Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 64


__ADS_3

Rama duduk di halaman rumah Lynda, dia masih mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Lynda.


"Apa aku seburuk itu" gumam Rama menyesali masalalunya.


Rama menatap jalanan yang cukup sepi hanya ada satu dua orang yang berjalan disana, Rama merasa hampa tanpa adanya Sarah di sampingnya.


"Tuan" sahut seseorang dari belakang Rama.


Rama melirik kearah suara itu ternyata anak buahnya datang kesana dengan membawa koper miliknya dan beberapa tas milik Sarah.


"Kalian datang" tanya Rama.


"Kami hanya ingin memberi tau kalau Nona sekarang berada di kosan dekat taman kota tuan" jelas anak buahnya.


"Apa" ucap Rama sumbringah dia tak menyangka kalau dia akan menemukan Sarah.


"Iya Tuan, tapi ada kabar buruk yang harus kami sampaikan tuan" sahut anak buahnya.


"Kabar buruk apa" tanya Rama sedikit cemas karena anak buahnya membawa kabar buruk.


"Itu tuan soal rumah Anda, tuan Anjasmara sudah menjualnya pada orang lain saat kami kesana kemarin kami melihat orang itu memberikan uang pada tuan Anjasmara" jelas Anak buah Rama.


"Dasar gembleng Anjasmara sudah mulai berani dia padaku" gerutu Rama.


"Baiklah antarkan aku menemui Sarah aku tak sabar untuk menemuinya" sahut Rama sambil bangkit dari duduknya.


"Ayo tuan" sahut anak buah serempak.


Rama naik ke mobil anak buahnya, saat ini dia sudah tak mempunyai rumah atau kendaraan mungkin aset perusahaannya juga di ambil oleh Anjasmara.


Rama merasa terharu karena anak buahnya bisa membantunya walau pun Rama tak punya uang, Rama merasa kalau dia masih punya tempat untuk bersandar saat dia sedang kesusahan.


-


"Tuan itu kosan milik Nona Sarah" ucap Anak buah Rama sambil menunjuk kosan yang pintunya berwarna coklat.


"Aku akan turun dan melihatnya" sahut Rama langsung turun dan mendekat kearah pintu kosan Sarah.


Tokkk..


Tokkk.


Rama mengetuk pintu kosan itu, tak ada jawaban dari dalam namun Rama tak putus asa dia dia mengetuk sekali lagi kamar itu.


Tookk..


"Sebentar" sahut seorang wanita dari dalam, Rama sudah bisa menebak kalau pemilik suara itu adalah Sarah istrinya.


Klek


Pintu terbuka dan menampakan kedua insan yang sedang di landa kerinduan.


Senyuman terpancar di bibir keduanya mereka tak menyangka kalau mereka akan bertemu lagi setelah beberapa hari terpisah.

__ADS_1


"Sarah".


" mas kau kesini".


Rama langsung membawa Sarah pada pelukannya dan Sarah pun merasa sangat ingin memeluk suaminya itu, walau pun berbeda umur tapi mereka sangat mencintai satu sama lain.


Lama mereka berpelukan sesekali Rama mengecup puncak kepala Sarah.


"Aku sangat mencintaimu Sarah" bisik Rama tepat di telinga Sarah.


"aku juga mas" balas Sarah yang mulai nyaman berada di pelukan Rama suaminya.


***


Lynda berjalan kearah taman halaman rumahnya dia mencari keberadaan Rama yang tak dapat dia temukan di mana mana.


"Ke mana Rama, dasar menyusahkan saja" gumam Lynda.


Lynda duduk di Sofa sambil memijat keningnya yang sedikit merasa pusing karena memikirkan sesuatu.


"Bu apa mau aku buatkan minuman dingin" tanya bi Iyem pada Lynda.


"Tidak bi, aku tak mau apa apa" jawab Lynda.


"Bi apa kau tau dimana Rama" tanya Lynda.


"Tadi bibi sempat lihat dia sedang duduk di halaman rumah bu, lalu datang satu mobil di dalamnya banyak laki laki bu, apa Rama dibawa oleh laki laki itu?" ucap Bi Iyem menerka nerka.


