Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 83


__ADS_3

Malam ini Lynda datang ke rumah sakit dengan membawa Rayhan dan Asih, sedangkan bi Iyem di tugaskan untuk menjaga rumah.


Setelah sampai di rumah sakit Lynda langsung masuk kedalam tanpa bertanya pada resepsionis karena Lynda sudah tau kalau dimana ruangan tempat Sarah di rawat.


"Nita" sahut Lynda saat sudah sampai di ruangan Sarah.


Semua orang yang ada di sana langsung menatap kearah suara itu, mata Nita berkaca kaca saat melihat putra sulungnya berada disana.


Nita langsung berlari kearah Asih dan segera membawa Rayhan pada gendongannya, tak henti hentinya Nita menciumi pipi Rayhan.


"Ini ibu Sayang" ucap Nita pada Rayhan.


Nita pun tersadar ternyata ada mamah mertuanya juga disana.


Nita langsung memeluk mamah mertuanya itu, menangis sesegukan di dekapan Lynda.


"Kamu baik sayang tak ada yang terluka" ucap Lynda memastikan Nita sehat.


"Aku baik mah, aku sangat merindukan kalian maaf karena aku tak bisa menjaga diri" ucap Nita sambil mengusap air matanya.


"Tidak sayang ini kasus penculikan, kita akan tuntut orang yang sudah menculikmu" ucap Lynda.


"Tidak mah, orang itu baik" ucap Nita yang membuat orang menatap dirinya heran.


"Sayang baik gimana hah? Mereka menculikmu" ucap Topan protes pada ucapan Nita barusan.


"Iya mas mereka menculik Aku dan Sarah hanya untuk meminta ganti rugi pada Ayahnya Sarah karena Ayahnya Sarah tak memberikan uang pada korban kecelakaan Sarah dan paman tempo lalu" jelas Nita.


"Tidak Nita mereka semua harus di penjara karena mereka sudah membuat istriku masuk rumah sakit" protes Rama tak terima.


"Sudah, sudah, kita tentukan jika Sarah sudah sembuh" ucap Nita memisahkan keluarganya yang hampir cekcok itu.


"Duduklah Sayang" ucap Topan sambil merangkul Nita untuk duduk.


2 jam kemudian.


Dokter akhirnya keluar dari ruangan Sarah, karena Sarah mendapat perawatan dengan kelas standar jadi di dalam UGD sana Sarah di periksa dengan pasien yang lain.


Rama langsung berdiri dan mendekat kearah Dokter itu untuk menanyakan kabar Sarah sekarang.


"Dok bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik baik saja?" tanya Rama yang tak sabar menunggu jawaban dari Dokter.


"Bapak tenang dulu, tolong semuanya tenang, jadi begini pak istri anda kemungkinan mengalami trauma psikologis, mendengar penjelasan dari ibu ini saya menyimpulkan kalau memang pasien mengalami trauma akut karena pengalaman yang buruk" jelas Dokter.


"Apa parah Dok" tanya Rama.


"Kemungkinan begitu pak, pasien yang mengidap trauma akut ini dia akan merasa cemas berlebihan dan tak bisa mengontrol emosinya" ucap Dokter.


"Apa" ucap Rama terkejut bahkan kakinya lemas dan tak bisa menopang lagi tubuhnya.


Rama terjatuh ke kursi, tubuhnya sangat lemas saat mendengar penjelasan Dokter tadi, hanya karena kecelakaan itu Sarah bisa menjadi trauma, padahal kemarin kemarin dia baik baik saja.

__ADS_1


"Yang sabar pak, semoga saja pasien segera sembuh" ucap Dokter.


"Baiklah saya permisi dulu, jika pasien sudah siuman kalian bisa melihatnya nanti" ucap Dokter.


"Terima kasih Dok" ucap Lynda.


Topan yang menyadari itu langsung mendekat kearah Rama dan memegang bahu Rama guna menyemangati Rama untuk tak bersedih lagi.


"Jangan lemah begini paman, Sarah pasti sembuh" ucap Topan.


"Iya dia pasti sembuh lalu bagaimana dengan Ayahnya Sarah pasti dia akan terus menerus meneror Sarah karena dia licik, dia tak akan membiarkan Sarah berlama lama denganku" ucap Rama.


Nita dan Lynda hanya diam tak banyak bicara karena mereka tau bagaimana rasanya jadi Rama yang tak tega melihat istrinya sakit.


"Aku takut jika trauma ini akan membahayakan bayi Sarah" ucap Rama sambil meneteskan air mata.


****


Di kediaman Lynda house.


Puput pulang ke rumah Lynda hampir larut malam karena ada pelajaran yang di pindah jadwalkan menjadi malam, mau tak mau Puput harus mengikutinya.


