
Karena pertengkaran tadi Puput akhirnya duduk di sofa ruangan Arka dan tak melakukan apa apa padahal harusnya dia sekarang sudah dalam perjalanan pulang ke kampung.
Arka hanya melirik sesekali pada Puput jujur saja Arka tak tega bicara begitu pada Puput tapi karena hari ini Moodnya sedang hancur karena datangnya Salwa ke kantornya itu.
"Kau tak lapar" tanya Arka karena sedari tadi Puput tak makan siang dan tak istirahat.
"Tidak" singkat Puput sambil memalingkan wajahnya dari Arka.
Arka melanjutkan lagi pekerjaanya yang sangat banyak itu, bukan tanpa alasan Arka melarang Puput pulang tapi rasanya Arka sangat ingin sekali melihat Puput di kantornya itu karena dengan melihat Puput, Arka bisa sedikit menghilangkan rasa kekesalannya.
"Put bisakah kamu kesini, tolong bacakan berkas ini mataku lelah karena lama lama melihat layar laptop" titah Arka.
"Ck kau saja yang kesini" ketus Puput.
Mau tak mau Arka berjalan mendekat kearah Puput karena Arka tau kalau Puput sangat marah padanya.
Tetapi saat Arka berjalan ke arah Sofa kakinya tersandung pada karpet yang ada di lantai.
Brughh..
Arka jatuh dan menindih Puput di atas sofa bahkan wajah mereka pun sangat dekat sekali membuat detak jantung Arka berdetak lebih cepat dari biasanya.
Mata mereka saling menatap satu sama lain tanpa mereka sadar mamahnya Arka datang kesana dan melihat adegan itu dengan shok karena tak percaya putranya itu akan melakukan hal aneh pada wanita tanpa ikatan apa pun.
Puput langsung tersadar.
"Arka bangunlah kau berat" teriak Puput menyadarkan Arka yang dengan anteng memandang Puput.
"Oh ya maaf" ucap Arka sambil bangun dari atas tubuh Puput.
Namun betapa terkejutnya Puput melihat seorang wanita paruh baya yang sedang melihat kaget pada Puput dan Arka, Puput lalu memberikan kode pada Arka untuk melihat wanita itu.
Paham dengan kode yang di berikan Puput, Arka pun melihat ke arah belakang dan mendapati mamahnya yang sedang berdiri mematung dengan tatapan kosong ke depan.
"Mamah" ucap Arka.
Seketika itu juga mamahnya Arka langsung terjatuh pingsan.
Arka dengan cepat menangkap tubuh mamahnya supaya tak jatuh ke lantai.
"Arka baringkan Nyonya di atas sofa" titah Puput.
Arka membaringkan mamahnya di sofa dan dengan cepat Puput mengoleskan minyak kayu putih pada kepalanya dan pada hidungnya sedikit.
"Apa Nyonya punya riwayat penyakit" tanya Puput.
"Seingat aku mamah tak punya penyakit".
" apa dia shok melihat kita tadi" ucap Puput.
"Mungkin".
"Ini semua salah kamu Arka" ucap Puput.
"Kenapa salah aku salahkan saja karpet itu aku jatuh karena tersandung karpet itu" bantah Arka.
"Sudah Arka bersikaplah dewasa jangan salahkan karpet dia itu benda mati kau yang salah karena tak hati hati".
"Sudah jangan membantah Put, lihat mamaha aku masih pingsan, entah apa yang dia pikirkan tadi" ucap Arka.
"Diam kita tak melakukan apa apa" ucap Puput.
"Ck siapa juga yang berpikir begitu aku tak suka pada wanita sep... " ucap Arka terhenti saat melihat mamahnya sudah sadar dan hendak bangun.
"Mah hati hati" ucap Arka sambil membantu mamahnya untuk duduk di sofa.
Puput menyodorkan segelas minuman pada mamahnya Arka dan mamahnya Arka pun meminumnya hingga tandas, tetapi pikiran Puput masih terngiang ngiang pada ucapan Arka yang mengucap kalau dia tak suka wanita.
