ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 2


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya setelah sarapan pagi, Rangga mengantar putrinya ke sekolah


"Semangat ya sayang" ucap Rangga sambil menepikan kendaraannya di depan sekolah putrinya.


"Siap Ayah" Alea menyalami dan mencium kedua pipi ayahnya sebelum ia turun dari mobil ayahnya.


"Bye Ayah, love you" ucap Alea sambil melambaikan tangannya.


"Love you too sweety" Rangga pun melambaikan tangannya dan memastikan putrinya masuk ke dalam sekolahnya, barulah ia menutup kaca jendela mobilnya.


Sesuai dengan janjinya sebelum ke kantor Rangga menyempatkan diri untuk pergi mengunjungi makam Alinea, tidak lupa Rangga membeli buket bunga mawar putih kesukaan Alinea.


Rangga duduk di depan pusara istrinya, ia mendoakan serta mengungkapkan rasa rindunya kepadanya.


"Dear, day by day I enjoy missing you" ucap Rangga lirih.


Drrrt... Drrrt... Drrrt...

__ADS_1


Handphone di saku celana Rangga bergetar, ada satu panggilan masuk dari Edwar.


"Ngga loe di mana, sebentar lagi meeting mau di mulai. Bukankah hari jumat kemarin loe reschedule ke hari ini?" tanya Edwar.


"Iya, loe pimpin saja dulu meetingnya nanti gue nyusul" jawab Rangga dengan singkat, kemudian ia menutup teleponnya.


"Kakakmu sudah mencariku, aku pergi kerja dulu ya sayang, besok aku akan kembali lagi. love you honey" Rangga mencium dan mengelus nisan Alinea kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari tempat pemakaman.


Sebelum ke kantor Rangga menepikan mobilnya di restaurant, ia membeli makanan untuk rekan-rekannya di kantor dan juga untuk Alea dan teman-temannya di sekolah. Setelah ia membayar semua pesanannya, Rangga mengemudikan kendaraannya menuju kantornya.


Edwar yang melihat tingkah Rangga hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Rangga, perusahaan kita sedang dalam masalah serius. Kenapa loe justru datang terlambat dan membawa makanan sebanyak ini, sehingga mengganggu konsentrasi kita" bisik Edwar kesal.


" Sit down and relaks, okay?" Rangga tersenyum simpul ke arah Edwar.


"Good afternoon everyone, I'm sorry I'm late. In this meeting, I’d like to concentrate on marketing panner " Rangga mengambil alih dalam memimpin meeting tersebut, Rangga juga mengungkapkan beberapa gagasannya untuk masalah yang di bahas hari jum'at kemarin.

__ADS_1


Setelah presentasinya selesai, Rangga memerintahkan kepada semua staffnya yang hadir di meeting tersebut untuk menjalankan semua tugas yang barusan ia jelaskan.


"Rangga, loe yakin dengan rencana yang loe buat?" tanya Edwar.


"Yess" jawab Rangga singkat dan penuh dengan keyakinan.


"Loe taukan resikonya?"


"Yess, I know."


"You are crazy" Edwar menepuk bahu Rangga kemudian pergi meninggalkan Rangga.


Rangga tersenyum simpul, ia yakin jika sebenarnya Edwar sangat mempercayai idenya. Rangga pun kembali ke ruangannya untuk memeriksa laporan yang telah menumpuk di atas meja kerjanya.


Di tengah kesibukannya ia memandangi foto istrinya 'Cantik sekali kamu byy, tiap hari aku makin merindukanmu.Jika saatnya nanti kita bertemu di keabadian sana, akan aku ungkapkan jutaan kata rindu untukmu sayang' Rangga mengelus dan mencium foto Alinea.


Tiba-tiba saja Rangga memiliki ide untuk mengedit foto dengan menaruh foto Alea di tengah-tengah dirinya dan Alinea agar terlihat seperti foto keluarga yang utuh. Rangga pun langsung menghubungi staff ITnya untuk membantunya mengedit foto sesuai dengan keinginannya kemudian di cetak dalam ukuran yang besar untuk ia pajang di rumah dan juga di ruang kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2