
Enam Bulan Kemudian
Lagi dan lagi Alea kembali menorehkan prestasinya, diusianya yang baru saja genap delapan belas tahun Alea telah berhasil menyelesaikan studynya dengan nilai sempurna di setiap mata pelajaran yang di ujiankan.
Sehingga tidak sulit untuk Alea mendapatkan Two Teacher Evaluation dari sekolahnya sebagai salah satu persyaratan pendaftaran di Universitas Heidelberg.
Setelah semua dokumen persyaratan yang ia butuhkan lengkap dan ia membayar biaya pendaftaran, Alea melakukan pendaftaran secara online.
Dengan harap-harap cemas Alea menunggu kurang lebih hampir dua minggu, dan akhirnya Alea mendapatkan balasan email, ia berhasil lolos ke tahap selanjutnya yaitu tahap seleksi.
Tak hentinya ia mengucapkan rasa syukur karena tuhan telah mempermudah jalannya, ia pun langsung memprint balasan email tersebut untuk ia beritahukan kepada Ayahnya.
"Ayaaaaahhh....." Alea berteriak sambil berlari kebawah menghampiri Ayahnya yang tengah membuatkannya sarapan pagi.
"Ada apa sayang?" tanya Rangga panik, ia hampir saja menjatuhkan spatulanya karena mendengar teriakan putri semata wayangnya.
"Aku lolos Yah" Alea memberikan kertas tersebut kepada Ayahanya "Aku lolos masuk Universitas Heidelberg" Alea memeluk ayahnya dengan erat.
"Selamat ya sayang, anak Ayah sungguh luar biasa" Rangga membalas pelukan putrinya dan menciumi kepalanya "Ayah benar-benar bangga padamu sayang" ucap Rangga.
Ditengah rasa bahagiannya, Alea seperti mencium aroma-aroma gosong di dapurnya "Ayah omeletnya gosong" ucap Alea.
Rangga pun melepas pelukannya dan langsung kembali pada masakannya "Yah gosong, maaf ya" Rangga mematikan kompornya kemudian ia membuang makanan hangus tersebut.
"Sudah biar Lea saja yang membuatnya, Ayah bersiap saja ke kantor" ucap Alea, ia mengambil telur dan bahan-bahan lainnya dan bersiap untuk membuat sarapan paginya.
"Thanks ya Nak" Rangga mengelus lengan putrinya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi dari dapur.
Dengan hati riang, pagi itu Alea membuatkan omelet dengan banyak sayur dan daging cincang di dalamnya.
"Hmmmm, wangi sekali aromanya" Rangga yang sudah siap, kembali ke dapur untuk melihat masakan putrinya.
"Iya dong, ini special untuk Ayahku tercinta" Alea menyajikannya di piring kemudian membawanya ke meja makan di ikuti oleh Rangga dari belakang.
Sambil menikmati sarapan paginya, Alea dan Rangga bercengkrama dengan santai.
__ADS_1
"Yah, nanti malam aku boleh makan malam bersama Tristan?" tanya Alea "sekali ini saja Yah, sebelum kita berangkat ke Jerman" pinta Alea dengan wajah memelas.
Rangga berfikir sejenak, terkadang ia merasa jika dirinya agak sedikit jahat terhadap putrinya yang selalu melarangnya untuk keluar "Baiklah, tapi jam 21.30 sudah di rumah ya, dan hanya makan malam"
"Thank you Ayah" Alea tersenyum bahagia mendapatkan izin dari ayahnya untuk keluar makan malam bersama Tristan.
"Permisi Tuan, Non Alea" ucap asisten rumah tangga Rangga, menghentikan obrolan Rangga dengan putrinya.
"Ini tadi ada kurir mengantarkan undangan untuk Tuan dan Non Alea, dan juga ada untuk Tuan Rio dan Nyonya Ana"
"Terima kasih Bik" Rangga menerima dan membaca undangan tersebut, kemudian sang asisten kembali ke belakang untuk meneruskan kembali pekerjaannya.
