
Malam midodareni Rangga datang ke rumah Tyshia bersama dengan keluarga besarnya, dengan membawa banyak seserahan yang terdiri dari: Pakaian, sepatu, make up, tas, buah-buahan, kue dll.
Rangga nampak gagah dan tampan dengan busana adat jawa deskap landung atau surjan tanpa memakai atribut keris, kedatangan Rangga bersama keluarga besarnya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi.
Kedatangan mereka di sambut hangat oleh keluarga Rio dan Ana, sedangkan Tyshia sedang berada di kamarnya, ia nampak penasaran dengan penampilan calon suaminya.
"Kamu di sini saja ya sayang sebentar lagi akan ada saudara yang masuk untuk memberikan nasihat pernikahan, kamu belum boleh melihat Rangga dulu ya" ucap Lyra.
"Aunty, video call boleh?" pinta Tyshia.
"Tidak, lagi pula Rangga sedang mengikuti acara midodareni bagaimana bisa video call denganmu" ucap Lyra ke udian ia keluar dari kamar Tyshia, mempersilahkan keluarga Rangga yang wanita masuk ke dalam kamar Tyshia.
'Berisik sekali Kak Tyshia itu' gumam Stela sinis, ia semakin kesal melihat keakraban Tyshia dengan Laura (adik tiri Rangga) Stela memutuskan pergi ke bawah untuk menyaksikan acara midodareni, ia sangat terpesona dengan wajah tampan Rangga.
'Harusnya aku yang menikah dengan Mas Rangga, karena aku yang lebih dahulu kenal dengannya, mengapa Tyshia memang selalu lebih beruntung dariku?' gumamnya dalam hati.
Selesai malam midodaremi Rio dan Ana memberikan balasan seserahan berupa bingkisan yang berisi kancing gelung.
Sebelum Rangga dan keluargany pulang, Stela sempat bersalaman dengan Rangga dan berbisik "Selamat ya Mas Rangga, jika Lak Tyshia tidak bisa membahagiakanmu aku bersedia menggantikannya." Stela menatap Rangga dengan tatapan yang menggoda.
Rangga mengabaikan perkataan Stela, karena sebenarnya sudah sejak lama Rangga mengetahui jika Stela menyukainya, namun Rangga tidak memiliki perasaan apa pun terhadapnya.
Keesoakan harinya acara akad nikah di langsungkan, Rio sendiri yang menjadi wali nikah putri kandungnya.
...Ananda Rangga Raditya Pratama BIN Julio Pratama...
...Saya Nikahkan dan Saya Kawinkan Engkau dengan Putri Kandungku...
...Alinea Lateshia Darmanto...
...Dengan Maskawinnya Berupa Logam Mulia Seberat 50gram dan Seperangkat Alat Shalat Tunai....
...Saya Terima dan Kawinnya...
...Alinea Lateshia Darmanto...
...Dengan Maskawinnya Tersebut Dibayar Tunai....
Secara serentak para saksi mengatakan "sah... sah..." setelah itu pembacaan doan-doa pernikahan, kemudian MC mempersilahkan Tyshia untuk memasuki ruangan untuk penandatanganan buku nikah, Tyshia berjalan secara perlahan di dampingi oleh Bundanya di sebelah kanan dan Auntynya di sebelah kiri, Tyshia tersenyum ke arah Rangga.
Rangga tak hentinya menatap Tyshia yang sedang berjalan menuju ke arahnya, rangga nampak terpesona dengan penampilan Tyshia yang nampak anggun mengenakan kebaya putih.
Tyshia duduk di sebelah Rangga untuk melakukan penandatangannan buku nikah, kemudian Rangga memasangkan cincin berlian di jari manis Tyshia, Tyshia pun memasangkan cincin di jari Rangga, lalu Tyshia mencium tangan Rangga dan Rangga mencium kening Tyshia, Rangga menyerahkan maskawin kepada Tyshia.
Setelah selesai acara akad nikah, selanjutnya prosesi upacara panggih adat jawa. Tyshia dan Rangga nampak sangat menikmati seluruh rangkaian acara akad nikah dan acara adat, tak hentinya mereka menebarkan senyum kebahagiian, keduanya berbaur dengan keluarga besarnya menikmati hidangan.
Rangga menyuapi Tyshia sambil bercanda mesra dengannya, dari kejauhan Stela menatap Tyshia dengan sinis.
"Kamu pasti nanti akan mendapatkan pria yng jauh lebih baik dari Rangga" ucap Lyra kepada putrinya.
"Tapi aku sudah mencintai Mas Rangga sudah sejak dulu, waktu awal Mommy mengenalkannya kepadaku, ini tidak adil Mom." Stela pergi meninggalkan venue.
