Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 160


__ADS_3

Mereka pulang ke kediaman Arka, Puput di sambut dengan sangat baik apa lagi seluruh keluarga ada di sana untuk menyambut mereka.


"Selamat datang pengantin baru" ucap keluarga Arka serempak.


"Wahh terima kasih Nyonya" ucap Puput.


Perkataan Puput itu dapat membuat semua orang diam dan saling melirik satu sama lain.


"Loh kok Nyonya, panggil aku Mamah dong kan kamu sudah jadi istri Arka" ucap Luna.


"Maaf Mah Puput lupa" ucap Puput malu malu.


"Ayo masuk kita ngobrol di dalam" ucap Leo.


Mereka semua duduk di sofa, di sana ada bibi Maya dan suaminya juga bahkan ada Arga kakaknya Arka di sana.


Arga berjalan menghampiri Arka dan Puput dengan membawa hadiah di tangannya.


"Happy Weding" ucap Arga.


"Makasih Kak" ucap Arka sambil memeluk kakaknya.


"Terima kasih pak Arga" ucap Puput.


"Ya sama sama" ucap Arga.


Malam harinya Puput dan Arka berada di dalam kamar karena Puput merasa sangat mengantuk dia tidur tetapi keberadaan Arka membuat Puput terbangun dari tidurnya.


"Put" ucap Arka sambil menggoyang goyangkan tangan Puput.


"Apa" tanya Puput dengan suara khas orang tidur.


"Ayo kita lakukan sekarang" ucap Arka.


Mata Puput melotot mendengar hal itu, karena Puput tak akan mungkin memberikan kesuciannya sekarang pada Arka karena mereka menikah karena kontrak maka tak ada cinta pada diri Arka.


Sedangkan Puput dulu dan sekarang pun dia sangat mencintai Arka, tapi Puput tak tau bagaimana perasaan Arka padanya apa sama dengan perasaan Puput.


"Aku gak bisa maafkan aku Arka" ucap Puput bangun dan menatap Arka dengan tatapan penuh menyesal.


"Kenapa" tanya Arka.


"Aku gak mau kita melakukannya dengan terpaksa, Arka aku tau orang tua kamu ingin punya cucu apa lagi ucapan mereka tadi siang yang dengan jelasnya mereka bertanya kapan kita akan punya anak tapi Arka aku tak bisa kalau kau terpaksa melakukannya" ucap Puput.


Flash Back onn..


Siang tadi saat pulangnya Arka.

__ADS_1


Semuanya duduk di Sofa dan saat itu dengan jelas kalau Luna dan Leo sangat menginginkan cucu dari Arka dan Puput.


"Kapan kalian akan punya anak" celetuk Luna.


Puput dan Arka saling bertukar pandang, mereka tak tau harus menjawab apa karena mereka juga belum melakukan apa apa.


"Kak apa ini tak terlalu cepat untuk mereka yang baru menikah" ucap Maya.


"Ck kau May, aku ini sudah tua dan aku belum punya cucu kan jadi aku sangat ingin menimang cucu May" ucap Luna sambil cemberut.


"Aku juga mau seperti kalian bahkan istrinya Angga juga kan sedang mengandung dan kalian akan segera punya cucu" ucapnya lagi.


"Mah kan ada bayinya kak Arga itu juga cucu mamah, jadi sama sajakan" ucap Arka.


"Beda Arka mamah itu ingin penerus keluarga Marta Jaya sedangkan bayinya Arga hanya cucu tiri mamah itu pun mamah tak pernah di ijinkan memegangnya" ucap Luna.


"Mah besok aku akan bawa Bayi itu" ucap Arga sambil menyeruput kopi.


"Tidak perlu mamah hanya mau bayi dari Arka dan Puput, jadi mamah Mohon jangan kecewakan mamah" ucap Luna.


"Ya mah" ucap Puput mengalah karena di tatap tajam oleh Leo.


"Tuh kan istri kamu juga mau tapi kenapa kamu yang ribet Arka, apa jangan jangan kamu" ucap Luna pada Arka.


"Apa mah" tanya Arka panik.


Hahahahah


Semua orang yang ada di sana langsung tertawa mendengar hal itu.


"Kau ini ada ada saja masa Arka tak bisa melakukannya, apa lagi sekarang tekhnologi semakin canggih" ucap Leo tertawa terbahak bahak.


"Benar kakak ini suka sekali menggoda Arka" ucap Maya.


"Ya aku hanya menebak saja" ucap Luna.


Puput dan Arka hanya saling memandang saja karena tak tau harus bilang apa.


Flash back off


Arka memandang Puput dengan tatapan kecewa.


"Arka maafkan aku" ucap Puput lagi.


"Tak masalah, aku ngerti kok" ucap Arka dan langsung turun dari ranjang membawa bantal dan guling.


"Mau kemana" tanya Puput bingung.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Arka, dan dengan cepat Arka rebahan di sofa yang ada di kamar itu, karena mau keluar pun tak mungkin Arka lakukan karena takutnya mamah dan papahnya akan marah.


Puput bangkit dan mendekat kearah Arka.


"Kalau aku tak bujuk sekarang bisa bisa Arka marah setahun padaku" gumam Puput.


"Arka maafkan aku" ucap Puput duduk di Sofa dekat perut Arka.


"Tidurlah sudah malam" ketus Arka.


Karena tak mau Arka semakin marah Puput langsung bangkit dan menindih tubuh Arka bahkan Puput pun memeluk Arka.


"Lepaskan aku, kau tidurlah" berontak Arka.


"Tak mau asalkan kau maafkan aku baru aku akan lepaskan" ucap Puput.


"Ck ayolah" ucap Arka kesal.


Arka bisa melihat jelas bibir ranum Puput yang berada tepat di hadapannya, bahkan Arka menelan salivanya karena merasa bibir Puput sangat lah menggodanya.


Arka meraup bibir Puput dan membuat Puput melotot dan berontak karena merasa nafasnya habis karena bisa sedekat itu dengan Arka, Puput mencubit lengan Arka dengan sangat keras.


Karena merasa sakit tanpa sengaja Arka mendorong Puput dengan sangat keras sehingga membuat Puput terjatuh ke lantai dan..


Bughh..


Puput jatuh dan pantatnya tepat membentur lantai dengan cukup keras.


"Awsss hikss hikss" Puput meringis kesakitan di area pantat dan pinggangnya.


"Ya ampun" ucap Arka yang sadar kalau dia sudah mendorong Puput.


Arka langsung jongkok di hadapan Puput.


"Kau tak apa, maafkan aku Put aku tak sengaja sungguh aku menyesal" ucap Arka panik karena Puput terus saja meringis kesakitan.


"Arka sakit Hiksss hikss" ucap Puput.


"Maafkan aku, aku gak sengaja" ucap Arka, karena kasihan pada Puput Arka pun memeluk Puput dengan erat guna menenangkan Puput.


Arka menggendong Puput naik ke atas ranjang, dengan masih sangat cemas Arka menyelimuti Puput dan mengusap air mata Puput yang keluar bahkan Puput pun bisa melihat dengan kelas kalau wajah Arka panik dan khawatir bahkan mata Arka juga sudah hampir berkaca kaca.


"Maafkan aku, aku memang kasar Put" ucap arka.


Puput memegang tangan arka.


"Jangan lakukan lagi" ucap Puput.

__ADS_1


Arka tidur di samping Puput dan memeluk Puput karena tak mau kehilangan Puput.


__ADS_2