
Akhir akhir ini Sarah terlihat murung, sehingga membuat Nita bertanya tanya karena perubahan sikap Sarah, Nita semakin yakin kalau Sarah sakit hati atas ucapan Topan malam kemarin.
Hari ini Lynda harus pergi ke luar kota dia harus melihat butiknya yang kemarin sempat mengalami kebangkrutan karena tak ada pembeli yang datang, jadi Lynda sendiri yang harus turun tangan membereskan semuanya.
"Nita mamah pergi dulu ya besok atau lusa mamah akan kembali, mamah juga sudah suruh Asih untuk pull time kerja di sini jadi kamu gak akan terlalu kecapean asuh Rayhan" ucap Lynda pada menantu kesayangannya itu.
"Iya mah hati hati di jalan ya, jangan lupa makan tepat waktu mah" ucap Nita.
"Iya sayang, Rayhan Nenek pergi dulu ya jangan nakal ya babby boy" ucap Lynda pada Rayhan.
"Buh oekk oekk" Rayhan menangis.
"Jangan nangis sayang Nenek akan cepat kembali" ucap Lynda lagi.
**
Setelah istirahat Topan segera membereskan pekerjaannya karena sekarang dia akan segera mencari bukti bukti untuk membebaskan Rama dari penjara.
Topan meraih kunci mobilnya yang berada di atas meja kantornya, Topan sudah janjian dengan pak Ardi saat jam istirahat sesuai dengan perjanjian Topan yang harus menjempus pak Ardi karena akan susah jika mereka beda mobil.
"Ayo pak" ucap Topan yang sudah sampai di perusahaan pak Ardi yang cukup dekat dengan perusahaannya Topan.
Pak Ardi masuk kedalam mobil Topan.
"Mau kemana dulu kita nak Topan" tanya pak Ardi.
"Kita langsung saja ke rumah bekas paman Rama siapa tau ada anak buahnya paman Rama disana dan bisa membantu dengan pembantunya" jawab Topan.
"Oke baiklah" ucap Pak Ardi.
Mobil Topan melaju ke rumah bekas Rama yang sekarang sudah menjadi milik orang lain karena di jual oleh Anjasmara.
Ada rasa malas pada diri Topan kalau harus mencari bukti yang belum tentu benar adanya, tapi Topan berusaha sabar dan sadar kalau dia memang harus melakukan semua ini, mau bagaimana pun juga Rama adalah paman dari Topan.
"Pak itu rumah paman Rama yang dulu" ucap Topan sambil memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
"Lalu dimana anak buahnya" tanya pak Ardi.
Topan menggeleng dia juga gak tau dimana rumah anak buahnya paman Rama bahkan kalau bertemu pun Topan tak akan mengenali wajah anak buahnya paman Rama.
"Apa kita ke kantor polisi dulu pak untuk menanyakan pada paman bagaimana bentuk wajah anak buahnya itu" ucap Topan.
"Jangan nak, kita sudah jauh jauh kesini kalau balik lagi tanggung".
"Iya sih tapi bagaimana lagi sekarang".
__ADS_1
" aku akan turun dan bertanya pada warga yang lewat kesini" ucap Topan.
Topan turun dari mobil dia berdiri bersandar pada mobil sambil menunggu warga sekitar lewat kesana, mata Topan memicing saat melihat seorang lelaki dengan memakai pakaian seperti bodyguard.
Lakilaki itu sedang memantau rumah Rama dari jarak jauh bahkan orang itu sesekali memotret rumah Rama dengan ponselnya, gerak geriknya sungguh membuat Topan curiga kalau dia bukan orang baik.
Topan mencoba mendekati lakilaki itu tapi lakilaki itu langsung lari saat melihat Topan mendekatinya, namun Topan berlari menyusul lakilaki itu.
"Tunggu" teriak Topan.
Namun lakilaki itu tak menghiraukan Topan dia terus saja berlari meninggalkan Topan, namun Topan berteriak.
"Tuan kamu sedang di penjara" teriak Topan.
