Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 117


__ADS_3

Hilman tersadar dari pingsannya namun saat dia membuka matanya dia melihat sosok wanita cantik yang akhir akhir ini sangat dia kagumi, bahkan Hilman belum sadar kalau wanita itu nyata dia menyangka kalau wanita itu hanya halusinasinya saja.


Hilman tersenyum melihat wanita itu, tangan Hilman hendak memegang pipi wanita itu namun dangan cepat tangan Hilman di tepis dengan kasar dan membuat Hilman tersadar.


"Bangun Woyy, Hilman kau berat" gerutu Sarah karena sejak tadi Hilman tiduran di pahanya.


Hilman terkejut dan langsung duduk di kursi mobilnya, Hilman mengucek matanya dia menyangka kalau Sarah adalah halusinasinya.


"Nona Sarah kau" ucap Hilman.


"Iya" timbal Sarah.


"Sedang apa kau di mobilku Nona" tanya Hilman melihat ke sekeliling dia benar berada di mobil berdua dengan Sarah.


FLASH BACK ON


Sarah dan Rama sedang duduk di halaman rumah Lynda mereka sedang menikmati suasana yang damai dan cerah, dengan di temani dua cangkir teh manis dan cemilan.


"Mas kandunganku sudah mau empat bulan dan kandungan Nita sudah mau enam bulan aku tak sabar ingin cepat melahirkan" ucap Sarah.


"Masih lima bulan lagi Sayang" ucap Rama sambil tertawa.


"Iya mas aku tau" ucap Sarah.


Drtt drttt..


Ponsel Sarah berdering dia mengambilnya dari saku di bajunya tertera nama Hilman yang memanggilnya.


"Siapa" tanya Rama.


"Hilman mas" jawab Sarah.


"Angkat saja siapa tau penting" ucap Rama.


Sarah mengangkatnya.


"Ada apa Hilman" tanya Sarah, namun Sarah merasa terkejut saat mendengar orang ribut di sebrang sana.


"Hallo apa anda istrinya yang punya ponsel ini" tanya seseorang di sebrang sana.


Sarah mengerutkan dahinya.


"Saya majikannya memangnya ada apa" tanya Sarah bingung.


"Bu ini suami anda kecelakaan di jalan Xxxx".


"Dia anak buah Ayah saya bukan suami saya" ucap Sarah kesal karena orang itu terus saja menganggap Sarah istrinya Himan.


"Bu apa anda akan kesini".


" iya baik saya kesana sekarang" ucap Sarah kesal.


Sarah kembali menaruh ponselnya ke dalam sakunya, Sarah terlihat kesal saat sudah menerima telpon tadi dan Rama merasa penasaran karena istrinya yang tadinya ceria sekarang berubah menjadi wajah kesal dan marah.


"Kenapa Sayang" tanya Rama.


"Hilman kecelakaan mas dan aku di minta kesana" ucap Sarah.

__ADS_1


"Pergilah sayang kasihan dia bagaimana kalau dia parah, ayo biar mas antar" ucap Rama.


"Jangan mas biar aku saja lagian tempatnya dekat kok aku akan sebentar saja lihat doang aku akan balik lagi kok" ucap Sarah.


"Baiklah kabari aku kalau kamu butuh bantuan sayang" ucap Rama.


"Iya mas aku kesana dulu ya" ucap Sarah langsung pergi dengan naik ojek karena tempatnya juga tak jauh dari rumah Lynda.


Sarah sampai di tempat kejadian ternyata mobil Hilman berada paling depan dan menyebabkan kemacetan yang cukup panjang sehingga ojek yang Sarah tumpangi tak dapat bergerak.


Sarah memutuskan untuk turun dan berjalan saja sampai ke mobil Hilman, Sarah melihat banyak sekali orang yang sedang mengerumuni mobil Hilman bahkan tak ada orang yang berani untuk meminggirkan mobil Hilman.


"Permisi bisa tolong saya untuk memindahkan dia ke belakang" tanya Sarah.


Tanpa lama lama lagi orang orang yang ada di sana langsung menggotong Hilman untuk di pindahkan ke jok belakang sedangkan Sarah membawa mobil Hilman menjauh dari sana supaya tak terjadi macet lagi.


Sarah menghentikan mobil Hilman di sebuah parkiran klinik untuk sekalian memeriksa Hilman takutnya ada yang parah pada Hilman.


Sarah pindah ke jok belakang mencoba menyadarkan Hilman dari pingsannya, Sarah membaringkan kepala Hilman di atas pahanya Sarah menepuk nepuk pipi Hilman tapi Hilman tak kunjung bangun juga.


FLASH BACK OFF..


"maaf Nona aku merepotkanmu" ucap Hilman.


"Aku penasaran Hilman nama apa yang kau berikan pada nomorku di ponselmu" tanya Sarah dengan cepat Sarah mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor telpon Hilman.


Drttt drtt..