Puput sangat lelah sekali, dia merasa sangat pegal seluruh badannya bahkan sesekali puput memijat bahunya sendiri karena pegal.


"Bi tolong buatkan aku minuman" titah Puput sambil merebahkan tubuhnya di atas Sofa milik Lynda yang sangat empuk dan mewah itu.


Bi Iyem datang dengan membawa air putih yang di taruh di atas nampan dan memberikannya pada Puput yang berusaha duduk dari rebahannya itu.


Saat Puput hendak meminum air itu.


Puput memuntahkan lagi air yang sudah berada di mulutnya, padahal tinggal dia telan air itu juga akan langsung mengalir.


"Bibi apa ini" tanya Puput sambil mengelap sisa air yang membasahi dagunya.


"Air putih Non, bahkan anak kecil juga tau kalau itu air minum" ucap Bi Iyem.


"Bibi aku mau minuman bukan air putih, buatkan aku jus atau apa kek yang penting bukan air putih" ucap Puput protes.


Bi iyem langsung membawa kembali gelas dan nampan itu ke dapur, dia malas meladeni Puput yang sombong dan angkuh itu.


"Bi buatkan cemilan juga" teriak Puput.


"Buat saja sendiri Non bibi sibuk" ucap Bi Iyem langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat.


"Ck dasar pembantu malas aku adukan pada Mamah Lynda ya" ucap Puput geram.


Puput celingukan karena tak mendapati orang lain selain dirinya dan Bi Iyem lalu pak satpam diluar yang sedang berjaga takut terjadi apa apa di dalam rumah.


Pupur berniat akan menanyakan hal itu pada Bi Iyem yang sudah berada di kamarnya.


"Bi orang orang kemana" teriak Puput tepat di depan pintu kamar bi Iyem.

__ADS_1


Bi Iyem yang merasa risih dengan adanya Puput pun langsung keluar dan membuka pintunya yang sengaja dia kunci karena tak mau di ganggu oleh Puput yang selalu nyuruh nyuruh.


"Ada apa Non" tanya Bi Iyem malas.


"Kemana mamah Lynda bahkan Rayhan pun tak terdengar nangis" tanya Puput.


"Tak ada mereka ke rumah sakit untuk menemui Non Nita, karena Non Nita sudah ketemu" ucap Bi Iyem.


Puput langsung terkejut mendengar ucapan Bi Iyem tentang Nita yang sudah ketemu.


"Apa Kak Nita sudah ketemu" ucap Puput.


"Iya Non jika anda mau melihatnya silahkan ke rumah sakit dan jika ingin menunggunya disini silahkan anda ke kamar anda" ucap Bi Iyem sambil masuk dan menutup pintunya meninggalkan Puput yang masih mematung.


Puput berjalan kearah kamarnya dengan langkah guntai,


"Kenapa Nita harus ketemu sih gak sekalian mati saja gituh" gumam Puput.


***


Rama masuk kedalam ruangan yang ada Sarah di dalamnya, dia mendengar dari suster kalau dia sudah siuman dan ingin bertemu dengannya.


Rama menatap kamar tempat Sarah di rawat, Sarah di satukan dengan pasien yang lain dan hanya di batasi oleh gordeng berwarna biru muda.


"Sayang sudah sadar" ucap Rama sambil menatap Sarah yang sedang berbaring dan melihat langit langit kamarnya.


"M-mas" lirih Sarah yang masih lemas karena baru saja sadar.


Sarah berusaha bangun tetapi Rama menghentikannya karena Sarah belum sehat sepenuhnya.


"Jangan Sayang kau berbaring saja" ucap Rama.


Sarah hanya tersenyum tipis melihat suaminya yang sudah beberapa hari ini terpisah dengannya karena Sarah mengalami penculikan.


"Mas apa kau menemukanku" tanya Sarah dengan nada lemas.


"Mas mencarimu Sarah dan mas menemukanmu di kosan" jawab Rama.


"Makasih mas" ucap Sarah.


"Tidak sayang, jangan begitu, maafkan mas karena membiarkan kamu di rawat di ruangan seperti ini" ucap Rama sambil matanya berembun ingin menangis.


Sarah mengusap pipi suaminya yang sangat dia cintai itu walau pun terhalang umur yang cukup jauh tetapi cinta keduanya tak pernah habis.


"Mas merasa tak berguna karena hal ini sayang, maafkan mas karena tak bisa menjagamu dengan baik" ucap Rama sambil meneteskan air matanya.


Sarah menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas kau yang terbaik mas, kau ayah yang baik suami yang baik dan teman yang baik" ucap Sarah.


bersambung...

__ADS_1


***jangan lupa like comen dan votenya..


salam manis Author***..


__ADS_2