Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 85


__ADS_3

Flash Back onn (versi Bi Iyem)


Pov bi Iyem.


Aku berlari menuju ke arah gedung tua yang sudah sangat tua untuk aku bersembunyi dari kejaran para manusia yang tak punya hati dan adab.


Orang kaya itu mengejarku karena pasalnya mereka sudah membayarku pada muchikari sialan yang sudah menjualku pada lelaki hidung belang.


Kira kira usiaku masih sangat muda sekitar 24 tahunan, dulunya aku besar di kampung dan aku ke kota hanya untuk mencari kerja saja untuk menenuhi kebutuhan hidupku.


Namun siapa bilang hidup di kota itu senang?


Siapa bilang hidup di kota akan membuat orang menjadi Kaya?


Namaku Sutiyem aku merantau ke kota hanya untuk mencari pekerjaan, beradu nasib di kota orang.


Namun aku salah melamar pekerjaan ku kira tak ada orang yang akan memperjualkan manusia hanya untuk memuaskan nafsu belaka.


Ternyata aku salah, sangat sangat salah bahkan aku di jadikan sasaran empuk lelaki hidung belang hanya karena kebodohanku yang langsung tergiur dengan jumlah uang.


Padahal saat itu aku tak di beri tau aku akan bekerja apa? Tetapi pihak muchikari itu langsung memberikan uang dengan jumlah yang banyak.


"Pak apa pekerjaan saya" tanyaku pada lelaki yang bersikap seperti wanita itu, bisa di bilang pria kemayu.


"Eh Sutiyem kau tak boleh banyak cakap ya, eike tak suka itu" ucapnya dengan tangan yang lentur layaknya seorang banci.


"Pak saya akan keluar saja dari sini, saya gak bisa kerja kalau begini caranya" ucapku protes.


"Diam kau, karena kau telah datang kemari jadi kau tak bisa pulang lagi" ucap lelaki kemayu itu.


"Boys bawa dia ke ruangan ganti" titahnya pada kedua lelaki yang berada di sampingnya.


Aku di seret oleh kedua lelaki itu, aku di bawa ke dalam ruangan yang banyak sekali wanita cantik yang dengan memakai pakaian seksi di dalam sana.


"Ririn dandani dia" ucap lelaki itu.


Aku di paksa harus memakai baju ngetat oleh mereka, aku di dandani dengan make up yang cukup menor kalau untukku yang bahkan belum pernah memakai make up.


Aku di jual pada lelaki hidung belang itu, namun karena hari sudah mulai sore aku berusaha untuk berlari dari lelaki yang sudah menyewaku itu.


Bughh..


Aku memukul pria tua yang akan menodaiku itu dengan pas bunga, aku berlari sekencang mungkin saat pria itu sudah terjatuh ke lantai dan kepalanya berdarah akibat pukulanku.


-


Aku bersembunyi di gedung tua itu, aku gak tau bekas gedung apa ini karena aku tak melihat pemiliknya disini, bahkan keadannya pun sudah sangat rusak dan tak layak pakai.


Namun nasib sial sedang memihakku, mereka menemukanku bahkan aku sedang bersembuyi, mereka ingin membawaku kembali pada muchikari itu.


Tetapi ada seorang lelaki yang berani menebusku dari muchikari itu, dia membayar dengan uang yang besar hanya untuk menebusku.


Aku di bawa olehnya ke sebuah apartemen yang sangat kecil dan kumuh, bahkan apartemen disana hanya di tinggali oleh beberapa orang saja sehingga banyak sekali kamar yang kosong.


"Namaku Fransh dia temanku Rama wijaya, kau tinggallah disini biar temanku yang akan menjagamu supaya kau tak kabur" ucap lelaki itu.


Aku hanya mengangguk paham pada ucapannya, aku sangat berhutang budi padanya karena sudah menolongku membebaskan aku dari muchikari itu.


Dia pergi dan hanya menyisakan aku dan temannya yang bernama Rama Wijaya itu.


"Tuan tolong jangan sakiti saya, saya hanya orang tak punya yang ingin mencari uang di kota" ucapku pada Rama Wijaya.


"Diamlah aku tak tertarik padamu, kalau saja bukan Fransh yang minta aku tak akan mau tinggal di lingkungan kumuh seperti ini" ucapnya Ketus.


Dua hari sudah aku disini, dan tentu saja masih di temani oleh Rama yang masih menungguku karena takut aku melarikan diri.


Selama dua hari ini aku tak henti hentinya memohon pada Rama untuk membebaskanku dan aku akan membayar semua kerugian pada temannya itu.


