ALINEA

ALINEA
Chapter 8 : Drugs Part 1


__ADS_3

Pagi itu Rio melihat kursi yang biasa di tempati oleh putrinya di meja makan terlihat kosong.


"Tyshia kemana sayang? apa dia masih marah kepadaku?" tanya Rio dangan nada sedih.


"Tyshia masih di kamarnya, dari tadi malam kamarnya di kunci jadi aku belum bicara dengannya. Hari ini aku tidak ikut ke kantor ya, aku mau ke toko kue, nanti agak siangan aku akan coba bicara dengannya" ucap Ana.


"Terima kasih ya sayang."


"Sama-sama sayang, ini buahnya" Ana memberikan paper bag yang berisi buah untuk suaminya.


"Aku berangkat ya" Rio memeluk, kemudian mencium kening serta bibir istrinya.


"Semua akan baik-baik saja, percayalah" Ana mengelus punggung suaminya, menghiburnya agar tidak bersedih atas sikap Tyshia.q


Sebelum berangkat ke toko kue, Ana mengetuk kamar putrinya. Namun masih saja tak ada jawaban dari dalam kamar Tyshia dan pintunya juga pintunya juga masih terkunci.


'Ya sudah nanti aku coba lagi sehabis dari toko kue' gumam Ana dalam hati.


Tyshia melihat dari jendela kamarnya jika bundanya sudah pergi dari rumah, ia mulai keluar kamar kemudian, ia mengendap-endap masuk ke ruang kerja ayahnya untuk mematikan CCTV ruang kerja ayahnya.


Setelah merasa aman, Tyshia membuka satu persatu lagi meja kerja ayahnya, ia mencari kunci cadangan pintu belakang rumahnya, begitu ia mendapatkan apa yang ia cari ia segera menyalakan kembali CCTVnya dan kembali ke kamarnya.


Selesai mandi dan mengganti pakaiannya Tyshia turun ke bawah untuk sarapan, ia memutuskan jika seharian ini ia akan menghabiskan waktunya menonton film di ruang bioskop mini yang ada di rumahnya.


Saat sedang asik menonton tiba-tiba Ana masuk ke dalam menyalakan lampu ruangan dan mematikan layar film.


"Tyshia,  I want to talk to you" ucap Ana dengan tegas.


"I don't want talking about Ayah"


"But he's your father, he very loves you"


"Ayah sly and evil. It was lucky nichole wasn't mad at me." Tyshia menatap tajam ke arah Ana kemudian ia pergi meninggalkan Ana.


"Tyshia, Tyshia, Tyshia.... Did you know that all night ayah couldn't sleep thinking about you?" Ana berlari mengejar putrinya


" It was him own fault" Bruuug..... Tyshia menutup dan mengunci pintu kamarnya


"OK FINE, KAMU BOLEH MARAH DENGAN AYAHMU TAPI SATU HAL YANG HARUS KAMU INGAT AYAHMU SANGAT MENYAYANGIMU" teriak Ana, agar putrinya bisa mendengar ucapannya. Ana berjalan gontai masuk ke dalam kamarnya, ia menangisi perubahan sikap putrinya.

__ADS_1


Suasana makan malam terasa hening karena Tyshia tidak ikut bergabung bersama orang tuanya.


"Tyshia masih marah ya denganku?" tanya Rio.


"Maaf ya aku belum bisa membujuknya, nanti akan aku coba lagi ya" ucap Ana sambil menggenggam erat tangan suaminya.


"Apa dia sudah makan?" tanya Rio, ia mencemaskan putrinya.


"Sudah tadi aku suruh bibik mengantarkan makan malam ke kamarnya."


Seusai makan malam Rio dan Ana masuk ke dalam kamarnya, Rio ingin memikirkan cara untuk membujuk anaknya agar mau memaafkannya.


Begitu mengetahui jika orang tuanya sudah masuk ke dalam kamar, Tyshia berjalan mengendap-endap pergi keluar dari rumahnya.


Tyshia terkejut saat ada ART yang memergokinya, ia pun langsung mengancam ARTnya untuk tidak mengadukan dirinya kepada kedua orang tuanya.


Saat sampai di pintu belakang rumahnya, Tyshia mengambil kunci cadangan yang ia ambil dari ruang kerja Ayahnya, di dalam tasnya.


Tyshia membuka pintu tersebut, setelah berhasil keluar dari rumahnya Tyshia melihat Nichole yang sudah menunggunya di ujung jalan rumahnya.


"Sorry for the long wait, I was waiting for ayah and bunda to enter the room" ucap Tyshia.


"Oke. Get on!!"


Malam itu Nichole membawa motor kawasaki ninja, baru kali ini Tyshia merasakan jalan-jalan dengan menggunakan motor bersama seorang pria yang ia sukai, rasanya seperti seekor burung yang terbang bebas, keluar dari sangkarnya.


