
Drtt.. Drtt
Ponsel Nita berbunyi padahal waktu masih menunjukan pukul 4 pagi, dengan cepat Nita mengambil ponselnya siapa tau saja ada hal yang penting karena akhir akhir ini kesehatan pak Robi bapaknya Nita mulai menurun.
"Nomornya tak aku kenal" gumam Nita.
[Hallo dengan siapa] tanya Nita saat panggilan telponya sudah tersambung.
[Hallo kak Nita] ucap seseorang di sebrang sana yang suara nya tak asing bagi Nita.
[Puput] ucap Nita sambil tersenyum karena sudah hampir lima tahun ini mereka tak saling bertukar kabar.
[Kak aku akan pulang hari ini dan sekarang aku sedang dalam perjalanan] ucap Puput.
[Benarkah] tanya Nita tak percaya.
[Heeh, kak aku akan ke rumah kakak dulu dan setelah itu aku akan pulang ke kampung] ucap Puput.
[Baiklah kakak akan tunggu kedatangan kamu] ucap Nita.
Setelah itu Nita langsung bangun dan menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan Puput, bahkan Nita juga berencana akan pulang kampung karena mau menemui kedua orang tuanya yang ada di kampung.
Walau pun sering melakukan telpon tapi rasanya Nita kurang puas kalau tak melihatnya langsung.
"Tumben jam segini sudah bangun Nita" tanya Topan yang hendak ke dapur untuk mengambil minum dan melihat Nita yang sudah akan masak di dapur.
"Mas, aku mau masak karena sekarang Puput mau pulang" ucap Nita.
"Puput? Pulang?" tanya Topan.
"Ya mas tadi Puput telpon aku".
"Sudah hampir beberapa tahun ya kita gak ketemu Puput" ucap Topan.
"Ya mas, tapi mas aku akan ikut Puput ke kampung boleh kan" tanya Nita.
"Sekarang" tanya Topan.
"Ya mas".
" tapi aku gak bisa ikut Nita aku ada pertemuan penting penting hari ini, kamu gak apa kan di antar oleh pak supir" tanya Topan.
"Tak apa mas".
"Baiklah aku akan bersiap sekarang, biar aku bangunkan anak anak ya" ucap Topan.
__ADS_1
Topan langsung berjalan ke arah kamarnya untuk membangunkan Zia dan Rayhan.
"Ray, Zia ayo bangun cepat mandi" ucap Topan.
"Euuhh Papah aku masih ngantuk" ucap Zia menarik selimutnya menutupi badannya.
"Dasar pemalas, ayo Ray bangun mamah akan ajak kalian ke kampung bertemu Nenek di kampung" ucap Topan membangunkan Rayhan.
"Hah Really pah" ucap Rayhan yang langsung bangun karena senang mendengar kalau dia akan pergi ke kampung.
"Really My Boy" ucap Topan.
"Asikk, aku akan ikut ke kampung tapi Pah biarkan saja Zia di sini jangan ajak dia" ucap Rayhan senang.
"Huuhh kakak aku yang akan ikut kau di sini saja" teriak Zia marah pada Rayhan.
"Diam, Diam Papah pusing melihat pertengkaran kalian" teriak Topan.
"Papah bukan aku yang mulai duluan tapi Zia" bantah Rayhan.
"Papah bukan Zia".
" Ya sudah kalian ke kamar mandi sekarang" ucap Topan.
Setelah selesai semuanya duduk di meja makan dan menikmati makanan yang di buatkan oleh Nita tadi pagi, sedangkan Nita langsung bergegas mandi karena nantinya dia akan langsung berangkat.
"Ya mas hati hati ya".
" kamu juga ya, kalau mau nginap telpon dulu mas" ucap Topan.
"Ya mas".
Saat Topan hendak keluar dia melihat seorang wanita dengan menyeret koper yang cukup besar, mata Topan memicing melihat kalau wanita itu ternyata tak lain adalah adik iparnya.
" put kau sudah datang" tanya Topan.
"Ya kak, dimana kak Nita dan keponakanku" tanya Puput.
"Ada di dalam, langsung masuk saja aku akan berangkat kerja sekarang".
Puput langsung masuk kedalam rumah Lynda dia langsung mencari keberadaan kakaknya yang sudah beberapa tahun ini mereka rindukan.
" kakak" sahut Puput.
Zia dan Rayhan langsung melihat bagaimana rupa bibi nya itu karena selama lima tahun ini mereka belum melihatnya karena Puput yang tak pernah pulang.
__ADS_1
"Apa kau bibi" tanya Zia.
"Kalian keponakan ku kan" ucap Puput, dengan cepat memeluk kedua keponakannya itu.
"Mamah" teriak Zia dan Rayhan bersamaan.
Dengan cepat Nita datang dan terkejut melihat Puput yang sekarang penampilannya sangat berubah derastis apa lagi sekarang Puput terlihat sangat dewasa.
"Put".
" kak Nita" gumam Puput.
Puput langsung memeluk Nita dengan erat,
"Kak aku rindu, lama kita tak bertemu" ucap Puput.
"Ya Put, kau sangat berubah sekarang" ucap Nita.
"Ya kak aku harus menjadi dewasa kan sekarang" ucap Puput.
"Ya Put kau sangat dewasa sekarang" ucap Nita sambil mempersilahkan Puput untuk duduk di Sofa ruang tengah.
"Apa kamu mau makan Put, kakak sudah masakin kamu makanan" ucap Nita.
"Jangan kak, nanti saja aku masih capek" ucap Puput.
"Baiklah tapi kamu mau minum" ucap Nita.
"Tidak kak, jangan, oh ya dimana semua orang" tanya Puput karena Puput tak tau tentang apa saja yang terjadi di rumah Lynda.
"Kamu belum tau ya, Bi Iyem sudah pergi dan tinggal dengan anaknya sedangkan Sarah pergi ke kanada karena ingin pindah kewarga negaraan disana".
" apa? Pantas saja rumahnya jadi sepi, lalu dimana mamah Lynda" tanya Puput.
"Ada di kamarnya dia sedang kerja Put" jawab Nita.
"Oh ya kak aku akan tinggal di sini, kebetulan teman aku juga ada di apartemen dekat sini" ucap Puput.
"Kenapa di apartemen kamu bisa tinggal di sini Put, lagian di rumah ini juga gak ada siapa siapa" ucap Nita.
"Kakak aku mau mandiri sekarang, aku gak mau nyusahin kakak aku juga gak mau nyisahin ibu sama bapak di kampung" ucap Puput.
"Niat kamu sudah bagus Put, tapi kamu juga kan baru selesai belajar disana" ucap Nita.
"Gak gampang cari uang di disini, apa lagi harus bayar apartemen yang cukup mahal" ucap Nita lagi.
__ADS_1
"Kakak tenang saja, perusahaan mana yang berani menolak aku" ucap Puput tertawa karena sudah membanggakan dirinya sendiri.
"Ya kakak percaya kamu pasti bisa" ucap Nita pasrah.