Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 150


__ADS_3

Sesuai dengan tradisi acara tahlilan di adakan di kampung tempat tinggal pak Robi dahulu jadi Nita sekeluarga dan Puput juga serta Lynda juga ikut ke kampung menghadiri acara tahlilan itu.


Hari ini adalah hari pertama kematian pak Robi semua acara tahlilannya berjalan dengan lancar, namun tetap saja ibu Rubiah selalu saja terlihat murung dan banyak diam.


"Oh ya kak aku besok harus kerja tak enak aku sama Arka kalau banyak cuti padahal aku baru saja masuk ke perusahaannya" ucap Puput saat semua orang sedang duduk di ruang tengah rumah orang tua Nita.


"Tapi kamu pasti kesini kan" tanya Nita.


"Aku akan kesini kak aku hanya akan masuk setengah hari saja".


" baiklah tapi kakak akan menginap di sini karena kan Rayhan dan Zia juga sudah ijin ke sekolahnya".


"Ya kak tadinya Arka memberikan aku ijin cuti tapi aku tak enak kalau harus libur kerja".


" ya tak apa Ibu biar kakak yang jaga".


"Oh ya Bu, kalau nanti acara ketujuh bapak sudah selesai kita ke kota saja aku akan carikan apartemen untuk kita" ucap Puput.


"Jangan begitu Put kalian tinggal saja di rumah mamah, lagian kan rumah mamah juga besar dan yang tinggal di sana hanya mamah, Nita, Topan dan anak anak jadi kamu dan ibu Rubiah boleh tinggal di rumah".


" jangan saya tak mau merepotkan" ucap Ibu lemah.


"Bu saya sangat senang kalau ibu sangat Puput bisa tinggal dengan saya".


"Ya bu, Put kalian tinggal saja di sana ya kan".


" apa tak akan merepotkan" tanya Puput.


"Kamu ini kita kan keluarga mana mungkin merepotkan" ucap Lynda.


"Ya kalau begitu terima kasih mah karena sudah mau memberikan aku dan ibu tempat tinggal karena aku tak akan mungkin membiarkan ibu sendirian di sini".


" ya Put tak apa".


Keesokan harinya Puput sudah siap untuk pergi ke kantor Arka, Puput bangun jam tiga pagi dan akan berangkat pukul setengah empat karena perjalanannya yang jauh membuat Puput harus bangun pagi sekali.


Dengan di antar oleh supir pribadi Nita, Puput berangkat ke kota jadi Puput tak harus cape cape naik angkutan umum apa lagi numpang sama mang ujang yang sering mengantar barang ke kota.


"Kak aku berangkat dulu ya" ucap Puput.


"Masih pagi loh, hati hati di jalan ya".


" mau bagaimana lagi".


Nita melihat mobil yang di tumpangi Puput sampai menjauh dan menghilang karena masih gelap, Nita masuk lagi ke rumahnya dan akan menyiapkan makanan.


Kira kira tiga jam dalam perjalanan Puput sampai di perusahaan Arka karena jalanan yang tak terlalu macet juga jadi Puput bisa sampai secepat itu.


Di dalam kantor semua orang sudah hadir dan sudah mulai kerja karena Puput sampai disana pukul setengah delapan pagi, dengan cepat Puput masuk kedalam kantor itu.

__ADS_1


Wini yang melihat kehadiran Puput pun merasa senang karena temanya itu bisa datang ke kantor padahal dirinya masih dalam suasana duka.


"Put kau datang, maaf ya aku tak datang ke rumahmu" ucap Wini sambil memeluk Puput.


"Tak apa aku baik baik saja" ucap Puput.


"Put kami semua mengucapkan turut berduka cita ya atas meninggalkan bapak kamu maaf kami tak datang ke rumah kamu".


" terima kasih".


"Apa kau mau minum Put, kau pasti capek karena menempuh perjalanan yang cukup lama" tawar Wini.


"Jangan kalian kembali saja kerja, aku juga akan ke ruangan tuan Arka dulu".


" baiklah kalau ada apa apa hubungi aku ya" ucap Wini.


"Ya".


Puput berjalan ke ruangan Arka sedangkan di luar ruangan Arka ada Galih anak buah Arka yang sedang bersandar di pintu ruangan Arka.