Selesai makan Rangga mengajak Tyshia menuju kamar untuk beristirahat sejenak sambil menunggu acara resepsi pernikahan yang akan di langsungkan pada malam harinya.
Sesampainya di kamar Tyshia di kejutkan dengan kedatangan kakak sepupunya Joe dan istrinya, sudah lama sekali Tyshia tidak berjumpa kakak sepupunya yang bernama Joe (Kakak sulung Edwar) karena Joe tinggal di Australia bersama dengan istrinya.
__ADS_1
"Congrats sweety." Joe memeluk Tyshia dengan hangat bergantian dengan istrinya.
Tak lama kemudian Ayah sambung Rangga dan adik-adiknya ikut bergabung mengobrol dengan Rangga dan Tyshia sambil menunggu waktu make up untuk acara resepsinya. Keduanya sangat menikmati moment kebersamaan kedua keluarga menyatu dengan hangat.
Malam harinya acara resepsi di langsungkan, Rangga dan Tyshia berjalan menuju pelaminan di iringi oleh keluarga dan beberapa orang bridesmaid. Semua mata tertuju pada Rangga dan Tyshia, keduanya tak hentinya menebarkan senyuman kebahagiaan.
Setelah Rangga dan Tyshia duduk di pelaminan barulah MC memulai acara, acara di mulai dengan pembukaan. Selanjutnya para tamu undangan yang hadir di persilahkan untuk memberikan ucapan selamat dan menyalami keduanya, lalu para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.
Tyshia membuat special performance untuk ayahnya di acara pernikahannya, ia memainkan piano dan menyanyikan lagu Ayah. Special performance tersebut atas permintaan Rangga karena Rangga ingin melihat hubungan Tyshia dengan Ayahnya benar-benar kembali seperti dahulu lagi.
...Engkaulah nafasku...
...Yang menjaga di dalam hidupku...
...Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik...
...Kau tak pernah lelah...
...Sebagai penopang dalam hidupku...
...Kau berikan aku semua yang terindah...
...Aku hanya memanggilmu ayah...
...Di saat ku kehilangan arah...
...Aku hanya mengingatmu ayah...
...Jika aku t'lah jauh darimu...
Sumber: Musixmatch
Lirik Ayah © Massive Music Entertainment, Pt. Mahakarya Ent. Nusantara
Di pertengahan lagu, Tyshia beranjak dari pianonya mendekat ke arah Ayahnya.
"If I had chance to choose my ayah, you would still be my first choice. You're the greatest father. I love you Ayah" ucap Tyshia.
Rio tak bisa menahan harunya, ia mencium dan memeluk putrinya dengan hangat.
"I love you too, baby" Rio menghapus air matanya yang tak terasa jatuh di pipinya, ia tak menyangka jika secepat ini putri kecilnya tumbuh besar dan telah di peristri oleh Rangga.
"I love you bunda" Tyshia beralih ke bundanya.
"Lovo you too honey." Ana pun mencium dan memeluk putrinya.
Rangga tersenyum mendekat ke arah istri dan mertuanya, kemudian rio memeluk sambil mengucapkan terima kasih kepada Rangga karena selalu mengingatkan tyshia untuk selalu menyanyangi dan menghormati kedua orang tuanya.
Rio juga sudah mengetahui jika Rangga juga lah yang mengingatkan Tyshia untuk mengenakan hijab saat Tyshia berada di New York.
Sebelum acara penutup para tamu undangan termasuk teman-teman Tyshia berfoto bersama di pelaminan, setelah semua rangkaian acara selelsai barulah MC menutup acara resepsi pernikahan Rangga dan Tyshia.
Setelah berpamitan kepada orang tua Tyshia dan juga ayah sambungnya, Rangga mengajak istrinya ke kamar, begitu keluar dari lift Rangga membopong tubuh Tyshia masuk ke dalam kamar pengantin.
Sesampainya di dalam kamar Rangga mendudukan Tyshia dia atas sofa, ia membantu istrinya untuk melepaskan baju pengantinnya menggantinya dengan handuk kimono, kemudian Tyshia mulai menghapus make upnya.
"Byy, kamu mandi duluan ya, jangan lupa wudhu kita jamaah" ucap Rangga.
__ADS_1
"Apa kamu tidak mau mandi bersamaku?" tanya Tyshia dengan tatapan menggoda.
Rangga tersenyum "Nanti saja, aku tidak ingin mengganggumu" Rangga pergi ke kamar adiknya untuk menumpang mandi.
"Hei mas, memangnya di kamarmu tidak ada kamar mandi?"
