Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 55


__ADS_3

Puput sudah memikirkan rencana yang sangat bagus untuk membalas kakaknya Nita, Rencana Puput dia ingin membuat Nita keguguran dan membuat semua keluarganya Nita sedih.


Puput menuangkan minyak pada lantai dapur yang akan di lewati Nita karena pagi ini Nita pasti mengambil susu untuknya dan susu untuk Rayhan.


Puput sudah stand by duduk di meja makan dengan menikmati teh manis sebagai pembuka paginya yang sangat indah ini.


Nita berjalan kearah dapur seorang diri dan Puput masih mengintai setiap gerak gerik Nita yang akan mendekat ke arah dimana Puput meletakan minyak di lantai.


Slettt...


Kaki Nita terpeleset karena minyak itu, Namun Puput harus menahan amarah karena Nita tak jatuh kelantai Nita di tahan oleh Topan karena Topan menyadari kalau istrinya itu akan jatuh.


"Hati hati Nit, kamu jangan ceroboh" sahut Topan sambil menggendong tubuh Nita yang masih berada di pelukan Topan.


Hati Puput merasa kesal karena melihat Nita malah semakin bahagia dengan Topan.


"Hari ini kamu selamat Nita tapi suatu saat nanti aku pasti akan berhasil" gumam Puput.


Dengan cepat Puput mengelap minyak yang berceceran di lantai Puput takut jika ada yang merasa heran karena lantai licin.


"Sedang apa Put" tanya Topan yang berjalan ke dapur untuk mengambil susu hamil untuk Nita dan susu untuk Rayhan.


Puput tersentak kaget saat mendengar suara Topan yang sudah berada tepat di belakangnya.


Puput langsung berdiri dan berbalik kearah Topan berdiri sekarang.


"Anu kak ehhhk... Ada air di lantai jadi licin aku mengelapnya supaya tak ada yang jatuh" ucap Puput terbata bata.


"Ouh baiklah makasih ya" sahut Topan manis padahal jika Topan tau semuanya kalau Puput tak sebaik itu dia hanyalah pura pura hanya untuk memanfaatkan keluarga Topan saja, bahkan jika di samakan dengan Hewan Puput cocok disebut dengan sebutan " Srigala berbulu domba".


"Kalau begitu aku permisi dulu kak" sahut Puput sambil pergi meninggalkan Topan yang masih mematung melihat sikap aneh Puput.


Topan tak memperdulikan lagi Puput dia hanya memperdulikan Nita dan Rayhan yang sangat membutuhkan energi dan gizi jadi Topan harus segera menyiapkan susu untuk Nita dan putranya.


****


Pagi sekali Sarah sudah meminta makan Rujak pada Rama yang bahkan belum bangun dari tidurnya.


"Mas pengen Rujak" sahut Sarah dengan memonyongkan bibirnya manja pada Rama.


"Nanti aja ya, mas masih ngantuk" jawab Rama menguap beberapa kali karena masih mengantuk akibat semalam bergadang dengan Sarah karena Sarah tak bisa tidur.


"Mau sekarang mas, cepetan beliin aku Rujak" ucapnya sambil menggoyang goyangkan tangan Rama yang kekar itu.


"Sayang ini masih pagi loh! Masa mau Rujak nanti aja siang mas belikan ya" bujuk Rama.


"Gak mau maunya sekarang" rengek Sarah.


"Sayang pagi begini mana ada kang Rujak hah! Nanti aja ya siang mas belikan sekalian dengan kang Rujaknya ya mas belikan buat kamu" sahut Rama masih sabar menghadapi sikap manja istrinya itu.

__ADS_1


"Mau sekarang titik" ucap Sarah.


"Iya baiklah mas belikan tapi mas harus mandi dulu! Gak papakan?".


Sarah hanya menganggukan kepalanya.


Sedangkan Rama harus mencari rujak di pagi hari seperti ini, kemungkinan kang rujaknya masih tidur.


Setelah Rama bersiap dia langsung berangkat pergi mencari kang rujak di area perjalanan bahkan Rama pun sampai ke halaman sekolah yang biasanya ada gerobak gerobak yang jual makanan.


Namun tetap saja tidak ada! Sudah hampir satu jam mengendarai Motor Rama tak menemukan juga kang Rujak yang di pinta istrinya itu.


Rama tak menyerah sama sekali, dia masih terus saja mencari apa yang di inginkan Sarah karena hati Rama sudah terlanjur cinta dengan Sarah jadi apa pun yang Sarah inginkan pasti Rama akan lakukan.