"Pagi tuan Galih" sapa Puput.


"Hay pagi juga".


"Boleh saya masuk" tanya Puput.


"Ehh gimana ya di dalam ada Nona Salwa Put" ucap Galih.


" tapi" belum juga Galih bicara Puput langsung nyelonong masuk kedalam.


Dan betapa terkejutnya Puput saat melihat Nona Salwa sedang mencium pipi Arka, dengan cepat Puput membelakangi kedua sejoli yang sedang pacaran itu.


Sedangkan Galih yang melihat hal itu langsung tertunduk karena tak mau matanya kotor karena melihat adegan begitu.


"Bisa kah kalau masuk kalian ketuk dulu pintunya" ketus Salwa.


"Maaf Nona kami salah" ucap Galih.


"Dan kau ada apa kesini" tanya Salwa pada Puput dengan cepat Puput menghadap ke arah Salwa dan Arka.


"Maaf Nona saya akan kerja" ucap Puput.


"Dia asisten pribadi aku" ucap Arka.


"Oh lain kali kalau mau masuk ketuk dulu pintunya, jangan asal masuk saja" ketus Salwa.


"Maafkan saya Nona" ucap Puput.


"Sayang aku akan pulang sekarang, nanti malam kita jadi kan dinner berdua" tanya Salwa.

__ADS_1


"Terserah kau saja" ketus Arka.


"Baiklah aku pulang".


Salwa pergi dari tempat itu sedangkan Puput masih menundukkan kepalanya karena takut kena marah Arka.


Dalam hatinya Puput merasakan ada hal yang sangat sakit saat melihat kemesraan Arka dan Salwa tadi.


Tapi Puput menepisnya karena buat apa juga Arka sekarang bukan siapa siapanya Puput hanya atasannya saja.


" maaf tuan saya..." ucap Puput terpotong karena Arka langsung pergi dari ruangan itu.


"Nyesel aku masuk kerja sekarang" batin Puput.


Puput langsung duduk dan menyelesaikan semua pekerjaanya yang selama dua hari ini tak dia kerjakan, karena ingin cepat selesai Puput tak banyak bicara bahkan waktu istirahat pun Puput tak istirahat dan tentu saja Puput tak makan.


"Istirahat lah masih ada waktu" ucap Arka.


"Tidak tuan Tanggung".


" terserah".


Akhirnya Puput sudah menyelesaikan semua pekerjaannya hingga selesai dan sekarang dia akan minta ijin pada Arka kalau akan pulang sekarang karena beberapa jam lagi akan di adakan tahlilan di kampung.


"Tuan aku mohon ijin pulang sekarang" ucap Puput.


"Mau apa" tanya Arka yang sedari tadi ketus padanya, bisa di pastikan kalau sekarang Arka sedang marah tapi tak bisa melampiaskannya.


"Aku harus pulang tuan karena asar nanti akan ada acara tahlilan di kampung".


"Apa aku bilang kemarin hah, aku mengijinkan kamu untuk cuti selama seminggu dan kau tak mengambilnya kau tau Put sekarang sedang banyak pekerjaan dan kau ingin pulang sekarang" ucap Arka dengan marah marah.


"Maaf tuan tapi".


" kamu boleh pergi sekarang bila perlu kau tak usah datang lagi kesini" ketus Arka.


"Baik kalau memang anda memecat saya, saya keluar sekarang" ucap Puput.


Puput akan pergi dari sana namun langkahnya terhenti karena Arka mengucapkan sesuatu.


"Kau boleh keluar asalkan kembalikan dulu hutangmu" ketus Arka.


"Kau tenang saja aku akan bayar semua" ucap Puput.


"Tapi apa jaminannya" tanya Arka.


"Arka apa kau gila hah, kau memecatku dan kau bilang apa jaminannya Arka kalau kau memecatku itu artinya aku tak punya kerjaan dan aku tak punya uang, tapi kau tenang saja aku akan cari uang sepuluh juta itu dan mengembalikannya padamu" protes Puput.


"Dan sebagai jaminannya kau harus bekerja terus di sini" ucap Arka.

__ADS_1


"Satu lagi tanpa di bayar" ucap Arka.


"Terserah kau saja, aku malas berhadapan denganmu".


__ADS_2