ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 27


__ADS_3

Ana dan Rio menyambut kedatangan Alea dengan sangat senang, Ana memeluk Alea dengan sangat erat serta memberikan kecupan manis untuk cucu tersayangnya.


"How are you sweety? I'm really missing you" ucap Ana.


"I'm good Eyang, miss you too." Alea menyalami Kakek dan Neneknya secara bergantian.


"Eyang bagaimana kondisinya?" tanya Alea cemas.


"Eyang sudah tidak apa-apa sayang, ini sudah masa pemulihan dan sudah di perbolehkan pulang" ucap Rio.


"Aku sangat mengkhawatirkan Eyang" ucap Alea sambil memeluk Rio.


"Maaf ya membuat cucu eyang khawatir, tapi eyang sekarang sudah sembuh kok" Rio mengelus kepala cucunya dengan lembut. " Bagaimana sekolahnya?" tanya Rio mulai mengganti topik pembicaraan.


Dengan penuh semangat Alea menceritakan temtang sekolahnya, mulai dari kegiatannya hingga menceritakan teman-temannya.


Rangga tersenyum melihat putrinya kembali ceria "Bund, aku urus administrasi Ayah dulu ya" pamit Rangga meninggalkan ruang rawat inap ayahnya.

__ADS_1


Selesai Rangga mengurus administrasi kepulangan Ayahnya dari rumah sakit, Rangga membawa Ayah dan bundanya berserta putrinya ke hotel yang tak jauh dari rumah sakit.


"Malam ini kita menginap di sini dulu ya, besok pagi kita baru pulang ke Jakarta" ucap Rangga, ia mengantar kedua orang tuanya masuk ke dalam kamar hotel, kemudian mengantar putrinya, barulah ia masuk ke kamar hotel dirinya.


'Lelah sekali hari ini' Rangga merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hingga ia tertidur dengan lelap.



Keesokan harinya barulah Rangga membawa semuanya kembali pulang ke Jakarta.


Sesampainya di Jakarta seluruh keluarga besarnya telah menunggu kedatangan Rio di rumahnya, semuanya hadir untuk mendoakan kesembuhan Rio.


Di tengah keluarga yang sedang berkumpul dan bercengkrama, Edwar mengajak Rangga untuk keruang kerjanya Rangga.


"Bagaimana kemarin? Pak Setiadji mau menandatangi kontraknya?" tanya Edwar dengan penuh harapan.


"Belum" Rangga menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa ada yang salah dengan nilai kontraknya? aku sudah memberikan penawaran yang terbaik kepadanya." wajah Edwar mulai serius, ia mengingat-ingat mengenai isi lenawaran kerja sama yang telah ia buat bersama timnya.


"Sepertinya kita harus mencari cara lain untuk menyelesaikn masalah ini" ucap Rangga.


"Maksudmu cara lain apa? aku dan tim project sudah berusaha semaksimal mungkin dan respon mereka pun baik terhadap penawaran kita, apa presentasimu kurang baik?" tanya Edwar setengah menuduh Rangga jika Rangga tidak dapat mempresentasikan penawaran tersebut kepada Pak Setiadji.


"Pak Setiadji adalah Ayah kandung Nindy, beliau memintaku untuk menikahi Nindy" ucap Rangga.


"What???" tanya Edwar seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Rangga


"Nindy....? wanita yang waktu itu pernah menginap di sini?" Edwar mencoba mengingat-ingat, Rangga menganggukan kepalanya.


"Aku tidak mungkin menikahi wanita yang usianya terpaut jauh denganku, lagi pula aku tidak pernah punya niatan untuk menikah lagi. Jadi lebih baik kita mencari jalan lain saja."


Edwar menhela nafas beratnya, ia masih tak habis pikir jika masih ada orang tua yang menggunakan bisnis untuk perjodohan anaknya "bukankah itu sama halnya dengan menjual anaknya sendiri" ucap Edwar.


"Entah lah" Rangga enggan menanggapinya, yang pasti dia tidak akan melakukan hal bodoh tersebut kepada putri tercintanya, ia membebaskan Alea memilih pria yang di cintainya.

__ADS_1


Rangga dan Edwar kembali ke bawah berkumpul bersama keluarganya.


__ADS_2