ALINEA

ALINEA
Chapter 10 : Indonesia atau Jerman


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


Rio mengetuk pintu kamar hotel tempat istri dan anaknya menginap, tak lama Ana membukakan pintu kamarnya.


"Kenapa selarut ini apa pekerjaannya sebanyak itu?" tanya Ana khawatir.


"Tidak, aku tadi dari Jogja. Aku pergi ke makam Ayah dan Ibu untuk berziarah, aku sangat rindu dengan kedua orang tuaku"


"Loh kenapa tidak mengajakku sayang?" tanya Ana sambil memberikan segelas orange jus kepada suaminya.


"Maaf ya, nanti lain kali kita ke sana sama-sama"


"Ya sudah, tubggu sebentra ya aku siapin air hangat dulu untuk kamu mandi" Ana pergi ke kamar mandi meninggalkan suaminya.


Rio melangkah mendekati putrinya yang sedang tertidur, Rio mengelus kepalanya dan mengecup kepala putrinya.


"Have a nice dream baby" bisik Rio.


"Sayang air hangatnya sudah siap, kamu mandi dulu ya. Aku mau cek in satu kamar lagi untuk kita" ucap Ana.


"Tidak perlu sayang, kita tidur saja di sini bertiga. Besokkan kita pindah ke vila."


"Tapi kamu jangan minta yang aneh-aneh loh, ada Tyshia di sini" ancam Ana.


"Sedikit" ucap Rio sambil menatap istrinya dengan tatapan yang menggoda.


"Sayang" Ana membulatkan matanya, ia melotot kepada suaminya.


"Iya, iya aku cuma mau tidur dengan kalian, capek sekali badanku."


Seusai mandi Rio merebahkan tubuhnya di samping istrinya, kemudian memeluknya erat.


"Sayang, sempit tidak? aku minta extra bad ya" tanya Ana.


"Tidak perlu sayang, tidur yuk aku ngantuk sekali." Rio mengecup kepala Ana kemudian memejamkan matanya.


Rio, Ana dan Tyshia menikmati liburannya di Bali selama masa libur sekolah Tyshia. Begitu tiba waktunya untuk Tyshia kembali ke sekolah mereka pulang ke Jakarta menjalani rutinitas seperti biasa.


Sejak kejadian penangkapan kasus narkoba itu Tyshia berubah menjadi anak yang lebih manis, kejadian itu membuat Tyshia sangat trauma untuk membantah perkataan Ayahnya.


Tyshia melihat Ayah dan Bundanya sedang bersantai di pinggir kolam renang, ia ikut bergabung bersama Ayah dan Bundanya.


"You make me jealous" ucap Tyshia yang sedang melihat Bundanya bersandar di dada Ayahnya.


"Come here sweety" Rio menepuk pahanya meminta putrinya duduk di pangkuannya.

__ADS_1


"You're growing up now"


"Of course ayah, i'm at the last class of senior high school now."


"So, Where you want to continue up your education?" tanya Ana.


"Parson, The New School of Design. New York City" ucap Tyshia dengan mantap.


Ana dan Rio saling berpandangan, keduanya tak menyangka jika putrinya menginginkan untuk meneruskan pendidikannya di New york.


"New York?" tanya Rio.


"Yes, New York" jawab Tyshia meyakinkan Ayahnya jika ia ingin melanjutkan pendidikannya di New York


"Should't it be in Indonesia or Germany with mommy?" tanya Ana.


*Apa tidak sebaiknya di Indonesia atau di Jerman saja bersama mommy?


"But Parson, The New School of Design. New York City is the best school art in the world."


*Tapi Parson, The New School of Design. New York City salah satu sekolah seni terbaik di dunia, aku ingin sekolah di sana bunda.


"*Isn't ayah and bunda mind if I take major in fashion?"


"Sweety, we never mind if you take fashion major, but why must New York? Can't considered again?" Ucap rio.


*Ayah dan bunda tidak keberatan jika kamu mengambil jurusan fashion designer. Tapi harus banget di New York? apa tidak bisa kamu pertimbangkan lagi?


"Ok if ayah and bunda object it, what ayah dan bunda decided i follow." Tyshia beranjak dari pangkuan Ayahnya, Rio memegang tangan Tyshia untuk menahannya pergi.


