
Selesai sarapan Rangga, Rio dan Ana ikut menghadiri acara pentas di sekolah Alea dalam menyambut hari ibu.
Alea bersama dengan tim baletnya berada di tengah-tengah panggung bersiap mempersembahkan tarian baletnya, sedangkan rangga berdiri di sisi samping panggung bersama ibu-ibu teman satu tim balet alea.
Meskipun Rangga hanya satu-satunya pria yang berdiri di sana, namun Rangga tidak merasa canggung atau pun malu, ia tetap memberikan support untuk putrinya.
Ana dan Rio yang duduk di kursi tamu undangan tak kuasa menahan harunya melihat pemandangan tersebut.
Alea dan timnya membuat lingkaran kemudian menarikan tarian fairy doll dengan menggemaskan, Alea berjinjit dengan ujung jari kaki sembari melakukan gerakan-gerakan balet.
Di akhir lagu Rangga dan ibu-ibu tim balet Alea berjalan mendekat ke arah anak-anak mereka, kemudian anak-anak berlari memeluk orang tua masing-masing.
Ana, Rio dan seluruh tamu undangan lainnya berdiri kemudian memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk anak-anak yang pentas.
Setelah tepuk tangan berakhir, MC mengambil alih acara tersebut. MC memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengucapkan selamat hari ibu kepada ibundanya masing-masing.
Setelah keempat temannya mengucapkan selamat hari ibu, tibalah giliran Alea mengucapkan selamat hari ibu, ia maju ke depan menggandeng tangan ayahnya.
"Ibu, Death has taken you to a beautiful place called heaven, we miss you mom." Alea memandang ke atas seolah Ibunya melihatnya dari atas.
Alea menangis sesegukan sambil memeluk pinggang ayahnya, Rangga berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putrinya kemudian memeluknya erat.
__ADS_1
"A-yah, I am so lucky to have you as my dad. Thanks for being so wonderful" ucap Alea dengan terbata-bata.
Rangga mengelus punggung Ales dengan lembut, kemudian mengusap air matanya dan mengecup kening Alea.
Semua yang hadir di ruangan tersebut tidak dapat menahan air matanya, seketika semua nya berdiri memberikan tepuk tangan untuk Alea dan Rangga sebagai bentuk dukungan kepada Rangga dan Alea.
Begitu acara selesai Ana memberikan buket bunga kepada Alea.
"That performance it was amazing, baby"
Rio menggendong Alea menuju parkiran mobil, Rio mengajak Alea, Ana dan juga Rangga makan siang di sebuah restoran mewah sebagai hadiah untuk Alea.
Memasuki waktu tidur siang Alea, mata Alea terlihat sayu, Rangga yang menyadari hal itu langsung mengajak Alea dan kedua mertuanya untuk kembali ke apartement.
Dengan lembut Ana mengelus bahu Rangga "Ngga, apa kamu tidak berniat menikah lagi? kami tidak keberatan jika kamu ingin menikah lagi?" tanya Ana dengan hati-hati.
"Aku tidak ada niatan untuk ke arah situ Bunda, di hatiku hanya ada Alinea. Aku tidak sanggup untuk menggantikannya dengan wanita lain" Rangga menundukan kepalanya, rasa rindu kepada Tyshia kembali muncul.
"Ngga kami sudah menganggapmu seperti anak kandung kami sendiri, apakah kamu menganggap hal yang demikian kepada kami?" tanya Rio.
Sejujurnya Rangga terkadang masih sedikit sungkan dengan Ana dan Rio, terlebih saat ini Tyshia sudah tidak ada.
__ADS_1
"Tinggallah bersama kami ya Nak, Bunda ingin kita menjadi keluarga yang utuh" pinta Ana.
Rangga terdiam, ia berfikir sejenak untuk menerima ajakan Ibu mertuanya.
"Ngga, Tyshia sudah tidak ada. Kami hanya punya kamu dan Alea, kami ingin sekali berkumpul bersama kalian" pinta Ana kembali.
"Baiklah Bunda, tapi aku harus menyelesaikan tanggung jawabku dulu di kampus dan mengurus butik milik Alinea"
Sejak kepergian istrinya Rangga mengambil alih kepengurusan butik milik istrinya, meskipun ia tak paham tentang fashion namun ia berusaha untuk mempelajarinya, ia ingin agar mimpi istrinya tetap hidup meski Alinea sudah tidak ada.
"Selesaikanlah, kami akan menunggumu" ucap Rio.
Tak lama kemudian Alea terbangun dari tidurnya, ia menghampiri ayahnya yang sedang mengobrol dengan kakek dan neneknya di ruang keluarga.
Alea sangat senang ketika Ana menyampaikan kabar jika Ayahnya akan mengajak dirinya untuk kembali dan menetap di Indonesia, namun Ana sedikit terkejut ketika Alea meminta untuk bersekolah di Sekolah Negeri.
"Okay, Jadi mulai sekarang pakai kita pakai bahasa Indonesia. Setuju?" Rangga mengulurkan tangannya kepada putrinya.
"But i'm not ready Ayah" protes Alea kepada ayahnya.
"Kamu bisa menggunakan ini untuk belajar" Rangga menyerahkan Ipadnya kepada putrinya.
__ADS_1
"Okay, I'm gonna try now" Alea menerimanya dan mulai mencoba beberapa kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia, Ana sangat gemas melihat cucunya yang terbata-bata dalam mengucapkan kata demi kata dalam bahasa Indonesia.