Lakilaki itu langsung berhenti dan berbalik pada Topan yang sudah berdiri tak berlari lagi, Lakilaki itu mendekat kearah Topan.
"Apa tuan Rama di penjara" tanya lakilaki itu.
Topan mengangguk.
"Aku kesini ingin mencari bukti untuk membebaskan dia" ucap Topan.
"Kenapa bisa tuan Rama di penjara" tanya anak buah Rama dengan penasaran.
"Anda butuh apa tuan saya dan teman saya akan membantu" ucap Anak buah Rama.
"Aku akan mencari saksi dari pembunuhan itu".
"Baiklah tuan ikutlah ke markas kami, siapa tau teman saya yang lain tau siapa saja yang berada di rumah tuan Rama dulu" ucap anak buahnya itu.
**
Anjasmara masih marah karena Hilman tak bisa menjaga Sarah semalam, Hilman pun menolak untuk di salahkan karena itu bukan salah dirinya, bahkan Hilman sudah mengejarnya tapi Sarah lolos dari kejarannya.
"Memang Hilman kau tak bisa kerja, semua pekerjaanmu tak pernah ada yang beres" gerutu Anjasmara.
"Tuan kau tak bisa seenaknya padaku, hanya karena aku tak bisa menjaga Non Sarah tuan bilang kalau pekerjaanku tak pernah ada yang selesai, tuan seharusnya berpikir dulu sebelum bicara bahkan setiap pekerjaanmu aku yang selesaikan sampai beres tuan" ucap Hilman marah.
Anjasmara hanya menatap Hilman dengan tatapan marah bahkan Anjasmara tak bisa marah pada Hilman karena Hilman sangat berarti bagi hidupnya bahkan setiap urusan di perusahaannya Hilman yang handle.
"Jika memang kau tak bisa menghargai aku sebagai anak buahmu lebih baik kau pecat saja aku" ucap Hilman.
Anjasmara langsung pergi dari hadapan Hilman.
"Kenapa dia minta aku pecat" gerutu Anjasmara yang sudah berada di kamarnya.
__ADS_1
Bahkan wanita bayaran yang kemarin malam dia pesan pun masih berada di sana karena Anjasmara belum mengijinkannya pulang.
"Mas" ucapnya manja pada Anjasmara.
"Kau pergilah dari sini aku akan mentransfer gajimu" ucap Anjasmara.
"Baik mas" ucap Wanita itu.
Wanita itu langsung pergi dari kamar Anjasmara, dia melihat Hilman yang sedang duduk di sofa.
"Tuan" panggil wanita itu.
"apa" ketus Hilman.
"Mau kah kau ...." ucap wanita itu terpotong.
"Pergi dari sini nona" ucap Hilman ketus.
***
Topan yang sudah sampai di markas anak buahnya Rama langsung masuk kedalam markas bersama dengan pak Ardi yang sedari tadi mengikuti Topan keman mana.
"Apa yang bisa kami bantu tuan" sahut seorang lakilaki yang tadi di kejar Topan.
"Paman Rama bilang kalau saat kejadian di rumah itu ada pembantunya, apa kalian tau dimana pembantunya sekarang" tanya Topan.
"Kami pernah melihat pembantu tuan Rama, tapi dia sudah pulang kampung saat kejadian itu bahkan kami sangka juga tuan Rama sudah meninggal" jawab salah satu di antara anak buah Rama.
"Aku rasa keluarga korban tak akan menuntut tuan Rama, karenakan Jerry tak punya keluarga" ucap salah satu anak buah Rama.
"Teman yang satunya" ucap Topan.
"Aku rasa Dodit hanya punya seorang ibu deh, karena dulu pun dia tak pernah pulang ke rumahnya" ucap Anak buah Rama.
"Apa kalian tau dimana ibunya" tanya pak Ardi.
"Aku tau, apa kita bawa dia kesini" ucap anak buah Topan.
"Bawalah dia" ucap Topan.
bersambung...
***jangan lupa like comen dan votenya ya
salam manis Author***
__ADS_1