"Bibi ini siapa juga yang mau membawa orang seperti Rama" ucap Lynda sambil tersenyum.


"Hah sudahlah bi kita doakan saja supaya Rama segera kembali kejalan yang benar" ucap Lynda.


"Aminn" sahut Bi Iyem.


***


Sarah dan Rama duduk di taman berdua sedangkan anak buah Rama menunggu di mobil karena tak mau mengganggu tuannya yang sedang berbincang dengan istrinya.


"Mas apa kau tak berniat untuk meninggalkanku" tanya Sarah yang membuat terkejut.


"Untuk apa aku meninggalkanmu Sarah, jika kau masih mau bersamaku aku tak akan pergi darimu" sahut Rama sambil tersenyum.


"Benarkah mas, dengan semua kejahatan Ayah apa kau bisa memaafkannya" ucap Sarah.


"Maaf Sarah Ayahmu sudah kelewatan, bahkan dia sudah menjual rumah kita pada orang lain, mungkin bisa jadi dia juga mengambil perusahaanku" ucap Rama tangannya mengepal karena menahan amarah pada Anjasmara.


"Apa Ayah berbuat itu, dimana kamu tinggal mas" tanya Sarah.


"Aku tinggal di rumah mbak Lynda rumahnya Topan, hanya mereka yang mau menampungku sekarang" jawab Rama.


"Apa mereka tak marah padamu mas" tanya Sarah penuh selidik.


"Tidak, tapi mungkin mereka sedang menahan kebenciannya padaku" jawab Rama sambil menarik nafas berat.

__ADS_1


"Kita pindah saja mas, kita cari rumah yang jauh dari sini" ucap Sarah.


"Kemana Sarah, bahkan nyawa kita taruhannya kalau sampai Ayahmu melihat kita masih hidup" ucap Rama putus asa.


"Lantas bagaimana sekarang" tanya Sarah.


Rama menggelengkan kepalanya tanda tak tau harus apa sekarang.


"Mas apa kau tau, aku sedang hamil sekarang" bisik Sarah karena tak mau terdengar oleh orang lain.


Rama terkejut mendengarnya dia tak menyangka kalau dia akan segera menjadi Ayah dari anak pertamanya.


"Apa kau tak sedang bercanda Sarah" tanya Rama sambil mendekat kearah Sarah.


Sarah menganggukan kepalanya menandakan dia benar benar sedang berbadan dua.


"Alhamdulilah aku akan menjadi seorang Ayah Sarah" sahut Rama menutup mulutnya tak percaya.


"Aku juga senang mas" ucap Sarah langsung memeluk tubuh kekar suaminya.


Sarah dan Rama berpelukan tak memperdulikan orang orang disana yang sedang melihatnya.


"Aku berjanji akan bekerja keras untuk keluarga kecil kita" ucap Rama bahagia.


Setelah cukup lama mereka mengobrol, akhirnya Sarah memutuskan untuk ikut Rama ke rumah Lynda dan memperkenalkan diri sebagai istri Rama.


Anak buah Rama mengantarkan Rama Dan Sarah kerumah kediaman Lynda untuk menumpang beberapa hari karena takut jika harus bertemu dengan Anjasmara dan anak buahnya.


-


Di kediaman Lynda House.


Sarah dan Rama turun dari mobil sedangkan anak buahnya sudah pergi meninggalkan mereka berdua di kediaman Lynda.


Sarah memegang tangan Rama kuat dia sangat takut jika keluarga Topan akan membencinya karena perbuatannya dahulu yang sangat kurang ajar.


"Jangan takut Sarah kita akan minta maaf pada mereka" ucap Rama meyakinkan.


Tookk..


Tokk..


Rama mengetuk pintu rumah Lynda yang menjulang tinggi dan terbuat dari kayu yang kokoh dan mahal.


Klek


Pintu di buka dari dalam.


"Mau apa kau kesini wanita murahan" sahut Lynda dari dalam.


besambung...


**ada yang penasaran gak dengan kelanjutannya?

__ADS_1


jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author lebih semangat lagi nulisnya..


salam manis Author**...


__ADS_2