ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 4


__ADS_3

Pukul 19.00 malam Nindy tiba di kediaman Alea, Alea menyambut kedatangan Nindy dengan ramah.


"Silahkan masuk Miss Nindy" Alea mempersilahkan Nindy untuk masuk ke dalam rumahnya.


Begitu Nindy masuk ke kediaman Alea, ia melihat foto seorang wanita cantik terpajang di ruang tamu, foto tersebut berukuran sangat besar sehingga mencuri perhatian siapa pun masuk.


"Itu foto Almh.Ibuku, Miss Nindy" ucap Alea.


Nindy menganggukan kepalanya, mendengar kata almarhumah saja ia sudah mengerti sehingga ia tidak lagi menyanyakan atau membahasnya lebih lanjut, ia tak ingin membuat Alea bersedih.


"Panggil Kak Nindy saja ya, agar kita lebih akrab" pinta Nindy.


"Oke" Alea mengajak Nindy untuk langsung bergabung bersama ayahnya di meja makan.


Dari ruang makan yang terhubung langsung dengan dapur, Nindy dapat dengan jelas melihat Rangga yang tengah sibuk memasak, meski Rangga mengenakan apron di tubuhnya namun tak mengurangi sedikitpun ketampanan dan kharismanya.


Rangga cukup terkejut ketika melihat Nindy yang ternyata adalah wanita yang ia jumpai di parkiran siang tadi, ia melepas apronnya kemudian bergabung bersama dengan Nindy dan Alea sambil membawa dua piring spaghetti.


"Saya Rangga, Ayahnya Alea" Rangga mengukurkan tangannya ke arah Nindy.


"Nin-dy" ucap Nindy gugup sambil menerima jabatan tangan Rangga.


"Silahkan duduk Nindy" ucap Rangga, kemudian ia duduk di bangkunya.


Di belakang Rangga nampak asisten rumah tangga Rangga membawa satu piring spaghetti dan minuman untuk ketiganya.


"Silahkan di cicipi Nindy, semoga kamu suka" Rangga tersenyum kepada Nindy.


Nindy tersenyum malu-malu karena bersebelahan dengan Rangga.

__ADS_1


"Bagaimana tadi, tidak sulitkan mencari alamatnya?" tanya Rangga kepada Nindy, Rangga memulai percakapan untuk mencairkan suasana.


"Tidak kok Pak Rangga" jawab Nindy yang masih malu-malu.


Selama makan malam berlangsung, Rangga menanyakan tentang pendidikan yang sedang di tempuh oleh Nindy serta kegiatannya, Rangga hanya ingin memastikan jika putrinya di ajari oleh orang yang berkompeten.


Seusai makan malam, Alea mengajak Nindy ke kamarnya untuk mulai belajar. Sedangkan Rangga memilih untuk berolah raga di ruang gym yang berada tak jauh dari kamar putrinya, namun sebelum Rangga berolah raga, Rangga menyuruh asisten rumah tangganya membawakan snack dan minuman ke kamar putrinya.


Di tengah pelajaran berlangsung, tiba-tiba saja Nindy merasa ingin buang air kecil.


"Alea, di mana toiletnya? Aku ingin buang air kecil." tanya Nindy.


"Maaf Kak Nindy, toilet di kamarku sedang dalam perbaikan. Kakak pakai toilet yang di luar saja ya. Dari lift tadi, Kakak tinggal belok kanan saja" ucap Alea.


Nindy pun menganggukan kepalanya seolah mengerti dengan petunjuk yang di berikan oleh Alea, begitu keluar dari kamar Alea, Nindy nampak bingung harus kemana.


"Aduh tadi kanan apa kiri ya? kiri aja deh!!" Nindy nampak ragu melangkah, ia menoleh ke kanan dan ke kiri namun ia tidak menemuka toilet.


Ia justru menemukan ruangan yang terbuka, di dalam ruangan tersebut ia melihat Rangga sedang treadmill tanpa mengenakan kaos, dada bidangnya yang berkeringat membuat jantung Nindy berdegup kencang.


Merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya, seketika Rangga pun menoleh ke belakang. Nindy tanpak terkejut dan salah tingkah saat Rangga memergokinya.


"Nindy, kamu sedang apa?" Rangga berjalan mendekat ke arah Nindy sambil mengelap keringatnya dengan handuk yang berada di lehernya.


"A-aku sedang mencari toilet, Pak Rangga" jawab Nindy terbata-bata.


"Oh, ikut aku!!" Rangga menunjukan letak toilet di rumahnya.


"Terima kasih Pak Rangga" Nindy mengucapkan terima kasih kepada Rangga saat tiba di depan pintu toilet.

__ADS_1


Rangga hanya tersenyum kemudian kembali lagi ke ruang gym, melanjutkan olahraganya.


Tak terasa sudah pukul 21.00 waktunya untuk Nindy pulang, Rangga sudah menunggu nindy di ruang keluarga.


"Ayah, Kak Nindy mau pulang" ucap Alea.


"Kamu istirahatlah sayang, ayah ingin bicara dengan Nindy sebentar" Rangga mengelus kepala putrinya dengan lembut.


"Good night Ayah" Alea mencium dan memeluk ayahnya, kemudian pergi meninggalkan Nindy dan Ayahnya di ruang keluarga.


"Nindy, boleh saya tahu schedule les Alea hari apa saja?" tanya Rangga.


"Sama seperti jadwal les yang di berikan oleh miss Anne, Pak Rangga. Hari senin, rabu dan jum'at pukul 19.00 saya sudah tiba di sini"


"Oh ok, Lalu bagaimana dengan materi pembelajarannya?"


"Sama juga yang di berikan oleh Miss Anne bahan materi untuk OSN dan persiapan kenaikan kelas, saya hanya melanjutkan saja Pak Rangga"


"Baiklah kalau begitu, nanti akan saya pantau progresnya. Ini kartu nama saya, jangan lupa kamu kirimkan no rekeningmu biar nanti saya transfer untuk biaya lesnya" Rangga menyerahkan satu lembar kartu namanya dari dalam sakunya.


"Tapi Pak, saya sudah di gaji oleh tempat bimbel, tempat saya bekerja, lagi pula saya hanya menggantikan Miss Anne untuk sementara saja" ucap Nindi.


"Saya hanya ingin memberikanmu uang transport, sama seperti yang saya berikan kepada Miss Anne"


"Baiklah kalau begitu Pak Rangga, terima kasih. Permisi" Nindy menerima kartu nama Rangga kemudian berpamitan pulang.


Rangga pun mengantar Nindy sampai ke depan pintu rumahnya, ia melihat Nindy di jemput oleh pria yang tadi siang ia lihat. Lagi-lagi Rangga melihat Nindy memeluk pria tersebut bahkan sebelum Nindy naik ke atas motor, Nindy mengecup pipi kanan dan kiri pria itu.


Melihat hal itu timbul rasa khawatir di diri Rangga jika Nindy membawa pengaruh yang tidak baik untuk putrinya.

__ADS_1


__ADS_2