ALINEA

ALINEA
Chapter 57 : Maternity Shoot


__ADS_3

Tak terasa dua bulan sudah Rangga dan Edwar berkerja sama memimpin perusahaan Rio, perusahaan Rio berangsur-angsur membaik meskipun masih banyak PR yang harus Rangga dan Edwar kerjakaan tapi setidaknya Rangga dan Edwar berhasil menyelamatkan perusahaan Rio dari ambang kehancuran.


Kondisi kesehatan Rio juga sudah pulih seperti sedia kala dan tak lama setelah Rio kembali ke kediamannya, Rangga memutuskan untuk tinggal di rumah yang pernah Tyshia beli, Rangga dan Tyshia ingin menikmati tinggal di rumah yang pernah menjadi rumah impian mereka berdua.


Memasuki usia kandungan tujuh bulan Tyshia dan Rangga mulai menyiapkan perlengkapan untuk menyambut kehadiran calon buah hati mereka.


Rangga menyarankan Tyshia untuk berbelanja segala kebutuhan calon anaknya via online karena Rangga sendiri tidak memiliki waktu luang banyak untuk menemani istrinya berbelanja namun ia juga tidak ingin istrinya kecapekan.


"Byy kemarin kamu belanja banyak sekali, nanti yang membereskan Bik Maemunah saja ya, kamu tinggal bilang saja mau di letakan di mana" ucap Rangga.


"Iya sayang, kamu tidak perlu khawatir" Tyshia mengelus lengan Rangga.


"Byy setelah kondisi perusahaan Ayah membaik kita kembali lagi ke Jerman ya, aku mau mungurus butikku kembali" pinta Tyshia.


"Iya sayangku, tapi mungkin setelah kamu lahiran ya. Kita sekalian ajak Baby kita jalan-jalan ke Amsterdam"


"Amsterdam byy?" tanya Tyshia dengan excited.

__ADS_1


"Iya sayang, maaf ya babymoonnya tertunda" ucap Rangga.


"Tidak apa-apa sayang, aku justru berterima kasih kamu sudah bersedia membatu Ayah menyelamatkan perusahaannya"


"Orang tuamu adalah orang tuaku juga byy, kamu tidak perlu berterima kasih"


"Byy, bagaimana jika babymoonnya ke Jogja saja? aku ingin berkumpul bersama keluargamu" pinta Tyshia.


"Baiklah ratuku, nanti aku akan beritahu Ayah, Ayah dan Laura pasti senang mendengarnya, terutama Laura, ia juga sedang mengidam anak ke duanya" ucap Rangga.


"Iya Ayahku sayang" ucap Tyshia menirukan suara baby.


"Ah kamu Byy, membuatku tak sabar menimangnya saja, ya sudah ya aku pergi ya"


"Byy jangan lupa hari minggu foto maternity ya."


"Iya sayangku, Bye.." Rangga melambaikan tangannya sebelum ia masuk ke dalam mobil.

__ADS_1



Sesuai dengan jadwal yang Tyshia tentukan, mereka berdua melaksakan foto maternity, Tyshia mengambil tema hitam dan putih.


Awalnya Rangga tidak menyetujuinya karena Rangga menginkan warna yang cerah agar terkesan ceria, namun setelah Rangga melihat konsep yang dibuat istrinya justru Rangga di buat kagum dengan ide kreatif Tyshia.


Bukan hanya editannya yang black and white, tapi juga baju, make up dan properti semua serba hitam putih. Kesan yang muncul dari foto maternity hitam putih adalah seksi dan ada makna yang direnungkan dari momen kehamilan, bukan hanya sekadar glamor dan elegan. 


Keduanya tampil kece dan menawan di setiap posennya, hingga pose terakhir tiba-tiba perut Tyshia mengalami kontraksi.


"Byy kamu kenapa sayang?" tanya Rangga panik.


"Perutku sakit sayang" Tyshia merintih sambil memegang perutnya.


Tanpa berfikir panjang Rangga segera menggendong istrinya menuju mobilnya kemudian membawanya ke rumah sakit.


Dalam keadaan tegang dan panik, Rangga menelepon pihak rumah sakit tempat Tyshia memeriksakan kehamilannya selama tinggal di Indonesia, agar pihak rumah sakit bersiap, setelah itu Rangga juga menghubungi kedua orang tua Tyshia.

__ADS_1


__ADS_2