
"Aku tak akan cemburu apa lagi pada laki laki yang bahkan tidak selevel denganku" ucap Arka ketus.
"Oh ya lalu kenapa kau marah" tanya Puput tersenyum tipis.
"Sudah diam aku mau tidur kalau kau gangu aku terus aku pindah ke Sofa" ancam Arka.
"Terserah kamu" ucap Puput yang berniat mengerjai Arka, dan benar saja Arka membalikan Puput dan sekarang posisi Puput ada di bawah Arka.
Namun Arka segera bangkit dan mengambil bantal serta selimut yang sering dia pakai meninggalkan Puput yang masih rebahan di kasur.
"Yasudah kalau kamu masih marah, aku gak salah" ucap Puput.
Tapi Arka tak menggubrisnya dia tidur di Sofa sambil membelakangi Puput yang masih menatapnya dengan rasa kecewa karena yang Puput inginkan adalah Arka akan memaafkannya tapi Puput salah dia malah di anggurin oleh Arka.
"Menyebalkan awas kau" gerutu Puput.
Puput bangkit dan berjalan kearah Arka yang sedang tidur.
"Arka ayolah aku minta maaf, aku tau aku salah ya walau pun aku gak tau salah aku dimana tapi aku sangat minta maaf Arka, oke baik Arka kau bisa menghukum aku apa pun yang kau mau" ucap Puput.
Arka tertawa tipis di balik selimutnya, dia sedang memikirkan rencana yang pas untuk mengerjai Puput.
"Baiklah aku maafkan tapi dengan satu Syarat" ucap Arka.
"Syarat apa" tanya Puput.
"Pakai lingrie yang waktu itu kamu pakai" ucap Arka.
"Buat apa? Pakai Lingrie" tanya Puput mulai takut karena takutnya Arka akan melakukan hal itu lagi padanya.
"Pakai saja, katanya mau di hukum" ucap Arka.
"Ya aku pakai sekarang" ucap Puput langsung mengambil Lingrie hitam yang ada di lemari dan membawanya ke kamar mandi untuk dia pakai.
Setelah memakainya Puput menatap pantulan dirinya di cermin, sangat bagus dan cantik tapi Lingrie itu cukup ketat jadi menampakan lekuk tubuhnya.
"Ya ampun Arka mau apa meminta aku memakai baju ini" batin Puput.
"Sudah" tanya Arka yang melihat Puput keluar dari kamar mandi.
"Sudah" jawab Puput dengan tersenyum manis karena tak ingin menampakan ke gugupannya di hadapan Arka.
__ADS_1
"Naik ke tubuhku" titah Arka.
"Arka kita lakukan ini di kasur" ucap Puput.
Arka hanya menuruti saja.
"Kau harus kuat semalaman Put" ucap Arka yang langsung tidur tengkurab di atas ranjang.
"Bagaimana mau melakukannya kalau kau saja tengkurab Arka" gerutu Puput.
"Jangan banyak bicara ayo pijit aku sampai aku bisa tidur dengan sangat nyenyak" titah Arka.
"Apa" pekik Puput tak percaya.
"Kalau kau hanya menyuruh aku untuk mijitin kamu kenapa aku harus pakai Lingrie Arka" gerutu Puput sambil naik ke punggung Arka.
Arka hanya tersenyum puas karena bisa mengerjai Puput walau pun Arka tak tega tapi Arka sangat suka melihat ekspresi wajah Puput yang marah itu.
Pagi harinya Puput bangun kesiangan karena semalaman Arka menyuruhnya memijat tanpa henti, sedangkan Arka dia sudah rapih dengan setelah kantornya.
Arka menatap wajah Puput yang terlihat damai saat sedang tidur,.
"Maafkan aku sayang aku mengerjaimu, tapi aku sangat suka melihat kamu marah" ucap Arka tepat pada wajah Puput.
Arka sangat terkejut dengan hal itu, apa lagi sekarang tangan Puput sudah mengalung di lehernya.
"Mau kemana, kamu harus tanggung jawab karena tanganku masih pegal tuan Arka" ucap Puput.
"Maaf" lirih Arka.
-
Di perusahaan Pt MartaJaya.
Disana sudah ada seorang wanita yang menunggu kehadiran arka yang tak lain adalah Salwa wanita yang sangat ingin memiliki Arka.
"Nona apa sebaiknya anda menunggu di luar saja" ucap Galih yang merasa risih karena Salwa ada di ruangan Arka bahkan duduk di kursi kebesaran Arka.
Yang Galih tau tak ada seorang pun yang berani menduduki kursi itu selain Arka, kecuali orang yang Arka sendiri suruh dan setau Galih hanya Puputlah yang pernah duduk di sana, itu pun dia lihat di Cctv karena Puput jatuh dan di bantu oleh Arka.
"Diam kau, bukannya kau hanya seorang anak buah jadi kau diam saja" ucap Salwa.
__ADS_1
"Bukan begitu Nona tapi aku takut tuan Arka marah karena melihat anda duduk di kursinya" ucap Galih.
"Kau jangan lupa Aku adalah calon istrinya Arka" bantah Salwa.
"Tapi tetap saja Nona anda tak berhak" kekeuh Galih.
"Siapa yang memberi mu hak untuk duduk di kursiku" sahut Arka ketus yang sekarang sedang berdiri di ambang pintu dengan Puput.
"Arka kau datang, syukurlah aku menunggu mu lama sekali" ucap Salwa.
"Galih kenapa kau biarkan wanita itu berada di sini" tanya Arka pada Galih dan tak menggubris ucapan Salwa.
"Ampun tuan saya sudah melarangnya tapi Nona Salwa bilang kalau dia calon istri anda" ucap Galih.
"Galih tolong bilang pada wanita itu kalau dia harus turun dari kursiku" titah Arka.
Tanpa perasaan Galih menarik paksa Salwa karena takut di pecat oleh Arka.
"Lepas aku bisa sendiri" ucap Salwa berontak.
Galih pun melepaskan Salwa saat Salwa sudah menjauh dari kursi Arka.
"Galih aku mau kursiku di loundry sekarang pastikan tak ada kuman yang menempel di sana" titah Arka.
Salwa merasa tersinggung dengan perkataan Arka barusan.
Salwa mendekat kearah Arka yang masih berdiri.
"Kau bilang aku kuman, Arka kau harus tepati janjimu untuk menikah denganku" ucap Salwa.
"Janji yang mana" tanya Arka tersenyum tipis.
"Janji kalau pernikahan kalian hanya kontrak dan setelah kontrak itu selesai maka kau harus menikah denganku" jelas Salwa.
"Kapan, apa pernah aku mengatakan itu padamu" tanya Arka.
"Istrimu yang bilang Arka" teriak Salwa yang sudah sangat emosi.
"Baiklah kalau begitu aku tarik lagi janji Puput yang pernah dia katakan padamu, selesai bukan" ucap Arka.
"Hah mana ada seperti itu, aku gak mau tau kalian harus segera cerai dan kamu harus menikah denganku" ucap Salwa.
__ADS_1
"Aku gak mau" singkat Arka.
Plakk..