ALINEA

ALINEA
Chapter 50 : Menyampaikan Kabar Bahagia


__ADS_3

Tanpa menunggu waktu lama Tyshia pun langsung memberikan kabar tentang kehamilannya kepada kedua orang tuanya, tentu saja dua orang tuanya sangat senang mendengar kabar tersebut, ucapan selamat dan doa mengalir deras dari mulut kedua orang tuanya.


Bukan hanya menghubungi kedua orang tuanya saja, Tyshia juga menghubungi, Ayah mertuanya, Mommy Risty dan Kak Joe, kakak sepupu Tyshia yang berada di Australia. Baik Cakra, Mommy dan Kak Joe ketiganya juga merasa sangat senang mendengar berita kehamilan Tyshia, ketiganya banyak memberikan nasehat tentang kehamilan untuk Tyshia.


Tyshia nampak bimbang dan ragu saat ia hendak menghubungi Auntynya.


'Ah pasti Aunty akan tahu dari Bunda atau Ayah, sama halnya waktu berita masalah rahimku, Aunty mengetahunya dari Bunda, kemudian Aunty menceritakannya ke Stela' Tyshia mengurungkan niatnya, ia menaruh kembali handpohenya.



Pada trimester pertama kehamilannya, Tyshia hanya mau makan masakan suaminya saja, sehingga setiap pagi Rangga selalu membuatkan sarapan dan bekal makan siang untuk istrinya.


Dan setiap pagi Rangga hanya bisa melihat istrinya mengalami morning sickness, ia tidak bisa berbuat banyak karena Tyshia masih belum mau di sentuh oleh dirinya. padahal Rangga ingin sekali memijat punggung Tyshia untuk meredakan mualnya.


"Byy... aku pijat punggungnya ya sayang" Rangga memberikan minyak kayu putih kepada Tyshia.


"Keluar!!!" Tyshia mengusir Rangga dari kamar mandi.


"Byy aku tidak tega melihatmu seperti ini sayang" ucap Rangga memelas.


"Pergi Kak Rangga!!" usirnya sekali lagi.


"Baiklah" dengan wajah yang lesu, Rangga pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk Tyshia, begitu kembali ke kamar Rangga menaruh tehnya di atas meja kemudian Rangga memberikan beberapa lembar tissue kepada istrinya untuk menyeka sisa muntahan di mulutnya.

__ADS_1


"Byy biar aku saja yang membersihkan kamar mandinya, kamu minum saja teh hangat yang sudah aku letakan di atas meja" ucap Rangga.


"Terima kasih"


Setelah selesai membersihkan kamar mandi, Rangga kembali mendekat ke arah Tyshia.


"Bagaimana sudah enakan?" tanya Rangga.


Tyshia hanya menganggukan kapalanya, ia menghabiskan teh hangat yang di buat oleh suaminya.


"Kamar mandinya sudah bersih dan wangi, kamu mandi dan bersiap ya, aku tunggu di depan"


Sebelum Rangga keluar dari kamarnya, ia menyiapkan pakaian untuk Tyshia, kemudian ia sarapan sambil menunggu istrinya bersiap.


"Terima kasih" ucap Tyshia.


"Ya sudah yuk kita berangkat"


Sejak istrinya mengandung Rangga melarang Tyshia untuk membawa mobilnya sendiri, sehingga setiap pagi Rangga mengantar Tyshia ke boutique, jika Rangga pulang malam maka Tyshia akan pulang naik taxi atau di antar oleh stafnya.


Rangga sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan baru istrinya yang lebih memilih untuk duduk di bangku belakang dari pada duduk di sampinya, namun bagi Rangga yang terpenting istrinya aman dan nyaman.


"Byy, aku pulang malam ya. Pagi ini aku mau ke kampus, baru setelah itu aku ke kantor. Kamu makan saja apa yang bisa kamu makan ya, nanti sepulang kerja aku akan langsung masak untukmu" ucap Rangga sambil menepikan kendaraan di depan boutique istrinya.

__ADS_1


"Okay, bye" Tyshia keluar dari mobil suaminya, kemudian masuk ke dalam boutiquenya.


Setelah memastikan istrinya masuk ke dalam, Rangga baru melajukan kendaraannya menuju kampusnya.


Baru beberapa meter Rangga meninggalkan boutique istrinya, istrinya sudah mengiriminya pesan.


^^^Tyshia:^^^


^^^Byy, aku rindu sekali denganmu, aku ingin memelukmu sayang....^^^


Rangga:


Aku juga rindu sekali denganmu sayang.


^^^Tyshia:^^^


^^^Byy maafin aku ya, jika akhir-akhir ini aku judes, menyebalkan dan merepotkanmu.^^^


Rangga:


^^^Kamu tidak pernah menyebalkan dan merepotkanku sayang, aku sangat senang melakukannya untukmu dan untuk calon buah hati kita.^^^


'Mengapa jika jauh ia sangat lembut dan seperti sangat merindukanku, tapi tadi saat aku ada di hadpannya, melihat mukaku saja ia tidak mau?' gumam Rangga, tapi ia sangat memaklumi dengan perubahan sikap istrinya dan tidak membuat rasa cinta Rangga berkurang sedikit pun kepada istri ya yang ada justru ia semakin mencintai dan menyayangi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2