"Apa Arka suka sesama jenis" batin Puput dan langsung bergidik ngeri membayangkannya.
Dengan cepat Puput menepis pemikiran itu dan dia langsung mendekati mamahnya Arka yang sekarang sedang duduk di atas Sofa.
"Nyonya anda baik baik saja kan" tanya Puput.
"Ya" ucap mamah Arka sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
"apa perlu aku bawakan obat Nyonya" tanya Puput.
"Jangan".
" mamah kenapa datang kesini tanpa mengabari Arka dulu" protes Arka.
"Mamah hanya ingin melihat perusahaan kamu saja tapi saat mamah masuk mamah melihat kalian sedang" ucap mamah Arka tak melanjutkan ucapannya.
"Kami tak melakukan apa apa mah" bantah Arka.
"Tapi yang mamah lihat tadi benar Arka kalian sedang melakukannya tanpa hubungan apa pun" ucap mamah Arka.
"Tidak Nyonya ini salah paham" ucap Puput meyakinkan.
"Ya ampun bagaimana refutasi mamah kalau teman teman mamah tau anak bungsu mamah melakukan hubungan dengan asistennya sendiri" ucap mamah Arka.
"Mah kami tak melakukan apa apa" bantah Arka.
"Pokoknya kalian harus menikah".
"Apa" pekik Arka dan Puput secara bersamaan.
**
Sedangkan di kampung Nita sedang menunggu kehadiran Puput karena harusnya sekarang Puput sudah sampai di kampung tetapi sejak tadi tak ada tanda tanda kedatangan Puput.
"Sudah Nit, mungkin Puput tak akan datang" sahut Lynda.
"Tapi mah tadi Puput bilang kalau sekarang akan pulang kan".
" Nita jarak dari kota B ke kampung ini tuh jauh loh, mungkin Puput tak akan datang sudah kita masuk saja ya" ucap Lynda.
"Ya mah tapi aku akan coba menelponnya" ucap Nita sambil mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
Drttt drttt..
Puput yang masih kaget karena mamahnya Arka menyuruh mereka menikah langsung tersadar saat mendapati ponselnya berbunyi.
"Maaf Nyonya saya angkat telpon dulu" ucap Puput.
"Jangan lama lama" bukan mamahnya Arka justru Arka lah yang menjawabnya.
Dan saat mamahnya Arka menyuruh Galih untuk mencari tau ternyata Arka menemui Puput yang katanya saat itu Puput kehilangan bapaknya, sebenarnya mamah Arka merasa sedih atas kabar itu.
Tapi mau bagaimana lagi mau datang pun malu karena mereka tak saling mengenal, makannya dengan cara ini mamah Arka yakin kalau Arka akan cepat nikah dan dia juga yakin kalau Puput adalah wanita yang baik buat Arka.
[Hallo kak, maaf kak aku tak bisa datang kesana] ucap Puput sedih.
[Tapi kamu baik baik saja kan Put] tanya Nita.
[Aku baik tapi sampaikan maaf aku pada ibu kalau aku tak bisa datang kesana karena kerjaan sedang menumpuk di sini] bohong Puput.
[Ya tak masalah, tapi kamu disana akan tidur di mana] tanya Nita.
[Aku akan tidur di kosan Wini, kakak jangan khawatir].
[Ya put jaga diri ya].
[Ya kak].
Obrolan itu pun di dengar oleh mamahnya Arka dan Arka juga karena Puput mengangkat telponnya di rungan itu.
"Maaf Nyonya kakak saya menelpon" ucap Puput pada mamah Arka.
"Pokoknya kalian harus menikah, secepatnya" ucap Mamah Arka.
"Tapi mah" ucap Arka.
"Tak ada tapi tapian, kamu mau kan menikah dengan Arka pliss kamu mau ya mamah takut kalau terjadi apa apa pada kamu, bagaimana kalau kamu hamil" ucap Mamahnya Arka.
"Nyonya tidak saya tidak hamil" bantah Puput.