*Ya sudah kalo ayah dan bunda keberatan, ayah dan bunda saja yang menentukan. aku akan mengikutinya.


"You are angry with me?" tanya Rio.


"No, I'm not Ayah"


"Give us a time to think about it." pinta Rio.


Tyshia menganggukan kepalanya, kemudian ia pergi ke kamarnya.


'Kenapa dia tidak marah saja, justru dengan dia seperti itu aku semakin tidak kuasa untuk menolak permintaannya' Rio menghela nafas panjangnya.


"Jika kamu minta pendapatku, maka jawaban TIDAK. Aku tidak mengijinkan Tyshia untuk melanjutkan pendidikannya di New York kecuali jika kamu mau aku tinggal di sini sendiri."


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Aku ikut Tyshia dan kamu tinggal di sini sendiri, tapi awas jika kamu macam-macam" ancam Ana.


"Bukankah kita dulu pernah LDR dan aku menjaga kesetiaanku"


"Itu sebelum kita menikah, selama belasan tahun kita menikah kita selalu bersama dan selama itu pula hampir tidak ada malam yang kamu lewatkan untuk meminta jatah"


"Ya wajar saja, aku kan suamimu."


"Iya memang tidak apa-apa, aku juga sama sekali tidak keberatan. Hanya saja jika aku ikut Tyshia ke New York, apa kamu bisa menahan dirimu untuk tidak macam-macam?"


"Aku tidak tertarik dengan wanita lain selain dirimu."


"Bukan itu maksud aku sayang, aku tahu sekali sifatmu sangat ke kanak-kanakan."


"Maksudmu?"


"Kamu akan ikut pindah melupakan semua tanggung jawabmu di kantor, benarkan?"


"Hahaha... kamu memang benar sayang, aku memang tidak bisa tanpamu apa lagi jika di tambah tanpa Tyshia. Aku ke ruang kerjaku dulu ya, aku ingin berfikir sejenak." Rio mencium pipi istrinya kemudian pergi meninggalkannya.


Lama Rio berfikir di ruang kerjanya, hingga Ana datang menghampirinya. Rio menyerahkan beberapa lembar peraturan untuk tyshia selama tyshia menempuh pendidikannya di New York.


"Maaf, kali ini aku tidak setuju dengan mu. Aku mengijinkannya untuk menempuh pendidikannya di New York dan kamu tetap tinggal di sini bersama ku." ucap Rio.


Ana menerima dan membacanya dengan teliti point demi point yang di huat oleh rio


"Peraturan ini akan di evaluasi tiap bulan, jika Tyshia melanggar. Aku akan mencabut izin untuk ia belajar di sana" ucap Rio.


"Ya sudah." Ana mengembalikan kertas tadi kepada suaminya.


"Kamu tidak ada argumen apa pun?" tanya Rio heran karena tadi istrinya sempat tak mengizinkan putrinya meneruskan pendidikannya ke New York.


"Kalo kamu sudah membuat keputusan, artinya kamu sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang termasuk semua konsekuensinya, jadi aku menghormati keputusanmu dan mensuport apa yang akan kamu lakukan" ucap Ana.


"Terima kasih ya, kita ke kamar Tyshia yuk" ajak Rio.


Rio memberikan kertas peraturan yang ia buat kepada tyshia, tyshia membacanya satu persatu. sekilas tidak ada yang aneh dari peraturan yang di buat oleh ayahnya, peraturan yang sama seperti peraturan yang ada di rumah. hanya saja peran ayahnya selaku pengawas utama tyshia berubah menjadi ART dan supirnya di sana.


"Ok, I'm agree." Tyshia mengambil pulpen di meja belajarnya, kemudian ia menandatanganinya dan memberikan kembali kertas tersebut ke ayahnya.


"We'll prepare everything, now prepare yourselft for the national exam. You won't go to New York if you don't pass the national exam." Ucap rio


*Kita akan menyiapkan semuanya, sekarang kamu fokuslah ke UNmu, kamu tidak akan ke New York jika kamu tidak lulus UN.


"Ok Ayah, Thanks"

__ADS_1


__ADS_2