
Dirumah sakit yang cukup besar di kota ini.
Rama mondar mandir didepan Ruangan gawat darurat, karena luka Sarah yang cukup serius maka Sarah langsung segera di larikan ke ruangan gawat darurat.
"Hey tuan bisa jelaskan, ada hubungan apa kau dengan putriku" tanya Anjasmara yang sedari tadi hanya duduk saja.
"Ck, nanti juga kau tau Tuan tak perlu risau aku bukan seorang pembunuh dan bukan orang jahat juga" sahut Rama.
"Dasar aneh" umpat Anjasmara.
Mereka berdua tak bicara apa apa lagi, karena perkenalan mereka yang cukup kasar.
Jadi membuat keduanya merasa saling tak suka, apalagi nanti jika tau kalau Rama adalah suami putrinya mungkin Anjasmara akan lebih marah dan benci pada lelaki yang sudah menunjuknya tadi.
Seorang wanita berlari kearah Anjasmara yang sedang duduk di kursi.
Wanita itu langsung duduk di pangkuan Anjasmara dan memeluknya dengan erat.
"Mau apa kau kesini Baby" tanya Anjasmara kaget karena wanita bayarannya itu bisa ada disini dan dengan beraninya dia duduk dipangkuan Anjasmara.
"Aku hawatir dengan kondisi Sarah mas, jadi aku kesini" ucapnya manja.
Rama yang melihat adegan itu hanya tersenyum tipis, dia sangat paham apa yang dirasakan Anjasmara.
Malu dan senang itulah yang sedang Anjasmara rasakan.
"Duduklah disini malu dilihat orang" gumam Anjasmara sambil menepuk nepuk kursi kosong di sebelahnya.
Wanita itu patuh pada ucapan Anjasmara, Wanita yang mana yang tak senang jika di booking oleh Anjasmara bahkan wanita yang pernah ditiduri Anjasmara tak pernah merasa kecewa tau pun komplain.
__ADS_1
Wanita yang selalu bersama Anjasmara mereka akan diperlakukan layaknya Ratu oleh Anjasmara, bahkan mereka merasa senang dan kenyang jika dekat dengan Anjasmara.
"Tuan apa kau bisa menyuruh wanita itu pulang, lihat semua orang melihat kearah kita" ucap Rama.
Lelaki berumur 40 an itu merasa risih dengan perlakuan wanita itu yang tangannya terus menerus meraba raba tubuh Anjasmara sang mertuanya.
"Bilang saja kalau kau sirik Tuan gak usah berlagak so munafik jika kau juga suka dengan wanita wanita seksy" sahut Anjasmara memanas manasi Rama.
"Maaf Tuan aku tak tertarik dengan wanita bayaran, jika aku mau aku akan menikahi wanita yang mau denganku, aku tak akan memaksa wanita untuk tidur tanpa sebuah ikatan yang pasti" ucap Rama sambil tersenyum tipis.
Anjasmara hanya memalingkan wajahnya yang di pandang oleh Rama.
Dokter yang menangani Sarah akhirnya keluar juga dari ruangannya.
Rama langsung mendekat kearah Dokter itu.
"Bagaimana kondisi Sarah" tanya Rama.
"Nona Sarah tak apa apa tuan cuman luka akibat benturan saja dia tak memiliki luka yang serius Tuan" sahut Dokter itu.
"Bolehkah saya melihatnya" tanya Rama memohon pada Dokter.
"Untuk saat ini tidak bisa Tuan karena Non Sarah harus istirahat dulu, tenanglah Tuan kau terlihat sangat khawatir dengan istrimu itu" candaan Dokter itu di bantah oleh Anjasmara.
"Dia bukan suaminya Dok, dia hanya temannya Sarah" geram Anjasmara.
"Oh maafkan saya Tuan saya tak tau" ucap Dokter sambil masuk lagi kedalam ruangannya.
Rama tak menggubris lagi ucapan Anjasmara, apa lagi Anjasmara tak percaya kalau Rama itu adalah suami dari Sarah putri semata wayangnya.
__ADS_1
"Dokter itu ada ada saja, masa putriku mau sama lelaki kasar seperti dia" ucap Anjasmara meledek.
Anjasmara kembali duduk bersama wanita itu, Sedangkan Rama masih berdiri dekat pintu masuk.
Dengan usia yang hampir masuk kepala empat namun Rama tak terlihat seperti sudah tua, raut wajahnya menggambarkan dia seperti baru berusia 30 an dengan perawakan yang tinggi membuat Rama tak terlihat seperti seorang yang sudah berumur.
"Mas pulang yuu, Sarahkan sudah baikan" sahut manja wanita itu.
"Bentar ya Sayang, mas ada yang mau ditanyakan pada Sarah" Ucap Anjasmara.
"Hemmm baiklah aku akan tunggu" ucapnya.
Rama langsung melihat kearah Anjasmara.
"Pulanglah Tuan biar Sarah saya yang urus, kau uruslah wanitamu itu aku risih melihatnya ada disini" sahut Rama ketus.
"Diam kau seharusnya kau yang pergi bukan aku, aku Ayahnya dan kau siapa" geram Anjasmara.
"Aku istimewah untuk putrimu tuan" sahut Rama.
"Seberapa istimewahnya kau dimata anakku, akan aku tanyakan itu nanti ada anakku" gumam Anjasmara.
bersambung...
***menantu sama mertua gak pernah akur...
semoga saja Anjasmara gak jantungan saat mendengar kalau Rama adalah suaminya Sarah...
jangan lupa like comen dan vote ya
__ADS_1
biar Author lebih semangat lagi nulisnya..
salam manis Author***..