsung melawan Topan yang sudah berani mengganggu temannya.
Sedangkan Rama yang merasa sudah ada kesempatan untuk melawan Gilang pun langsung mencoba melepaskan diri dan memukul Gilang.
Bughh..
Plakkk..
Bughh.
Sedangkan Rama sudah menampar Gilang sehingga membuat Gilang memegang pipinya yang terasa merah dan sakit.
Rama mengangkat tubuh Sarah dan akan membawanya ke luar dari rumah kosan itu, namun langkah Rama terhenti karena mendengar suara tembakan.
Dorrr...
Topan yang akan memukul Hilman pun terpaksa menghentikan niatnya karena mendengar suara tembakan yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Anjasmara sedang berdiri dan mengacungkan pistol ke langit langit rumah itu sehingga membuat atapnya rusak karena tembakan dari Anjasmara.
Dengan sigap Topan langsung merangkul Nita yang terduduk di lantai sambil memegang telinganya.
"Bangunlah Sayang" ucap Topan sambil membawa Nita berlari dari tempat itu.
Sedangkan Rama sudah membawa kabur Sarah.
__ADS_1
Gilang yang melihat Nita dan Topan berlari pun langsung tersenyum senang, setidaknya mantan kekasihnya itu selamat.
Namun Anjasmara mengarahkan pistolnya pada Topan dan Nita yang sedang berlari itu.
Dengan sigap Gilang langsung menyenggol lengan Anjasmara yang sedang memegang Pistol.
"Maaf tuan saya terpeleset" ucap Gilang berbohong.
Mereka berempat selamat dan bisa kabur dari kejaran Anjasmara dengan mobil Topan, Nita merasa lega karena sudah selamat dari kosan itu.
"Kau tidak terluka Sayang" tanya Topan sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan yang penuh untuk menjauh dari Anjasmara.
"Tidak mas" ucap Nita bernafas lega.
-
Anjasmara sangat geram pada Gilang karena Gilang pistolnya jadi hilang tak tau kemana, mereka sibuk mencari pistol sehingga membuat Topan dan Rama selamat dari tembakan Anjasmara.
"Ini semua karena ulahmu Bodoh, coba saja kau tak menyenggolku" geram Anjasmara sambil menarik kerah baju Gilang.
"Maaf tuan" ucap Gilang.
Anjasmara mendorong tubuh Gilang dengan kasar.
"Argghhh kenapa putriku menjadi seperti itu saat melihatku apa dia trauma pada kejadian tempo itu" ucap Anjasmara sambil menarik rambutnya prustasi.
"Ketemu tuan" ucap Tomi yang menemukan pistol Anjasmara yang jatuh di bawah lemari baju kecil milik Gilang.
"Baiklah kita cari mereka sekarang" ucap Anjasmara sudah tak sabar mau menghabisi Rama.
"Tuan apa tidak sebaiknya kita menunggu Non Sarah sembuh dahulu" usul Hilman supaya Anjasmara tak gegabah.
"Tapi aku sangat tak suka pada Rama" ucap Anjasmara.
"Sabar dulu ini demi kesembuhan putri anda" ucap Hilman.
Setelah berdebat panjang akhirnya Anjasmara memutuskan untuk pulang dan akan menemui Sarah besok, lagian Anjasmara juga sudah mendapat alamat rumah Lynda, tempat tinggal Sarah sekarang.
bersambung...
__ADS_1
***jangan lupa like comen dan votenya ya..
salam manis Author***...