Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 145


__ADS_3

Pagi harinya Puput pergi ke rumah Nita untuk mengambil baju salinnya karena dia tak punya baju salin sedangkan baju Wini tak ada yang muat di badannya karena Wini bertubuh langsing sedangkan Puput sedikit berisi.


"Benar Put kau akan pulang, maaf ya aku gak punya baju untuk di pinjamkan" ucap Wini yang sedari tadi berada di samping Puput karena menemani Puput menunggu taksi pesanananya datang.


"Ya tak apa Win, bukan kamu yang salah badan aku aja yang padat berisi" ucap Puput.


"Put taksinya datang" ucap wini.


"Ya aku pergi sekarang ya kita ketemu di kantor nanti ya Win" ucap Puput sambil masuk ke dalam taksi.


"Ya Put".


Taksi jalan dari tempat itu menuju rumah Nita, Puput terus saja melihat jam tangannya karena tak mau terlambat datang ke kantor kalau dia terlambat bisa habis dia di marahi oleh Arka.


"Berhenti di sini saja pak" ucap Puput saat taksi itu sudah berhenti di depan gerbang rumah Nita.


Setelah selesai membayar Puput langsung masuk kedalam rumah Nita.


"Pagi kak" sapa Puput saat sudah masuk kedalam rumah Lynda dan melihat Nita yang sedang menyiapkan sarapan untuk anak anaknya.


"Put kau kesini kakak khawatir karena kamu semalaman tak pulang" ucap Nita.


"Ya kak aku nginap di rumah Wini" jawab Puput.


"Lalu sekarang apa kau tak kerja" tanya Nita.


"Kerja kak dan sekarang aku mau pinjam baju salin karena aku tak sempat bawa kemarin" ucap Puput.


"Baiklah kakak akan ambilkan baju punya kakak yang pas untukmu".


" kakak kita itu sebadan pasti pas lah".


"Kau gemuk Put" ucap Nita.


"Ya deh aku gemuk" pasrah Puput.


Setelah selesai memakai baju Nita yang serba panjang, Puput sudah bersiap akan berangkat ke kantornya tetapi Puput terlebih dahulu melihat Zia yang sekarang sedang berbaring karena sakit.


"Sayang cepat sembuh ya, maaf Aunty gak bisa lama lama di sini" ucap Puput.


Tapi karena Zia masih tidur jadi tidak mendengar ucapan Puput, dengan cepat Puput pun turun ke bawah dan pamitan pada Nita dan Lynda yang sudah ada di bawah.


Puput berangkat ke kantor menggunakan taksi online yang dia pesan di ponselnya walau pun cukup mahal untuk Puput tapi baik taksi adalah hal yang bisa membuat Puput terhindar dari polusi udara.


"Ya ampun semoga aku gak telat" ucap Puput yang sudah berada di gerbang kantornya.


"Sial Arka sudah datang lagi" gerutu Puput.


Dengan cepat Puput masuk kedalam dan naik lift di pencetnya angka yang di sana ada rungan Arka saat pintu lift akan tertutup satu tangan menghentikan jadi pintu lift terbuka lagi.


"Tuan" gumam Puput terkejut karena Arkalah yang menghentikan pintu liftnya.


Padahal dalam hati Puput dia ingin segera sampai ke atas supaya Arka tak melihatnya kalau hari ini dia telat hampir sepuluh menit.


"Sepuluh menit, kemana saja kau" tanya Arka sambil memencet angka pada Lift.


"Maaf, aku tadi ke rumah kak Nita dulu" jawab Puput gugup.


"Lain kali jangan ulangi lagi" tegas Arka.


"Siap tuan".


Pintu lift pun terbuka dengan cepat Puput keluar dan mengikuti langkah Arka yang akan masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


" aku berfikir kalau kau akan aku buatkan ruangan khusus untukmu" ucap Arka.


"Oh" ucap Puput singkat tapi membuat Arka bertanya tanya.


"Kau tak suka punya ruangan sendiri" tanya Arka penuh selidik.


"Tidak tuan, aku suka sangat suka" jawab Puput gugup.


"Tapi apa aku buatkan saja meja di ruanganku, jadi nantinya kalau aku butuh kamu langsung ada di sana".


" terserah tuan saja".


"Baiklah sementara begini dulu saja" ucap Arka.


Arka duduk di kursi kebesarannya sedangkan Puput duduk di sofa dan membuka laptop Arka yang sekarang sudah beralih ke tangan Puput.


"Sebentar lagi akan ada meeting dengan perusahaan lain aku ingin kau yang berpresentasi sekarang".


" tapi apa kau percaya padaku" tanya Puput karena takut kalau dia akan mengecewakan apa lagi Puput baru pertama kali presentasi.


"Aku percaya, dan ini berkas berkas yang harus kamu pelajari ingat perjanjian ini sangat menguntungkan bagi perusahaan kita dan kau jangan harus bagus berpresentasinya".


" siap tuan aku akan usahakan" jawab Puput walau pun hatinya sangat tak yakin karena dia tak biasa bicara di depan orang banyak.


Setelah selesai mempelajari isi untuk presentasi, Puput dan Arka sudah bersiap untuk menuju cafe yang sudah mereka sepakati dengan rekan bisnis Arka itu.


"Usahakan jangan gugup" ketus Arka.


"Siap tuan".


Mereka berdua masuk kedalam cafe itu dan benar saja banyak orang disana apa lagi rekan bisnis Arka itu semuanya laki laki dan terbilang masih muda.


Puput semakin merasa gugup dan grogi karena di lihat oleh laki laki yang tampan dan kaya raya sama seperti Arka.


