
Sarah sampai di rumah Ayahnya dengan menaiki Gojek yang dia pesan tadi.
Sarah tak ingin niatnya itu terhalang oleh sesuatu yang akan menggagalkannya.
Tokk..
Tokk..
Sarah mengetuk keras pintu rumah Ayahnya yang menjulang tinggi itu.
"Buka" teriak Sarah karena tak kunjung ada yang membukakan pintu.
"Ck dasar lambat" decak Sarah kesal.
Klekk..
Pintu dibuka oleh pembantu Ayahnya itu.
"Kemana saja kalian lambat sekali" gerutu Sarah.
"Maaf Non tadi saya sedang di dapur" sahut pembantu itu sambil menunduk meratapi kesalahannya.
Sarah langsung menerobos masuk dan menghampiri sang Ayah yang sedang duduk di Sofa bersama dengan dua orang wanita bayarannya.
"Ayah" sahut Sarah.
Sarah tak melihat kalau Ayahnya itu sedang dengan seorang lelaki yang kemarin bertemu dengannya.
"Rafli" gumam Sarah terkejut melihat lelaki itu sedang mengobrol dengan Ayahnya.
__ADS_1
Namun tetap saja sifat Ayahnya itu tak pernah mau menghilang, dia selalu saja membawa wanita bayarannya itu kemana pun dia berada.
"Sarah kamu disini nak" tanya Ayah Sarah saat melihat keberadaan putrinya itu.
"Aku perlu bicara Ayah" sahut Sarah masih mematung ditempat.
"Duduklah bergabung dengan kita" ucapnya.
Sarah yang tak bisa menolak akhirnya duduk bergabung dengan mereka.
Sarah melihat Ayahnya berbisik pada kedua wanita bayaran yang berada di sebelahnya.
Lalu wanita itu pergi dari tempat itu dengan rasa kesal, terlihat dari tangannya yang langsung mengepal.
"Bagaimana pertemuan kalian kemarin" tanya Ayah Sarah pada kedua sejoli yang kemarin melakukan Dinner itu.
"Baik pak, acaranya berjalan lancar" jawab Rafli cepat.
Sarah dan Rafli saling tatap, mereka tak tau harus menjawab apa, disisi lain Sarah sudah memiliki suami sedangkan Rafli dia juga sudah punya pacar yang dia cintai.
"Kalau saya terserah Sarah saja pak" sahut Rafli sambil melirik Sarah yang sedang kebingungan.
"Hah kenapa aku" gumam Sarah terkejut.
"Ayah harap kamu menerimanya Sarah" ucap Ayah Sarah.
Sarah hanya mengangguk menyetujuinya, padahal dalam hatinya dia sangat ingin menolaknya.
"Baiklah jika kalian setuju, Ayah akan tentukan tanggalnya. Bagaimana kalau 2 minggu lagi" sahut pak Anjasmara ayahnya Sarah.
__ADS_1
"Terserah bapak, keluarga saya ikut saja" sahut Rafli tersenyum manis padahal dalam hatinya dia sangat tak ingin menikah dengan Sarah.
Saat Rafli bertemu dengan pak Anjasmara, dia merasa tak suka padanya hanya karena permintaan papahnya Rafli menyetujuinya.
Rafli tak suka pada pak Anjasmara karena pak Anjasmara ternyata punya wanita simpanan dan yang parahnya lagi pak Anjasmara mengumbarnya dihadapan orang lain.
Rafli adalah lelaki yang bertanggung jawab dan sangat sopan, dia hidup di keluarga yang selalu menjunjung tinggi kedisiplinan
Keluarganya tak ada yang melakukan sesuatu yang diluar aturannya.
Rafli sudah mempunyai seorang pacar yang cantik dan dari keluarga baik baik, dia sangat mencintai pacarnya itu sedangkan keluarganya mau menjodohkan dia dengan Sarah yang sudah jelas jelas Ayahnya saja suka dengan wanita bayaran.
"Apa Papah tak tau kalau pak Anjasmara punya simpanan begini" batin Rafli.
Setelah berbincang bincang akhirnya Rafli pamit pulang pada pak Anjasmara, dengan Alasan pekerjaan dia bisa melarikan diri dari pak Anjasmara.
Bukan apa apa Rafli juga laki laki dia merasa sangat bernafsu jika lama lama dekat dengan wanita yang memakai baju kurang bahan.
"Syukurlah aku bisa pergi, apa pak Anjasmara tak malu jika bertemu dengan tamu sedangkan dia sedang melakukan hal tak seronoh pada wanita bayarannya itu" gumam Rafli menggerutu di setiap jalan.
bersambung..
**maaf ya untuk episode ini pendek.
Authornya lagi sakit jadi gak bisa berpikir tentang jalan ceritanya.
jangan lupa like comen dan Vote ya..
terima kasih..
__ADS_1
salam manis Author**