Setelah berkeliling Nichole mengajak Tyshia ke sebuah cafe, tempatnya biasa nongkrong bersama dengan teman-temannya, Nichole memperkenalkan Tyshia dengan teman-temannya.


Tyshia yang humble dengan mudah berbaur dengan teman-teman Nichole, tak lama setelah itu tiba-tiba ada beberapa orang dari BNN (Badan Narkotika Nasional) datang menghampiri meja Tyshia dan teman-temannya.


Semua yang berada di meja tersebut di geledah termasuk Tyshia, alangkah terkejutnya Tyshia saat melihat beberapa teman Nichole kedapatan menyimpan sabu di dalam kantong baju maupun di dalam tas mereka.


Tyshia mulai panik dengan kondisi yang terjadi, hingga tiba giliran Tyshia yang di geledah. Dengan tangan yang gemetar Tyshia pun memberikan tasnya, wajah tyshia berubah menjadi pucat pasi dan kertingat dingin keluar dari tubuhnya saat di temukan sabu seberat 1gram berada dalam tas miliknya.


"Ti-tidak.. itu bukan punyaku" Tyshia menggeleng-gelengkan kepalanya.


Namun pihak BNN tak mau tahu, ia tetap membawa Tyshia, Nichole dan semua teman-teman Nichole ke kantor polisi untuk proses penyelidikan, saat Tyshia dan teman-temannya di bawa oleh polisi banyak pengunjung di sana yang memotret tyshia, sehingga berita penangkapan Tyshia dengan cepat tersebar luas di media sosial.


Drttt... Drttt... Drttt..

__ADS_1


"Sayang tolong angkat teleponku dong, aku lagi tanggung nih" ucap Ana ia sedang mengeringkan rambutnya usai bercinta dengan suaminya.


"Ia sayangku, terima kasih ya yang tadi, kamu sangat luar biasa bisa dalam sekejap merubah suasana hatiku" Rio mengecup kepala istrinya kemudian mengangkat telepon dari handphone istrinya.


Wajah Rio mendadak berubah begitu mendengar berita jika putrinya terjaring razia narkoba, ia langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar dari kamarnya.


"Sayang mau kemana?" tanya Ana bingung dan juga panik, ia berusaha untuk mengejar suaminya.


"Nanti aku kabarin" Rio berlari menuju garasi mobilnya.


Rio memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dalam perjalanan ia menelepon tim pengacara dan tim ITnya untuk membatunya menyelesikan masalah hukum putrinya.


Setelah selesai menghubungi pengacaranya, ia melihat ada panggilan masuk dari istrinya, ia pun langsung mengangkatnya.


"Mengapa kamu tidak mengajaku? Aku akan menyusul ke sana" ucap Ana dengan panik karena ia baru saja mendapatkan berita tersebut dari rekannya.


"Tunggulah di rumah, aku sudah menghubungi pengacara dan tim ITku mereka akan membantuku mengumpulkan bukti-bukti dengan cepat. Percayakan semuanya kepadaku." Rio mematikan teleponnya.


Tak lama kemudian ada panggilan masuk dari Lyra, ia pun menjawabnya.


"Mas, aku sudah dengar berita tetang tyshia, saat ini Mas Adit dan kuasa hukumnya sedang mencari bukti-bukti melalui CCTV yang terpasang di cafe tempat Tyshia dan kawan-kawannya berkumpul. Mas yang sabar ya, aku dan Mas Adit akan bantu Mas Rio"


"Terima kasih ya Dek, tolong temani Mba Ana di rumah." Rio menutup telepon dari adiknya.


Saat Rio samapai di kantor polisi sudah banyak wartawan yang mencari berita tersebut dan menunggu kedatangannya untuk meminta klarifikasi darinya, Rio menerobos masuk ke dalam kantor polisi.


"Maaf aku ingin melihat kondisi putriku dulu." Rio menolak wawancara dari para wartawan yang memberodonginya dengan banyak pertanyaan.


Begitu melihat kedatangan Ayahnya, Tyshia berhambur ke pelukan Ayahnya.


Ayah forgive me, I'm so scared ayah. Ayah believe me that i'm not innocent?" ucap Tyshia sambil menangis sesegukan di pelukan Ayahnya.


*Ayah maafkan aku, aku takut ayah. ayah percayakan jika aku tidak bersalah?


"Ayah believe you sweety, don't be afraid ayah always here for you." Rio mengelus punggung anaknya dengan lembut.


Polisi memberikan hasil tes urin dan sindik jari Tyshia kepada Rio, dari hasil urin tersebut tTshia di nyatakan negatif dan tidak ada sindik jari Tyshia di bungkus barang tersebut.


Namun tetap saja proses hukum terus berjalan karena adanya obat terlarang tersebut di dalam tas anaknya, sehingga Tyshia dan Rio masih harus berada di kantor polisi untuk proses penyidikan tahap selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2