ALINEA

ALINEA
Chapter 9 : Drugs Part 2


__ADS_3

Tak lama setelah kedatangan Rio di kantor polisi, kuasa hukum Rio pun datang. Kuasa hukum Rio menyerahkan surat jaminan penangguhan penahanan untuk Tyshia kepada polisi, sambil menunggu proses tersebut Tyshia masih nampak syok hingga ia di dampingi oleh Rio dan psikolog dari kepolisian.


"Ayah forgive me, I was broken your heart yesterday. I was left out house quietly without your knows Hiikss..."


*Ayah maafin aku, kemarin aku sudah menyakiti hatimu. aku juga sudah diam-diam keluar dari rumah tanpa sepengetahuanmu hiks...


"Sayang, maafin Ayah juga ya. Kemarin Ayah tidak bermaksud untuk mempermainkan temanmu. Ayah benar-benar tidak pernah bisa mengatakan tidak untuk semua permintaanmu, sementara instingku sebagai seorang Ayah mengatakan pria itu tidak baik. Ayah sungguh tidak bermaksud mengambil hakmu untuk bermain atau berpacaran dengan siapa pun, tapi lagi-lagi insting Ayah selalu berkata mereka yang mendekatimu hanya ingin memanfaatkanmu. Yang bisa ayah lakukan hanyalah menjadi teman terbaikmu, tapi nyatanya Ayah tidak cukup baik untuk menjadi temanmu."


"Ayah, maafkan aku hiks...." Tyshia menangis di pelukan Ayahnya.


"Kita ikuti semua prosesnya, kamu tidak perlu takut. Sekalipun Ayah gagal membuktikan jika kamu tidak bersalah ayah yang akan menggantikanmu." Rio mencium kepala putrinya.


"Tidak ayah, aku tidak mau jika Ayah berada di dalam karena perbuatanku hiks.."


Rio menegelus punggung Tyshia dengan lembut untuk menenangkannya.


Setelah menunggu 1X24jam polisi mengeluarkan surat pembebasan bersyarat, pengacara Rio menandatatangi beberapa surat perjanjian jaminan pembebasan bersyarat untuk putrinya, kemudian ia membawa putrinya kembali pulang.


Sesampainya di rumah, Tyshia di sambut oleh Ana dan keluarga lainnya. Ana memeluk putrinya dengan erat.


"Bunda, I do really sorry for what I have done Hiks..." Tyshia menangis di pelukan Ibundanya.


"We loves you sweety, don't do that again." ucap Ana kemudian mengecup kedua pipi Tyshia dan menghapus air mata yang membasahi pipinputrinya.


Rio melihat di ruang tamunya sudah berkumpul banyak orang, ada Adit dengan kuasa hukumnya, kuasa hukum Rio, dan beberapa tim IT Rio ia pun menghampiri mereka.


Adit dan kuasa hukumnya menjelaskan analisis rekaman CCTV yang ia ambil dari cafe tempat Tyshia dan teman-temannya berkumpul.


Detik-detik saat tim BNN mulai masuk ke cafe, pria yang berada di sebelah Tyshia dengan cepat memasukan obat terlarang tersebut ke dalam tas milik Tyshia, yang Tyshia selempangkan di pundaknya.


Posisi tas tersebut berada di belakang Tyshia sehingga Tyshia tidak menyadarinya, secara kebetulan Tyshia tidak meresleting tasnya hanya mengaitkan tasnya tersebut dengan pengait magnetik sehingga memudahkan si pelaku untuk memasukan barang tersebut.


Selanjutnya Rio mendengar penjelasan dari tim ITnya, mereka memberikan beberapa lembar print out chat yang terdapat di handphone Tyshia yang tidak ada satupun chat yang membahas barang haram tersebut.

__ADS_1


Kemudian print out chat milik Nichole, ada beberapa chat Nichole dengan teman-temannya yang membahas transaksi barang tersebut, bahkan tim IT Rio mampu memberikan bukti-bukti transferan/transaksi atas barang haram tersebut.


"Mas Rio istirahatlah, kita lanjutkan besok. Aku pasti akan membantu Mas hingga kasus ini tuntas" ucap Adit sambil memegang bahu kakak iparnya


Rio mengucap terima kasih dan berpamitan kepada semua yang berkumpul di ruang tamu rumahnya. Rio berjalan menuju kamar putrinya, ia melihat Tyshia sedang di temani oleh Lyra dan istrinya.


