Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 99


__ADS_3

Di kantor polisi, mobil Topan terparkir di halaman kantor polisi Sarah sudah merasa tak sabar ingin sekali melihat Rama suaminya yang sekarang sedang berada di dalam sana.


"Aku akan masuk sekarang" ucap Sarah sambil berlari masuk kedalam kantor polisi itu.


"Sarah hati hati" sahut Nita.


Lynda dan Nita langsung menyusul Sarah yang sudah berada di dalam kantor polisi, sedangkan Topan dia menelpon pengacaranya untuk menemuinya di rumah sakit.


Topan menempelkan ponselnya di telinganya.


[ bisakah ke kantor polisi sekarang pak Ardi ] ucap Topan setelah sambungan telponnya terhubung.


[Ada apa Nak Topan] tanya pak Ardi.


[Ada masalah sedikit pak, soal paman Rama].


[Apa pak Rama macam macam lagi pada anda nak] tanya pak Ardi.


[Tidak pak dia masuk penjara karena tuduhan pembunuhan] ucap Topan.


[Baiklah bapak akan kesana sekarang] ucap pak Ardi.


Topan langsung masuk kedalam kantor polisi menyusul istrinya dan untuk melihat keadaan Rama yang sekarang sedang di penjara.


"Kapan masalah dalam hidupku berakhir tuhan" batin Topan.


Bukan mengeluh tapi Topan merasa masalah selalu datang pada keluarganya itu, entah dari siapa saja dan dari mana saja semua terasa membebankan pada Topan dan Nita.


Namun Nita hanya menerimanya dengan tabah dan sabar, meskipun dalam dirinya dia juga merasa sama seperti Topan tapi mau bagaimana lagi dia tak bisa mengeluh selain menerimanya dengan ikhlas.


Sarah menunggu Rama di ruang tunggu dengan di temani oleh Nita dan Lynda yang selalu ada di sampingnya.


Pak polisi memanggilkan Rama untuk bertemu dengan keluarganya.


Rama merasa senang karena pak polisi menyebutkan kalau keluarganya mau membesuk, Rama sudah menduga kalau itu Sarah dan keluarga Lynda.


"Mas" lirih Sarah saat melihat Rama sudah berada disana.

__ADS_1


Sarah langsung berlari kearah Rama dan memeluknya dengan erat, Rama berusaha menahan rasa tangisnya karena disana banyak orang termasuk Topan dan Lynda.


"Sudah sayang jangan menangis" ucap Rama menenangkan Sarah yang menangis di pelukannya.


"Mas jangan katakan kalau kamu di tahan" ucap Sarah sambil menangis.


"Mas gak bisa berbuat apa apa Sarah" lirih Rama.


"Mas kan mas gak salah".


"Tapi semua bukti memberatkan mas Sarah" ucap Rama.


"Bukti apa bahkan mas tidak melakukan apa apa" bantah Sarah.


"Jangan menangis lagi Sarah kasihan bayi dalam kandungan kamu" ucap Rama khawatir pada kandungan Sarah.


"Mas bagaimana aku bisa tenang dan tak menangis sedangkan kau terkurung di dalam sel" Ucap Sarah kesal pada Rama yang bersikap biasa saja.


Lyndan, Nita, dan Topan hanya bisa terdiam melihat Sarah dan Rama, mereka tak bisa berbuat apa apa karena masalah ini bukanlah masalah sepele.


"Sarah dengarlah masalah ini berawal dari Ayahmu, dia banyak uang Sarah dia kaya, dan orang seperti dia akan bisa berbuat apa saja untuk menahanku di sel" ucap Rama tenang.


"Kita harus bicarakan masalah ini pada pak tua itu, aku tak akan pernah membeiarkan dia hidup tenang dengan harta kita itu mas" ucap Sarah marah.


"Sudah" ucap Rama.


"Huuhhh mas ayolah jangan becanda aku sedang marah" ucap sarah.


"Tenanglah aku akan pikirkan masalah paman Rama ini" sahut Topan yang sedari tadi hanya diam.


Semua mata tertuju pada Topan.


"Tidak Topan terima kasih tapi aku terlalu banyak menyusahkan keluarga kalian" ucap Rama tak enak hati harus menyusahkan Topan.


"Paman aku akan usahakan sebisa mungkin, aku tak mau kau berada di tempat ini lihatlah Sarah sangat membutuhkanmu paman" ucap Topan.


Rama tak bisa menjawab lagi karena memang benar apa yang di ucapkan oleh Topan, dia tak boleh egois karena malu dia sama saja menelantarkan Sarah yang sedang mengandung.

__ADS_1


"Baiklah Topan terima kasih atas semua bantuannya, paman janji jika nanti sudah ada uang paman akan ganti semua kerugianmu" ucap Rama.


"Aku ikhlas menolong paman" ucap Topan.


"Iya Rama kau tak perlu tak enak hati begini, dulu kau juga pernah membantu kami" ucap Lynda.


"Mbak aku merasa tak pernah membantu kalian" ucap Rama.


"Rama kau sangat berharga bagi kami dulu, bahkan saat mas Arya sakit pun kau yang mengantarnya ke Dokter, ya walau pun endingnya beda jauh tapi karena kebaikanmu yang itu mas Arya bisa sehat lagi dulu" ucap Lynda.


"Mbak maafkan aku, aku orang bodoh orang tak waras bisa bisanya aku menghabisi kakak ku sendiri kakak yang jelas jelas sudah membantuku saat susah" ucap Rama menyesali perbuatannya dahulu.


Sarah mengelus punggung suaminya itu, Rama meneteskan air matanya karena rasa bersalahnya semakin besar jika mendengar nama Arya sang kakaknya yang sudah baik padanya.


"Jangan di tangisi lagi Rama mas Arya sudah tenang disana" ucap Lynda.


"Baiklah keadaan sudah sangat tegang karena membicarakan hal ini, kita pikirkan saja dulu bagaimana caranya paman Rama keluar" ucap Topan yang merasa sedih karena penghianatan pamannya itu.


Tak lama kemudian datanglah pak Ardi pengacaranya keluarga Arya Wijaya, pak Ardi langsung menemui keluarga Topan yang sedang membesuk tak lupa juga pak Ardi akan menanyakan kejadiannya bagaimana.


"Selamat sore semuanya" sahut pak Ardi.


Semua orang menoleh kearah pak Ardi, Topan langsung mempersilahkan pak Ardi untuk duduk di kursi kayu yang sudah di sediakan oleh pihak kepolisian.


"Terima kasih atas waktunya pak karena sudah datang kesini" ucap Topan.


"Tidak nak Topan justru saya yang merasa senang kalau harus membantu keluarga pak Arya yang sudah baik pada saya dulunya" ucap pak Ardi.


bersambung...


***maaf ya untuk bab ini pendek Authornya lagi sibuk di acara tujuh belasan hehehe..


authornya masih ikut memeriahkan acara tujuh belasan,


jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***..

__ADS_1


__ADS_2