Sarah mencari cari letak ponsel Hilman dan ternyata ada di bawah kaki Hilman, Sarah memungutnya dan melihat layar ponsel Hilman betapa terkejutnya Sarah saat melihat nomornya di namai "My Mood" oleh Hilman.


"My Mood" gumam Sarah sambil melirik Hilman meminta penjelasan darinya.


"Maaf aku salah menamai nomormu" ucap Hilman mencoba baik baik saja.


"Kenapa harus nomorku yang salah Hilman apa kau tau tadi orang yang menelponku menyangka kalau aku adalah istrimu" gerutu Sarah.


"Maaf aku salah" ucap Hilman.


"Fyuhh baiklah aku maafkan, ayo kita periksa keadaanmu ke klinik sana aku takut kau kenapa napa" ucap Sarah.


"Tidak usah Nona aku baik baik saja" ucap Hilman.


"Baik bagaimana kamu pingsan Hilman lihat ada luka di keningmu" ucap Sarah.


"Aku punya kotak P3K Nona biar aku obati sendiri saja" ucap Hilman.


"Dimana kotaknya" tanya Sarah.


"Di sana Nona" ucap Hilman sambil menunjuk kearah kotak P3Knya yang berada di dekat stir.


"Biar aku ambil dan aku obati kau" ucap Sarah lantas mengambil kotak itu.


Sarah mengobati luka Hilman dengan bethadine walau pun Hilman sesekali meringis kesakitan,


"Hilman aku tak sangka orang sepertimu bisa sakit juga" tanya Sarah sambil menahan tawanya.


"Aku juga manusia Nona" ledek Hilman sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Iya aku tau, sudahlah aku akan pulang kau bisakan bawa mobil sendiri" ucap Sarah saat dia sudah mengobati luka Sarah.


Hilman mengangguk, namun saat Sarah akan turun dari mobil Hilman mencegahnya dengan memegang tangan Sarah untuk tidak keluar dari dalam mobilnya.


Deg.


Hilman merasa ada rasa yang aneh di dalam hatinya, sehingga membuatnya tak mau melepas Sarah walau hanya sedetik saja, tapi Hilman sadar kalau Sarah sudah punya suami mustahil baginya untuk mendapatkan Sarah.


"Ikutlah bersamaku Nona aku akan mengantarkanmu sampai ke rumah Nyonya Lynda" ucap Hilman.


"Baiklah" ucap Sarah.


Sarah dan Hilman langsung turun dari mobil dan pindah ke jok depan.


"Nona kenapa pindah" tanya Hilman.


"Aku disini saja Hilman".


"Baiklah terserah kau saja".


" Hilman kau pasti cape ya bekerja bersama Ayahku, maaf ya Ayah suka sesuka hati padamu" ucap Sarah.


Hati Hilman terasa sejuk saat mendengar perkataan Sarah yang sangat perhatian dengannya, Hati Hilman berbunga bunga mendengar lemah lembutnya Ucapan Sarah barusan.


"Hilman kau kenapa" tanya Sarah.


"Tidak Nona maafkan aku" ucap Hilman salting di depan Sarah.


Hilman membawa mobilnya menuju kediaman Lynda jarak rumah Lynda dengan rumah Anjasmara itu sangat jauh mungkin bisa sampai dua jam perjalanan tapi Hilman tetap datang kesana untuk meminta informasi dari kantor polisi.


"Hilman sedang apa kau disini" tanya Sarah.


"Aku ada pekerjaan disini tapi sekarang juga aku akan pulang lagi Nona apa kau mau ikut denganku" ucap Hilman.


"Apa maksudmu, aku tak akan pernah pulang ke rumah itu kalau Ayah seperti itu" ucap Sarah.


"Baiklah".


Mobil Hilman berhenti tepat di gerbang rumah Lynda disana sudah ada Rama yang sedang menunggu Sarah di depan gerbang, Rama langsung membukakan pintu gerbang untuk Sarah masuk.


"Nona terima kasih" ucap Hilman.


"Sama sama tapi ingat Hilman jangan buat aku susah seperti ini lagi karena kandungan aku akan semakin besar nantinya" ucap Sarah.


"Maafkan aku Nona" ucap Hilman.


"Iya gak apa" sarah langsung turun dari mobil Hilman dan masuk kedalam untuk menemui Rama yang sudah menunggunya.


Mobil Hilman melaju meninggalkan Sarah dan melaju lagi untuk pulang ke rumah Anjasamara yang cukup jauh dari sana walau pun jauh tapi tetap saja Hilman harus pulang sekarang karena banyak sekali pekerjaan di rumah Anjasmara.


"Sudah bagaimana kondisi Hilman apa parah" tanya Rama pada Sarah.


"Tak terlalu parah mas dia tak mengalami kecelakaan dia hanya pingsan di pinggir jalan tapi tetap saja menyebabkan kemacetan panjang mas" jawab Sarah.


"Oh syukurlah kalau tak apa" ucap Rama.


"Iya mas".

__ADS_1


Bersambung..


Gemes banget lihat Sarah sama Hilman semoga aja mereka berjodoh ya...


__ADS_2