"Istirahatlah sayang, biar aku dan lyra yang menemani tyshia. Aku sudah menyiapkan air hangat dan baju ganti untukmu di kamar." Ana merapihkan rambut suaminya yang berantakan.


Rio hanya menganggukan kepalanya, kemudian mencium kening istrinya.


"Thank you ayah" ucap Tyshia


" You're welcome sweety, Ayah take a rest first" ucap Rio kemudian pergi menuju kamarnya.


Keesokan harinya pengacara Rio mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan semua temuan dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang semalam di kumpulkan. kemudian polisi melakukan penyelidikan terhadap semua barang temuan tersebut.


Dua hari kemudian pihak kepolisian menggelar konfrensi pers, dalam konfrensi pers tersebut pihak kepolisian menyatakan status Tyshia hanya sebagai saksi.


"Thank you so much ayah" Tyshia memeluk ayahnya erat.


Tyshia menganggukan kepalanya, dalam pelukan Ayahnya.



Keesokan harinya Tyshia bangun lebih awal dari Ayah dan Bundanya, ia membuatkan Ayah dan Bundanya sarapan pagi, Ana setengah terkejut melihat putrinya pagi-pagi sekali sudah berada di dapur.


"You making breakfast for us?" tanya Ana heran.


"Ya. Here Bunda, taste." Tyshia menarik kursi mempersilahkan bundanya untuk duduk dan mencicipi nasi goreng seafood yang ia buat.


Dengan senang hati, Ana pun duduk dan kemudian mencicipi nasi goreng buatan putri tercintanya.


"How?" tanya Tyshia.

__ADS_1


"Good sweety, it's very yummy" jawab Ana.


Tak lama Rio datang bergabung dengan istri dan anaknya untuk sarapan.


"Why ayah still using a office clothes? are day we'll go on vacation?" tanya Tyshia heran, sehingga mengira ayahnya tak jadi ikut berlibur dengannya.


"Both of you and Bunda go frist, Ayah follow on later. Ayah still have something to do"


*Kamu dan bunda berangkat berangkat duluan, nanti ayah akan menyusul kalian. masih ada yang harus ayah kerjakan.


"Baiklah" Tyshia menganggukan kepalanya, ia sama sekali tak keberatan jika Ayahnya menyusul yang terpenting baginya ia tetap bisa berlibur bersama Ayah dan Bundanya.


Selesai sarapan Rio berangkat ke kantornya, sedangkan Ana dan Tyshia pergi ke bandara untuk berlibur ke Pulau Dewata Bali.


Sesampainya di kantor Rio membereskan semua pekerjaannya, ia tidak mau ada gangguan saat nanti ia berlibur bersama keluarganya. Pukul 16.00 sore sebelum menyusul anak dan istrinya, Rio menyempatkan diri untuk ke Jogja.


Rio rindu dengan rumah masa kecilnya yang kini telah ia renovasi, ia membuat yayasan yatim piatu yang ia namai dengan nama Ibundanya.


'Semoga hal kecil yang aku buat ini bisa menjadi amal jariahmu di akhirat ibu' gumam Rio dalam hati, ia berdiri tepat di depan pagar yayasannya


Pengurus yayasan menyambut kedatangannya, beberapa dari mereka menanyakan keberadaan Ana dan Tyshia karena biasanya Rio selalu datang dengan mereka berdua.


"Loh, lan pundi keng garwo lan keng putro. kok mboten tumut tidak meriki?" tanya pengurus yayasan.


*Loh kemana istri dan anaknya, kok tidak ikut ke sini?


"Kulo namung mampir mriki sakedap namung tuwi kemawon"Jawab rio


*Saya hanya mampir sebentar ke sini untuk melihat-lihat.


Rio mengelilingi rumahnya, meski sudah ia renovasi tapi bayangan masa lalunya masih terekam jelas di memorynya. Kenakalan demi kenakan yang ia buat saat dirinya masih anak-anak hingga remaja membuat Ibu serta Ayahnya kewalahan menghadapinya.


Puas bernostalgia dengan mengelilingi rumahnya, Rio pergi ke makam Ayah dan Ibunya. Sampai di makam Rio berdoa dan menaburi makan Ayah dan Ibunya dengan bunga.

__ADS_1


"Bu, Ayah. sekarang aku sadar betapa sangat sering aku merepotkanmu dengan segala kenakalan yang aku perbuat, terima kasih sudah menjadi orang tua terhebat untukku, aku sangat merindukan kalian."


Setelah mengunjungi rumah dan makam kedua orang tuanya, Rio bergegas menyusul istri dan anaknya ke Bali.


__ADS_2