"Pokoknya kalian harus menikah mamah yakin kalian akan hidup bahagia, kamu mau kan" tanya mamah Arka lemah lembut sehingga membuat Puput tak tega jika harus menolaknya.
Puput menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Saya mau Nyonya" ucap Puput.
"Syukurlah setidaknya apa pun yang terjadi padamu nanti Arka akan bertanggung jawab".
"Ya" ucap Puput pasrah.
"Baiklah mamah akan pulang dulu, ingat malam ini kamu harus ikut ke rumah bersama Arka mamah akan kenalkan kamu pada keluarga besar" ucap mamah Arka.
"Apa malam ini" tanya Arka.
"Ya pokoknya tak ada penolakan".
Setelah mentap kepergian mamahnya Arka.
Puput terduduk lemas di sofa.
" kenapa kamu mengiyakan ucapan mamah" tanya Arka.
"Aku gak tau" jawab Puput.
"Ck kau ini semakin menambah rumit saja" ucap Arka.
"Maafkan aku tapi..." ucap Puput terpotong
"Tapi kamu takut kamu hamil" tanya Arka dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Hamil kau gila Arka, mana ada hamil melakukan juga tidak".
" bisa saja kan kamu melakukannya dengan mantanmu dan meminta tanggung jawab padaku".
"Buang pikiran kotormu itu Arka kalau pun iya aku tak akan meminta kau menjadi ayah dari anak ku".
Dengan ucapan Puput yang seperti itu Arka malah berfikir kalau Puput memang pernah melakukan sesuatu dengan mantannya itu.
Malam harinya Arka mengajak Puput datang ke rumahnya, tetapi karena Puput tak bawa baju salin Arka mengajak Puput membeli dulu pakaian ganti.
Di sebuah Mall yang besar Arka dan Puput sedang memilih baju yang pas untuk Puput pakai malam ini, bahkan Arka pun turut memilihkan baju untuk Puput.
" yang ini" tanya Puput pada Arka.
"Tidak kau akan terlihat tua dengan pakaian itu" jawab Arka.
"Lalu yang mana" tanya Puput.
Sudah beberapa baju yang Puput perlihatkan pada Arka tapi Arka bilang bajunya tak baguslah bajunya kegedeanlah bahkan Arka sampai bilang kalau Puput akan terlihat tua dengan baju itu.
Puput yang kesal pun berniat untuk mengerjai Arka dengan memilih baju lingrie berwarna hitam teransparan yang kalau di pakai maka kulit pun akan terlihat jelas.
"Yang ini" tanya Puput.
Glekk..
Arka menelan salivanya melihat lingrie yang berada di tangan Puput, pikiran Arka traveling saat melihat Lingrie itu Puput dekatkan dengan tubuhnya.
"Baguskan" tanya Puput.
"Ganti jangan yang itu, pakai saja gaun yang kamu ambil tadi aku akan tunggu di luar" ucap Arka mencoba menepis pikiran kotornya itu.
"Huuh dasar" gerutu Puput menatap kepergian Arka.
Puput langsung mencoba gaun yang berwarna pink itu, sedangkan Arka menunggu di kasir karena ingin membayar baju itu.
"Saya ambil baju itu" ucap Arka sambil menyodorkan kartu Atm nya untuk membayar.
Mereka berdua masuk kedalam mobil, jujur saja Puput risih memakai baju itu karena belahan dadanya sangat terlihat jelas jika memakai baju itu.
"Arka apa kau yakin aku memakai baju ini, lihat bahkan bagian atasnya sangat terbuka" protes Puput.
"Lalu apa kau akan memakai baju yang hitam tadi" tanya Arka.
"Ck kau ini".
" tapi kayanya baju yang tadi cocok untuk mu Put" tanya Arka.
"Sudah diamlah".
__ADS_1
**baru saja lihat Lingrie Arka sudah begitu apa lagi kalau melihat isinya, dasar Arka.
Ayo teman teman like dan komennya jangan lupa**