Mobil mewah terparkir di halaman apartemen kumuh ini, keluarlah lelaki yang kemarin menebusku pada muchikari itu.


"Temanku sudah datang, aku akan pergi dari sini" ucap Rama ketus.

__ADS_1


Jika di hitung usia mungkin aku dan Rama hanya beda satu tahun, Rama berjalan keluar meninggalkan aku yang hanya berdiri mematung menyembunyikan ketakutan ini.


Aku sangat takut jika lelaki itu berbuat macam macam padaku, pasalnya kita belum pernah bertemu dahulu bahkan kami tak saling mengenal.


"Siapa namamu" tanya lelaki itu tepat di hadapanku.


"Sutiyem" ucapku gugup.


"Baiklah aku harus menagih uangku yang sudah aku keluarkan karena harus membebaskanmu" ucapnya sombong.


"Tuan aku tak minta kau untuk membebaskanku" gerutuku.


"Lantas kau mau bagaimana" ucap Fransh.


Aku hanya menundukkan kepalaku saja, aku sadar membayar pun aku tak bisa karena tak punya uang banyak, bahkan aku tak punya keluarga disini.


"Aku mau kau menjadi istri kontrakku, sampai aku punya anak darimu aku anggap hutangmu lunas" ucapnya enteng.


Aku terkejut mendengar ucapannya, bisa bisanya dia bicara begitu padaku sedangkan aku tak mengenalnya.


"Tuan kau orang kaya kau bisa menikah dengan orang yang kau kenal, kenapa harus denganku" protesku.


"Hanya Kontrak bo*oh" ucapnya.


"Mau tak mau kau harus mau karena aku maksa dan kau juga harus melunasi hutangmu" ucapnya sambil berlalu meninggalkanku yang hanya bisa diam mematung.


Mau berontak pun percuma karena aku memang berhutang banyak padanya, aku kira masih ada orang baik di kota ini tetapi aku salah semua orang kaya jahat.


Air mataku menetes karena aku tak bisa melawan lagi, aku sudah hidup sebatang kara di kampung dan saat datang ke kota aku di jadikan istri kontrak yang hanya akan mengandung dan memberikan anakku pada orang lain sebagai bentuk bayar hutangku.


"Kenapa nasib tak berpihak padaku, kenapa aku sangat menderita mamah aku sangat merindukanmu hikss hikss " gumamku sambil menangis.


-


Hari ini aku menikah dengan Fransh dan dengan di dampingi istri pertamanya dan kedua saksi serta penghulu disana, bahkan aku sudah menandatangani surat kontrak yang berisikan aku harus pergi saat anak itu sudah lahir, dan bahkan jika nanti saat dia besar kami bertemu pun aku tak boleh meceritakan apa pun padanya.


"Baiklah Sutiyem kau sudah menjadi istri kontrak dari suamiku, aku harap kau tetap berada di posisimu, sampai kau hamil dan melahirkan anak untukku kau tak boleh pergi atau sampai jatuh cinta pada suamiku kalau kau dengar kau menyukai suamiku tak akan aku ampuni kau" ucap wanita yang terlihat cantik dan muda aku tebak dia istrinya Fransh.


Plakk..


Aku mendapat tamparan dari istri pertama Fransh, aku replek memegang pipi yang terkena tamparan itu.


"Tutup mulutmu jangan bicara begitu padaku" ucap Wanita itu sambil mendorongku.


10 bulan pun berlalu.


Aku sudah mengandung anak Fransh dan sekarang aku sedang hamil tua dan akan segera melahirkan dan saat itulah aku akan meninggalkan putraku pada orang kaya itu.


10 bulan berlalu aku hidup dengan keadaan pahit, karena sering kali aku mendapat pelakuan tak baik dari istri pertama Fransh, bahkan saat Fransh sedang bersamaku aku yang jadi sasaran amarahnya,


Pasalnya aku di sangka akan merebut Fransh dari tangannya, padahal kenyataanya aku sangat muak padanya ingin sekali aku membunuhnya.


Saat aku sedang duduk, perutku terasa sakit, apa aku akan segera melahirkan sekarang? Apa aku akan berpisah dengan anakku sekarang?


Perutku semakin mulas dan aku sangat merasa kesakitan aku mencoba menelpon Fransh untuk mengantarku ke rumah sakit tetapi ponselnya tak bisa di hubungi.


Karena semakin sakit aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit sendirian dengan menaiki taksi yang selalu berlalu lalang depan apartemen itu.