Setelah lama mencari! Akhirnya Rama menemukan juga kang rujak yang sangat di inginkan oleh Sarah.


Rama mendekati kang rujak yang sedang berhenti di pinggir jalan karena ada yang mau beli.


" mang 100 rbu ya" sahut Rama pada kang Rujak.


Semua orang menatap Rama yang tadi bersuara! Semua orang yang ada disana heran untuk apa membeli rujak sebanyak itu.


"Yang bener mas mau 100 rbu" tanya Kang Rujak penuh selidik, karena mungkin dia baru melayani pembeli yang mau membeli hingga 100 rbu.


"Iya tolong bungkuskan segera ya mas, istri saya sedang ngidam" sahut Rama.


-


"Sayang ini rujaknya" sahut Rama pada Sarah yang sedang duduk di sofa.


"Ada mas! Sini biar aku nyoba" Sarah mengambil kantong kresek di tangan Rama.


Sarah memakan rujak yang sangat dia inginkan itu.


Sarah memakan Rujak itu dengan rasa senang dan seperti anak kecil yang mendapat makanan yang sangat dia inginkan dan baru sekarang kesampaian.


Rama yang melihat itu tersenyum haru karena tak mengerti lagi dengan sikap istrinya itu, kadang menyebalkan namun kadang juga bisa membuat hati Rama terenyuh melihatnya.


"Sayang mas mau kedapur dulu ya, mau ngambil minuman dulu" sahut Rama.


"Iya mas, tolong ambilkan aku juga air minum ya mas" pinta Sarah.


"Iya mas sekalian ambilkan".


Rama berjalan kearah dapur, dalam hatinya dia tak tega jika harus menyakiti Sarah karena Sarah bukanlah yang menyebabkan Rama mengalami kerugian tapi Ayahnya Sarah yang melakukannya.


"Aku tak tega jika harus berbuat jahat pada Sarah, maafkan aku Sarah karena keegoisanku kau jadi pelampiasan amarahku pada Ayahmu" batin Rama sambil meneteskan air mata dari matanya yang sedari tadi sudah berembun.


Dengan cepat Rama menghapus air matanya itu, dia sangat tak sanggup jika harus menyakiti Sarah yang sudah mulai dekat dengannya.

__ADS_1


***


Anjasmara sedang berada di suatu tempat yang sangat tak pantas di datangi oleh kaum adam, namun berbeda dengan Anjasmara dia datang dan menyewa beberapa wanita disana untuk menghilangkan pusing di kepalanya akibat masih dendam pada Rama.


Anjasmara sudah habis dua botol minuman keras karena merasa sangat kesal dengan Rama sekaligus putrinya itu.


Anjasmara berjalan kearah luar dia tak memperdulikan lagi wanita yang sedang berada di sampingnya.


Anjasmara melajukan mobilnya dalam keadaan mabuk berat! Matanya merah dan mulutnya bau alkohol bahkan jalannya pun sempoyongan karena pusing akibat minuman itu.


"Awas kau Rama aku akan membalas perbuatanmu" gumam Anjasmara sambil tersenyum menyeringai.


Anjasmara memarkirkan mobilnya di halaman rumah Rama yang dia dapat dari informasi yang sudah dia bayar untuk mencari alamat rumah Rama.


Anjasmara mengetuk pintu rumah Rama yang terlihat sepi tak ada penjaga yang menjaga di luar pintu.


Tokk...


Tokkk...


Anjasmara menunggu di luar rumah, menunggu orang dari dalam membukakan pintu untuknya.


Klekk...


Pintu terbuka dari dalam, tampaklah Rama yang membuka pintu karena merasa terganggu oleh suara ketukan pintu.


"Rama" gumam Anjasmara.


Bughhh..


Bughhh..


Anjasmara memukul Rama dengan sangat keras hingga membuat Rama terjungkal ke belakang.


"Sudah ku bilang Rama jauhi putriku" ucap Anjasmara dengan suara serak.


Rama berdiri lagi dan berhadapan dengan Anjasmara yang sedang menahan amarahnya sehingga memperlihatkan dadanya yang naik turun karenanya.


"Tuan sudahku bilang Sarah hanya mau denganku jadi kau tak boleh memaksanya untuk tinggal denganmu" sahut Rama menahan emosinya karena takut kebablasan pada Anjasmara.


"Arggghhh banyak bacot kau" teriak Anjasmara kesal pada sikap Rama.


Bughhh..


Plakkk..


Bughh...


bersambung...

__ADS_1


***jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author semangat lagi nulisnya..


salam manis Author***...


__ADS_2