"Tidak tuan".


Arka mengkode pada Puput untuk langsung memulai presentasinya, karena waktu pertemuan mereka sangat sedikit dan terbilang singkat.


Puput memulai presentasinya dengan bibir yang gemetar tetapi bahasa nya sangat bagus dan mudah di mengerti sampai sampai Arka melongo karena melihat Puput sangat lancar dalam menyampaikan presentasi.


" tuan Arka saya sangat terkesan dengan presentasi karyawan tuan ini, kalau boleh aku tau siapa namanya tuan" tanya laki laki muda tampan yang merupakan rekan bisnis Arka itu.


"Namanya Puput dia karyawan baru di perusahaan saya, terima kasih karena kalian mau mendengarkan presentasi pertama kalinya bagi Puput dan maaf jika adanya kesalahan dalam kata penyampaiannya" ucap Arka.


"Tidak tuan saya sangat tertarik pada presentasinya saya akan melakukan perjanjian ini".


" terima kasih pak".


Arka dan rekan kerjanya pun langsung berjabat tangan, menyetujui semua kosen kuesinya dan keuntungan yang nantinya akan terjadi di antara keduanya.


"Baiklah saya harus pergi sekarang, kerjaan saya masih sangat banyak" ucap Arka berpamitan.


"Ya tuan".


Arka dan Puput hendak pergi ke kantornya lagi tetapi tiba tiba Puput mendapatkan pesan dari pacarnya yang sudah menjalin kasih dengannya selama beberapa tahun ini.


" tuan bisakah aku makan siang di luar" tanya Puput.


"Mau kemana kamu" tanya Arka.


"Aku mau ketemu teman aku sebentar tuan bolehkan" tanya Puput.


"Tak boleh sekarang kita sibuk kerja, dan kau mau bertemu dengan teman yang tak membantu menyelesaikan masalah perusahaanku" ketus Arka.

__ADS_1


"Tuan sebentar saja ini penting" desak Puput.


"Tetap gak boleh bagaimana kalau nantinya kamu pergi dengan teman mu itu dan gak kembali lagi ke kantor".


" baiklah ijinkan aku bertemu dengannya sebentar dan kau boleh ikut bagaimana".


"Setuju" ucap Arka.


Puput turun dari mobil saat mobil itu sudah berhenti di taman tempat yang di janjikan oleh pacarnya Puput itu.


"Roy" sahut Puput saat melihat pacarnya yang sedang duduk di taman.


Sedangkan Arka yang penasaran dengan sosok yang akan bertemu dengan Puput pun langsung turun dari mobil dan memantau dari kejauhan.


"Put kita perlu bicara" ucap Roy.


"Bicara apa maaf ya aku juga harus kembali kerja jadi hanya punya waktu sebentar" ucap Puput.


"Tak masalah, oh ya Put maafkan aku sebelumnya tapi aku rasa kita sudah gak bisa jalani lagi hubungan ini apa lagi aku tau kamu bukan orang yang selama ini aku inginkan" ucap Roy to the poin.


"Apa? Jadi kamu mau kita putus" tanya Puput tak menyangka.


"Ya maafkan aku".


" tapi kenapa Roy, aku sudah kasih semuanya dan sekarang kamu mau kita putus dimana hati nurani mu Roy".


"Ya maafkan aku, aku salah, aku tau, tapi ini yang terbaik Put".


" apa karena aku tak kaya Roy, apa aku hanya dari kalangan orang miskin dan kamu dengan gampangnya memutuskan aku"


"Kalau kau tau itu syukurlah jadi aku tak perlu bicara apa apa lagi".


Puput hanya mematung mendengar ucapan Roy yang baru saja tak secara langsung sudah menghinanya.


" sekali lagi maafkan aku Put, aku pergi sekarang" ucap Roy sambil meninggalkan Puput sendirian tanpa sepatah kata pun.


Puput duduk di kursi taman itu dia menangis karena rasanya sakit hati apa lagi dahulu Puput selalu memberikan apa pun yang Roy minta padanya.


"Kamu jahat Roy" gumam Puput sambil menangis sesegukan.


Sedangkan Arka yang melihat kejadian itu hanya tersenyum getir melihat betapa rapuhnya Puput saat di putuskan oleh laki laki yang hanya mencintai Puput dari hartanya saja.


Arka berinisiatif untuk menenangkan Puput yang sekarang masih menangis sendirian di taman itu, Arka menyodorkan sapu tangan pada Puput.


"Usap air matamu" ucap Arka.


Puput pun mengambil sapu tangan itu dan mengelap air matanya yang keluar, Puput tak merasa malu pada Arka karena dia menangis di depan Arka yang Puput tangisi justru lebih besar dari malunya itu.


Apa lagi Puput dahulu sudah menitipkan tabungannya pada Roy dan kalau mereka putus bagaimana Puput akan mengambil tabungan yang sudah cukup besar itu.


"Jangan menangis kau pantas melepaskannya" ucap Arka menenangkan Puput.


"Tapi" ucap Puput terhenti saat tangan Arka mengusap air matanya.


"Kau tau kan rasanya kehilangan bagaimana, dan ini yang aku rasakan saat kau pergi dahulu".


" ayolah Arka aku tak mau membahas itu".


"Arka, hanya Arka" ketus Arka.


"Maaf tuan" ucap Puput masih terus mengusap air matanya menggunakan sapu tangan dari Arka.


"Baiklah hapus air matamu kita akan balik lagi ke kantor" ucap Arka.

__ADS_1


Mau tak mau Puput pun ikut dengan Arka masuk kedalam mobil dan kembali ke kantornya.


__ADS_2