-


Aku sudah berada di rumah sakit yang cukup besar di kota ini aku terpaksa kemari karena tak ada lagi bidan yang aku tau di daerah sini.


Aku berjuang sendirian untuk melahirkan anak pertamaku ini, air mataku tak henti hentinya keluar aku berharap aku tak melahirkannya sekarang karena aku tak mau berpisah dengannya.


"Terus neden bu jangan berhenti bayinya sudah mau keluar" ucap Dokter yang menangani aku melahirkan.


"Oekk Oekkk" suara bayi bergema di ruangan itu rasa haru aku rasakan sekarang.


Seorang anak lakilaki yang sudah mengisi rahimku selama 9 bulan ini telah aku lahirkan dan aku harus berpisah dengannya.


"Nyonya bayinya lakilaki sehat aku akan meletakkannya di ruangan bayi, kau istirahat saja dulu" ucap Dokter itu.

__ADS_1


Hari yang harusnya aku senang karena aku mempunyai anak tetapi menjadi hari yang sangat aku tangisi karena berpisah dengan penyemangat hidupku.


Aku berniat akan melihat putraku di ruangan khusus untuk bayi yang baru lahir, ada dua bayi disana dan sama sama lakilaki.


"Sus anak saya yang mana" tanyaku pada Suster yang menjaga disana.


"Sebelah kiri Nyonya" ucap Suster itu.


Aku memandang wajah putraku yang tampan dan sangat sempurna, aku menangis terharu melihatnya dia sangat mirip denganku.


Walau pun hidungnya mancung sama dengan Fransh,


"Nyonya itu putramu" ucap seorang wanita cantik yang sudah berada di sampingku.


"Iya Nyonya" jawabku pada wanita seusiaku itu.


"Anak kita lahir bareng Nyonya, mereka seperti adik kakak" ucap Wanita itu lagi.


"Iya Nona aku harap anakku tak akan melupakanku nanti" ucapku sambil meneteskan air mata.


Tiba tiba...


Plakkk..


Satu tamparan mendarat di pipiku, aku terkejut melihat istri pertama Fransh ada di sini dan menamparku.


"Kau melahirkan tapi tak menghubungiku, apa kau akan kabur jangan coba untuk membohongiku Sutiyem" bentaknya.


Wanita baik yang tadi bicara padaku langsung memegang bahuku untuk menenangkanku.


"Nona jaga bicaramu" ucap wanita baik itu membelaku.


"Hah Lynda" ucap istri pertama Fransh terkejut melihat wanita baik yang membelaku.


"Kau Farida, aku tak sangka ternyata kau kasar Fari" ucap Lynda.


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan Lyn" ucap Farida istri pertama Fransh.


Farida langsung membawa putraku pergi dari sini, dan aku hanya diam dan tak bisa memberontak sama sekali.


"Nona bayi anda" ucap wanita baik.


"Tidak Nona itu anaknya dia bukan lagi anakku hiks... Hiks..." ucapku sambil menangis.


Lynda memelukku dengan erat bahkan wajahnya pun sangat bersedih karena melihat penderitaanku.


"Nona aku akan laporkan kasus ini pada polisi" ucap Lynda.


"Tidak Nona aku yang salah aku punya hutang pada mereka dan aku membayarnya dengan anak itu" ucapku.


Setelah itu aku dibawa oleh Lynda dan suaminya ke rumah aku di jadikan pengasuh untuk bayinya itu, mereka sangat baik padaku padahal mereka tak mengenalku.


Aku di perlakukan sebagai keluarga sendiri bahkan aku pun serasa punya anak karena anaknya Lynda sangat dekat denganku.


Aku melihat Rama dengan seorang wanita, Rama pun menenteng banyak paper bag yang bagus bagus.


"Kak Lynda kak Arya selamat ya sudah punya anak" ucap Rama pada Lynda sambil memeluk Arya.


Namun saat Rama melihatku, aku langsung bersujud tepat di bawah kakinya aku sangat ingin bertemu dengan anakku.


" bi kenapa begitu berdiri" ucap Lynda berusaha membantu aku berdiri.


"Tuan tolong pertemukan aku dengan anakku" ucapku memohon.


"Rama ada apa" tanya Arya heran.


"Maaf tapi aku gak bisa, aku tak mau mencampuri urusan Fransh" ucap Rama.


"Tuan saya mohon saya sangat ingin melihatnya, tolong pertemukan aku tuan" ucapku lagi.


bersambung...

__ADS_1


kasihan Bi Iyem ya punya masalalu yang sangat pahit.


__ADS_2