"Berisik sekali kamu Dek, Laura tidak ada kan?" tanya Rangga.
"Tidak mas, Laura sedang menginap di apartement Mamanya" jawab Rama.
Setelah selesai mandi Rangga kembali ke kamarnya, ia melihat jika istrinya belum juga selesai, dengan sabar ia menunggu Tyshia keluar dari kamar mandi, begitu Tyshia keluar kamar mandi Rangga mengajak Tyshia untuk shalat berjamaah dengannya.
Tyshia menganggukan kepalanya, ia memposisikan dirinya berdiri di belakang Rangga. Selesai shalat Rangga membacakan doa dan mencium kening Tyshia, Tyshia mencium tangan Rangga kemudian memeluknya.
"Byy kamu capek tidak?" tanya Rangga sambil merapihkan perlengkapan shalatnya.
Tyshia menggelengkan kepalanya, Tyshia duduk di atas tempat tidur bersama rangga saling bertatapan, perlahan rRangga mencium bibir Tyshia dengan lembut, Rangga berhenti sejenak.
"Aku masih tidak menyangka kita sudah menikah, tadinya aku pikir aku benar-benar sudah kehilanganmu. Terima kasih ya sudah bersedia menjadi istriku, bersedia menemani sisa usiaku" Rangga membelai lembut wajah Tyshia.
"Terima kasih juga sudah menjadi Imamku dan Ayah dari anak-anak kita" Tyshia tersenyum manis kepada Rangga.
Jantung Tyshia berdegup dengan kencang saat Rangga melepas kaos yang ia kenakan, ini adalah kali pertamanya Tyshia melihat tubuh atletis Rangga, Tyshia benar-benar terpesona di buatnya.
"Kamu kenapa byy?" tanya Rangga.
"Ah tidak apa-apa kok sayang." Tyshia menjadi salah tingkah di buatnya.
Rangga mendekat ke arah tyshia, ia membuka satu persatu pakaian di tubuh tyshia kemudian mencum*uinya dengan lembut, Rangga memanadangi tubuh polos istrinya.
"Byy malu, jangan seperti itu melihatnya" Tyshia menutup bagian sensitifnya dengan tangannya.
"Kemarin kan aku kan sudah pernah melihatnya" Rangga menyingkirkan tangan Tyshia kemudian mencum*ui bagian sensitif Tyshia.
"Arrgghhh.." Tyshia menggeliat kegelian sambil mengeluarkan erangan kecil.
Rangga tersenyum melihat istrinya menikmati cumbuannya, ia pun mulai membuka celananya.
"Oh my God." Tyshia menutup mulutnya, ia tampak kaget dan sedikit takut melihat bagian sensitif Rangga yang tampak berdiri kokoh.
"Sudah siap aku hamilin?" Goda Rangga.
Tyshia menganggukan kepalanya "Tapi pelan-pelan ya Byy." ucap Tyshia dengan wajah tegangnya.
"Iya sayang." Rangga mengecup kening Tyshia, kemudian secara perlahan ia memasukan bagian sensitifnyq ke dalam tubuh Tyshia.
"Aaaawww....." Tyshia menjerit kesakitan.
Rangga langsung mencium bibir Tyshia sambil terus memasukannya lebih dalam, Tyshia meremas seprai dengn sangat kencang menahan perih di bagian sensitifnya.
Setelah tubuhnya masuk dengan sempurna Rangga mulai menggerakannya secara perlahan, semakin lama Rangga menaikan ritmenya dengan cepat sehingga tangan Tyshia semakin kuat meremas seprainya hingga seprai di kasurnya terlepas.
Tak puas hanya dengan satu gaya, Rangga meminta Tyshia merubah posisinya, Rangga mengarahkan Tyshia pada posisi merangkak, sementara dirinya berlutut dan melakukan penetrasi dari belakang.
Beberapa saat kemudian bagian sensitif Rangga menyemburkan lahar hangatnya, ia mulai panik melihat bercak darah di atas tempat tidurnya, ia membawa Tyshia ke dalam kamar mandi dan membersihkannya.
"Maaf ya sayang, sakit banget ya?" wajah Rangga berubah menjadi sangat bersalah.
Tyshia merangku wajah suaminya"Tidak apa-apa sayang, hanya perih sedikit" ia membelainya dengan lembut.
__ADS_1
"Aku janji hanya sekali ini saja, nanti kapan-kapan laginya setelah hilang perihnya." Ucap rangga sambil mengecup kening Tyshia, Rangga merasa tidak tega dengan istrinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya dan juga Tyshia, Rangga membawa Tyshia kembali ke tempat tidur dan membawa Tyshia tidur di dalam dekapannya.