
Betapa terkejutnya Lynda Dan Nita saat melihat kondisi wanita itu..
"Mah lihat dia kasihannya" bisik Nita pada mertuanya.
"Dokter kenapa wajahnya di perban seperti itu" tanya Lynda.
"Nyonya wajahnya mengalami banyak luka bahkan di dalam lukanya ada serpihan kaca yang ikut masuk kedalam" jelas Dokter.
"Apa? Malangnya nasib wanita ini" gumam Lynda.
"Sampai sekarang dia belum siuman Nyonya mungkin dua atau tiga jam lagi dia akan bangun" sahut Dokter.
"Baiklah aku akan menunggunya di luar saja, takut mengganggu pasien yang lain" ucap Lynda sambil berjalan keluar.
Lynda dan Nita kembali duduk di kursi itu,
"Mah aku akan mengabari mas Topan dulu" sahut Nita.
"Iya Nita kabari Topan takut dia mencari kita nanti" ucap Lynda.
Nita mengambil ponselnya yang berada di tasnya, Nita menekan nomor Topan.
["Mas aku sedang berada di rumah sakit, maaf jika aku akan terlambat pulang"] ucap Nita saat panggilan sudah tersambung.
["Siapa yang sakit sayang"] tanya Topan cemas.
["Paman Rama mas, sekarang dia sedang kritis aku dan mamah masih menunggunya siuman"] jawab Nita.
["Baiklah mas akan kesana sekarang"] sahut Topan langsung menatikan sambungan telponnya sepihak.
Nita menyimpan lagi ponselnya kedalam tasnya.
"Bagaimana Nita apa Topan sudah tau" tanya mamah Lynda.
__ADS_1
"Sudah mah katanya di akan datang kesini sekarang" jawab Nita.
"Nita mamah akan cari makanan kamu tunggulah disini, kamu kan sedang hamil jadi kamu harus banyak makan supaya sehat" sahut mamah Lynda sambil beranjak pergi.
"Iya mah Nita tunggu disini" ucap Nita.
Nita menunggu sendirian di dekat ruangan UGD, Nita melihat orang orang yang berlalu lalang disana.
Nita mengambil ponselnya dan berselancar di sosial medianya untuk sekedar melihat lihat saja.
"Nita" sapa seseorang di sebrang sana yang mengenal Nita.
Nita melihat ke arah sumber suara itu.
Nita terkejut saat melihat wanita yang sedang berdiri tak jauh darinya.
"Kamu kenapa ada di sini, bukannya kamu masih sakit" sahut Nita pada wanita yang mengalami kecelakaan bareng paman Rama.
Nita tak mengenali Sarah karena wajah Sarah di perban, namun entah bagaimana reaksi Nita saat tau kalau wanita itu adalah Sarah mantan pacar Topan suaminya.
"Tidurlah dulu kau masih belum pulih, aku akan menunggumu pulih di tempat tadi" ucap Nita lagi.
Saat Nita hendak pergi tangan Nita di pegang oleh Sarah.
Nita seakan paham kalau Sarah mau menanyakan bagaimana keadaan Rama sekarang.
"Nona paman Rama dia sedang kritis, doakan saja dia semoga cepat sadar" ucap Nita.
Sarah terharu melihat perlakuan Nita padanya, bahkan Sarah adalah orang jahat yang sudah membuat Nita dan Topan bertengkar hebat waktu itu.
Sarah meneteskan air matanya karena malu dengan sikapnya dahulu pada Nita.
"Jangan nangis Nona, paman Rama akan baik baik saja" ucap Nita sambil mengelus elus pundak Sarah mencoba menenangkan Sarah.
__ADS_1
Sarah hanya menganggukan kepalanya saja.
Dia tak tau harus apa jika Nita melihatnya nanti.
Nita berjalan keluar dari kamar perawat Sarah, Nita kembali duduk di kursi tadi menunggu mamah mertuanya kembali dari luar untuk membeli makanan.
Nita menunggu mamah Lynda dengan sabar, Akhirnya Mamah Lynda datang juga sambil menenteng kantung plastik hitam yang isinya makanan dan cemilan untuk Nita.
"Mamah sudah beli makanannya" tanya Nita.
"Sudah Nit, ini makanan buat kamu makanlah kamu pasti kelaparan" sahut mamah Lynda.
Nita mengambil kantong plastik itu dan membuka snak yang di beli mertuanya itu serta air minum.
"Apa ada kabar dari Dokter Nit" tanya Lynda pada Nita yang sedang mengunyah makanan.
"Tidak mah, tapi wanita itu tadi datang dan Nita antarkan lagi dia ke kamarnya karena dia kan baru sadar harus banyak istirahat" jawab Nita.
"Apa kamu melihat wajahnya" tanya Lynda penasaran.
"Tidak mah dia masih memakai perban di wajahnya mungkin lukanya parah mah" sahut Nita.
Topan datang kearah istri dan Mamahnya itu.
"Mah bagaimana keadaan paman Rama" tanya Topan khawatir.
"Rama masih belum sadarkan diri, kamu duduklah dulu jika Rama gak sadar sampai sekarang kita pulang saja dan kembali lagi besok" sahut Lynda ada rasa benci dalam hatinya pada Rama karena Rama lah dia kehilangan suaminya.
"Baiklah kalau begitu kita tunggu saja" sahut Topan sambil duduk di samping Nita.
bersambung...
***alhamdulilah sudah episode 60 aja..
__ADS_1
jangan lupa like comen dan votenya ya..
salam manis Author***..