"Siapa Yah?" tanya Alea Penasaran.
"Guru lesmu, Kak Nindy" jawab Rangga, ia memberikan undangan yang di pegangnya kepada putrinya "Minggu depan, kamu mau ikut ke Surabaya?" tanya Rangga.
"Tentu saja Yah" jawab Alea.
"Ya sudah Ayah berangkat ke kantor dulu ya" Rangga mencium kening putrinya kemudian ia keluar dari kediamannya.
"Jangan pulang malam-malam ya" ucap Rangga sambil tersenyum kepada Tristan.
"Baik Om, aku janji jam 21.30 aku sudah mengantar Alea pulang" ucap Tristan.
"Aku pergi dulu ya Yah" Alea mencium pipi kanan dan kiri Ayahnya. "Ayah percaya padamu" bisik Rangga di telinga putrinya.
"Iya Yah.. Bye" Alea melambaikan tangannya dan keluar dari kediamannya.
Lengang menyelimuti kediamannya setelah putrinya pergi bersama dengan Tristan, Tangga pun memutuskan untuk masuk ke ruang kerjanya.
Sementara itu Alea nampak menikmati kebersamaannya dengan Tristan, Tristan membuka atap mobilnya agar ia dan Alea bisa menikmati udara segar.
"Kamu ada ide kita mau makan di mana?" tanya Tristan.
__ADS_1
"Bagaimana jika di warung pecel lele pinggir jalan saja" ucap Alea.
"Hah? pecel lele? kamu yakin?" tanya Tristan seakan tak percaya dengan ucapan Alea.
"Jangan ah Lea, nanti aku di marahi oleh Ayahmu" tolak Tristan.
"Tenanglah, Ayahku tidak mungkin marah hanya karena aku makan di pinggir jalan"
"Tidak-tidak" Tristan sangat takut jika Rangga akan memarahinya jika mengetahui dirinya mengajak putri kesayangannya makan di pinggir jalan.
"Ayolah Tristan, sekali ini saja. Aku ingin sekali merasakan nikmatnya makan di pinggir jalan" pinta Alea dengan wajah memelas.
Melihat wajah cantik wanita yang amat ia sukai itu, membuat hati Tristan luluh, ia membawa Alea menuju salah satu pecel lele terenak yang pernah ia kunjungi bersama keluarganya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Lea sambalnya jangan banyak-banyak, nanti kamu bisa sakit perut" ucap Tristan sambil mengambil sebagian sambal dari piring Alea.
"Tapi ini sumpah enak banget Tristan" Alea makan dengan lahapnya, bahkan ia menghabiskan 2 porsi pecel lele dan tiga gelas es jeruk.
"Iya tapi jangan banyak-banyak sambalnya"
"Justru sambalnya yang bikin nagih" Alea mengambilnya kembali.
Tristan hanya bisa pasrah membiarkan Alea makan sepuasnya, sambil berharap jika gadis itu tidak sakit perut.
"Tristan aku lolos masuk Universitas Heidelberg, Jerman. Aku dan Ayahku akan tinggal di sana" ucap Alea.
"Jerman?" tanya Tristan.
"Hu'um" Alea menganggukan kepalanya sambil mengelap tangannya yang basah seusai makan.
"Lalu hubungan kita?" tanya Tristan.
"Di sana aku hanya kuliah Tristan, aku janji padamu setiap libur semester aku kan pulang dan setiap harinya aku akan selalu mengabarimu" Alea menyodorkan jari kelingkingnya di hadapan Tristan, Tristan pun menganggukan kepalanya dan melingkarkan jari kelingkingya di jari kelingking Alea.
"Aku ingin hubungan kita bisa seperti Ayah dan Ibuku, beredar di orbit masing-masing untuk mengejar mimpi-mimpi kita, kemudian bertemu kembali di versi terbaik" ucap Alea.
__ADS_1
"Iya Lea, aku setuju" ucap tristan.
Pukul 21.00 sesuai janjinya, Tristan kembali mengantar Alea pulang ke kediamannya.