
Akhir akhir ini Puput menjauh dari Arka dan itu membuat Arka menjadi susah untuk membuat Puput sembuh dari penyakit hatinya itu.
Arka mencoba mendekati Puput namun Puput seolah menjauh dari Arka, Puput tak mau kalau Arka selalu kesusahan bila dekat dengannya, Puput pun merasa tak enak hati karena sering marah ada Arka hanya karena masalah sepele.
"Put" sapa Arka yang mencoba mendekati Puput.
Namun Puput tak menggubris ucapan Arka, dia hanya Fokus pada bukunya saja.
"Put kamu kenapa" tanya Arka.
Puput masih tak menggubrisnya dia hanya fokus pada bukunya yang sudah menumpuk di meja.
"Apa aku punya salah Put" tanya Arka.
"Tidak" ucap Puput singkat.
"Kok begitu, baiklah kamu mau apa aku akan berikan asalkan kamu gak marah lagi" ucap Arka.
"Aku mau menikah" ucap Puput sambil tersenyum kecut.
Arka menelan salivanya.
Dia sangat tak menyangka kalau Puput akan meminta hal itu lagi.
"Put aku gak bisa" ucap Arka.
"Sudah aku duga, kau memang takut untuk menikah denganku Arka permintaan kecil pun tak pernah kau berikan apa lagi kalau aku minta bintang padamu Arka" ucap Puput ketus.
"Aku akan menikahimu Puput tapi bukan sekarang tapi nanti" ucap Arka sungguh sungguh.
"Kapan Arka" bentak Puput.
"Nanti" ucap Arka.
***
Nita sudah konsultasi dengan Dokter psikiater dan Dokter pun sudah menjelaskan kalau memang benar Puput mengalami trauma karena dahulu dia mendapat bullyan dari teman temannya.
"Nona kenapa tak dari dulu bicarakan ini, aku kira Penyakit Adikmu sudah sangat parah sekarang" ucap Dokter itu menyayangkan penyakit Puput.
"Aku juga baru tau sekarang Dok, bahkan orang tuaku pun tak membicarakannya" ucap Nita.
"Baiklah Nona jika kau merasa kesulitan bawa saja dia kesini" ucap Dokter.
"Terima kasih Dok" ucap Nita.
Nita langsung pulang karena tak mau membiarkan Rayhan dengan bi Iyem karena Bi Iyem pun banyak pekerjaan di rumah Lynda.
"Apa aku memang membuat kesalahan pada Puput, sehingga Puput sangat membenciku" gumam Nita.
Air mata Nita menetes tanpa aba aba, bahkan dia merasa sangat bersalah karena tak memberikan Puput kebahagiaan sehingga Puput mendapatkan Bullyan dari teman temannya.
"Aku akan buat Puput sembuh supaya dia tak lagi membenciku" gumam Nita.
-
Topan melihat kalau akhir akhir ini Nita sering melamun dan bahkan sering menangis di belakang Topan.
Topan mendekatinya mencoba untuk menanyakan kenapa istrinya itu bisa bersedih.
__ADS_1
"Nita kenapa" tanya Topan.
"Mas, tidak aku hanya kurang sehat saja" jawab Nita.
"Jangan banyak pikiran, mas yakin Puput akan segera sembuh kok apalagi bocah itu sudah setuju untuk membantu kita" ucap Topan menenangkan Nita.
"Mas aku gak sangka Puput adik kecilku akan mendapatkan trauma separah ini, padahal aku tak pernah membeda bedakannya" ucap Nita.
"Sudahlah kamu tenang Nita kita akan usahakan Puput untuk sembuh" ucap Topan.
"Makasih mas".
Topan menganggukan kepalanya, Topan membawa Nita kedalam dekapannya untuk sekedar menenangkan Nita.
Dan hanya Topanlah yang mampu membuat Nita menjadi tenang dan merasa nyaman.
-
Nita duduk di meja makan dia sedang memakan bakso berkuah pedas yang sangat dia idam idamkan, Nita menikmati bakso itu dengan sangat tenang.
Sedangkan Rayhan yang sekarang sudah bisa merangkak dan duduk tegap itu di asuh oleh Topan.
Karena Rayhan yang sudah menginjak usia 9 bulan jadi Nita sangat kesusahan menjaganya, karena takut Rayhan mengambil sesuatu dari lantai dan memakannya.
Nita masih memakan bakso itu dengan lahap, Sarah yang sedari tadi berada di kamarnya pun merasa bosan dan ingin keluar jalan jalan.
Sarah berjalan kearah dapur dan menemui Nita yang sedang makan bakso yang sangat menggoda perut Sarah.
" mau" ucap Sarah pada Nita.
"Yahh abis, beli aja Sarah" ucap Nita.
"Iya sih, oh ya Sarah bagaimana kalau kita makan rujak saja, kita buat bareng" ucap Nita antusias.
"Oke deh ayo" ucap Sarah tak kalah senang.
Pedas? Hanya itulah makanan paforit kedua bumil ini, mereka sangat menyukai makanan pedas apa lagi kalau makanannya saat siang hari membuat mood mereka jadi baik.
