ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 67


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya kepada Alea akan membantu Tristan, Rangga mencari tahu dimana Tristan bekerja, begitu ia mendapat informasi nama perusahaan tempat Tristan bekerja Rangga pun langsung menghubungi pimpinan tertinggi perusahaan tersebut.


"Assalamualaikum Dek" ucap Rangga kepada adiknya, Laura.


Ya, Tristan bekerja di salah satu cabang baby spa milik adiknya, sebagai staff marketing.


"Walaikumsalam, ada apa Mas?" tanya Laura.


"Mas mau merekomendasikan seseorang yang bekerja di salah satu cabang tempat usahamu" ucap Rangga, ia menceritkan tentang latar belakan pendidikan Tristan dan prestasi-prestasi yang pernah di raihnya.


"Mas harap kamu memberikannya ksesempatan, untuknya berkembang. Mas yakin, Tristan tak akan mengecewakanmu" ucap Rangga.


"Okey Mas nanti akan aku panggil dia untuk menemuiku, aku ingin tahu secara langsung dan membuktikan ucapan Mas Rangga" ucap Laura.


"Terima kasih ya Dek, Assaalmualaikum"


"Sama-sama Mas, Walaikumsaalam" Laura menutup teleponnya.


'Aku yakin laura akan memberikan kesempatan Tristan untuk berkembang dan kondisi keuangan Tristan akan jauh lebih baik dari sekarang' gumam Rangga.


Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke Bandara untuk menyambut kedatangan keluarga Nathan.



Malam harinya Rangga di temani Ana dan Rio makan malam bersama keluarga Nathan sekaligus mengecek persiapan pesta pernikahan Alea dan Nathan.


Namun malam itu Nathan dan Alea tidak ikut serta dalam acara makan malam keluarganya karena mereka harus fitting baju pernikahan.


"Bagaimana bagus tidak?" tanya Alea saat ia sedang mencoba pakaian adat jawa yang akan ia kenakan pada saat akad nikahnya nanti.

__ADS_1


"Memakai apa pun kamu selalu terlihat catik sayang" ucap Nathan.


"Nathan kamu tampan sekali" puji Alea saat melihat Nathan mengenakan pakaian adat jawa (baju jawi jangkep), Nathan hanya tersenyum malu di puji oleh Alea.


Usai fitting pakaian pernikahan, Nathan mengajak Alea untuk melakukan pre-marital check up dan vaksinasi karena Nathan sangat mengutamakan kesehatan ia juga berkeinginan untuk segera memiliki keturunan.


Sebelum mengantar Alea pulang nathan mengajak Alea ke rumah baru mereka, saat hendak masuk ke dalam Nathan menutup mata Alea dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya membuka pintu.


Nathan menuntun Alea ke sebuah ruangan di lantai dua rumahnya, kemudian ia melepaskan tangannya yang menutup mata Alea dan meminta Alea untuk membuka matanya.


Alea pun menuruti perkataan Nathan, secara perlahan Alea membuka matanya. Dilihatnya sebuah kamar bayi yang telah di lengkapi furniture dan segala perlengkapan bayi.


"Aku ingin segera memiliki keturunan darimu sayang" Nathan mengelus lembut perut Alea, kemudian ia membuka sebuah laci dan mengambil susu untuk program kehamilan dan vitamin.


"Diminum ya sayang agar nanti ramimmu siap untuk aku buahi di malam pertama kita" ucap Nathan.


"Iya sayang" Alea menganggukan kepalanya.


Beberapa foto prewedding dan foto pertunangan mereka telah terpajang di ruang tamu dan ruang keluarga.


"Apa masih ada yang kurang?" tanya Nathan.


"Sudah cukup sayang, aku suka sekali dengan desain Interiornya" ucap Alea, kemudian ia membalikan tubuhnya menghadap Nathan.


"Thanks for everything honey , I can't wait to marry you" ucap Alea


"Aku juga sayang, tapi aku masih ada satu kejutan lagi untukmu" Nathan memberikan dua tiket bulan madu ke hawai.


"Benarkah kita akan ke hawai?" tanya Alea.

__ADS_1


"Iya sayang, kita akan bulan madu di Hawai selama satu minggu"


"Terima kasih sayang"


"Alea, boleh aku memelukmu?" tanya Nathan.


Alea menganggukan kapalanya, ia mempersilahkan Nathan untuk memeluk tubuhnya.


"Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu sayang" bisik Nathan memeluk Alea dengan Erat.


"Kamu tidak akan pernah kehilanganku sayang, aku akan menjadi milikmu dan kita akan menua bersama" Alea pun memeluk Nathan dengan erat.


Lama keduanya berpelukan, hingga akhirnya Nathan melepaskan pelukannya.


"Tiga hari lagi aku akan memelukmu sepanjang malam hingga rambut kita memutih" ucap Nathan.


Malam kian larut Nathan pun mengantar Alea pulang kerumahnya, sesampainya dirumah Alea, Nathan menyempatkan diri untuk mengobrol bersama calon mertuanya.


"Harusnya kalian ini sudah harus dipingit, tapi kalian masih sibuk bekerja, masih jalan berdua hingga larut malam" ucap Rangga.


"Iya Yah tadi kami habis fitting baju, lalu pre-marital check up dan vaksinasi, kemudian melihat rumah kami" terang Nathan.


"Bagaimana sudah beres semua?" tanya Rangga.


"Sudah Yah" jawab alea.


"Bagus kalo begitu, untuk persiapan acaranya juga sudah 100% siap tinggal menunggu hari H nya saja. Jadi mulai besok kalian istirahat tidak boleh bertemu sampai hari akad nikah tiba" ucap Rangga.


Alea dan Nathan saling menatap dan tersenyum.

__ADS_1


"Tidak boleh video call juga hingga akad nikah" ucap Rangga dengan tegas.


Usai membahas semua tentang acara penikahannya Nahan pun pamit pulang kepada Alea dan juga kedua orang tuanya.


__ADS_2