Rujak buatan kedua bumil itu sudah siap, tanpa aba aba mereka langsung memakannya dengan lahap.
"Enak gak" tanya Nita.
"Enak tapi sayang kurang pedas Nit" ucap Sarah.
"Udahlah jangan terlalu pedas, aku takut sakit perut" ucap Nita.
Mereka berdua menghabiskan rujaknya tanpa tersisa sedikit pun.
**
Akhir akhir ini Puput sangat rajin dan giat belajar berbeda dengan biasanya, sikap Puput bisa di bilang sangat berbeda dari sebelumnya bahkan Puput pun menjadi sedikit pendiam.
Puput membaca buku di perpustakaan bahkan banyak sekali buku yang Puput pelajari, dia membaca buku cara menjadi seorang presenter bukan itu saja semua buku yang berada di atas meja pun berisikan tentang pekerjaan presenter.
Arka yang melihat itu hanya tersenyum,
Semoga saja dengan begini Puput akan menjadi lebih baik dan bisa dengan cepat melupakan kebenciannya pada Nita kakaknya sendiri, pikir Arka.
Arka mencoba mendekati Puput yang berada di meja pojokan perpustakaan itu biasanya tempat itu adalah tempat Paforit untuk Arka namun karena Puput yang menempatinya Arka tak marah.
__ADS_1
"Hay Put boleh ikut gabung" tanya Arka.
"Hem" ucap Puput tak melihat kearah Arka.
"Put mau gak pulang bareng" tanya Arka.
"Gak perlu aku akan pulang ke kosan" ucap Puput sambil matanya fokus pada buku yang berada di tangannya.
"Kenapa? Gak tinggal dengan kak Nita" tanya Arka.
"Tidak" jawabnya singkat.
Arka hanya menarik nafas panjang dia harus banyak bersabar jika harus menghadapi Puput yang sudah sedikit berubah.
Arka terus saja memandangi Puput dan hal itu membuat Puput menjadi sangat risih karena terus saja di perhatikan oleh Arka.
Saat Puput hendak pergi dari sana, Arka menahan tangan Puput sehingga membuatnya tertahan dan kembali duduk lagi, namun dengan cepat Puput melepaskan cekalan tangan Arka.
"Ada apa" ketus Puput.
Arka menggeleng.
"Yaudah kalau gak ada yang penting gak usah dekati aku" protes Puput.
"Maaf" ucap Arka lembut.
"Arka kau ingat kan kalau kau pernah menolakku, jadi aku mohon jauhi aku" ucap Puput.
"Maaf aku gak bermaksud tapi benar Put aku belum siap untuk menikahimu" ucap Arka.
"Oh my god bukan itu, tapi kau pernah menolakku karena aku membenci kak Nita kan" ucap Puput.
"Iya, aku mohon Put buang jauh jauh rasa benci itu, kau membenci kakakmu tanpa alasan yang jelas" ucap Arka.
"Aku sudah berusaha ka, tapi aku gak bisa rasa sakit hatiku lebih besar dan masih membekas hingga sekarang" ucap Puput.
"Kau sakit hati karena hinaan teman temanmu Put, kenapa kau menyalahkan kak Nita atas semua kesalahan teman temanmu" ucap Arka mencoba menyadarkan Puput.
"Karena kak Nita tak memberi kebahagiaan padaku Ka padahal dia sudah sangat mampu untuk membeli hinaan teman temanku dulu" ucap Puput.
"Kau bukan membenci kak Nita put tapi kamu iri pada kehidupan kakakmu yang serba berkecukupan, kau iri karena kau tak pernah mendapat apa yang kak Nita dapatkan, kau adiknya Put apa tak bisakah kau mendukung kakakmu apa lagi sekarang kak Nita sedang hamil dan sudah punya anak seharusnya kau ikut senang bukan malah membencinya seperti ini" ucap Arka tegas pada Puput.
"Kau gak akan ngerti Arka" ucap Puput.
"Bahkan aku cukup mengerti Put, kak Nita sudah memberikan kebahagiaan untukmu sehingga kau bisa berkuliah disini dan memakai semua pakaian yang bagus bagus itu, lalu apa lagi yang tak kau miliki Put dan itu semua berkat kakakmu" ucap Arka.
"Diam Arka kau tak akan tau rasanya jadi aku" bentak Puput.
"Aku sangat paham, aku sangat mengerti kalau harus berada di posisimu saat ini" ucap Arka.
Puput tak bisa menjawab dia mencerna kembali semua ucapan yang sudah Arka ucapkan barusan.
Apa ucapan Arka benar? Apa benciku tak beralasan? Apa kak Nita menyayangiku? Tidak, itu tidak mungkin kak Nita sudah jahat, kak Nita juga yang membuat aku malu di hadapan teman temanku dulu, batin Puput.
Puput memegang kepalanya yang sakit karena harus berpikir keras, Puput merasa kalau pengelihatannya menjadi kabur dan tubuhnya lemas kepalanya sangat pusing matanya melihat keadaan sekeliling yang seperti berputar putar layaknya bola yang menggelinding.
Brughhh....
bersambung...
__ADS_1