ALINEA

ALINEA
Chapter 62 : Kejutan Eyang


__ADS_3

Ting... Tong... Ting... Tong...


Suara bel apartemennya menghentikan Rangga memainkan pianonya, Rangga beranjak dari tempat duduknya kemudian membuka pintu apartementnya, Rangga sedikit terkejut dengan kedatangan kedua mertuanya.


"Ayah, Bunda mengapa tak mengabariku sebelumnya? jadi aku bisa menjemput Ayah dan Bunda di Bandara" Rangga mencium tangan Ana dan Rio secara bergantian, kemudian Rangga mempersilahkan kedua mertuanya masuk ke dalam apartementnya.


"Kami tidak ingin merepotkanmu Nak" ucap Ana.


"Dimana cucu cantikku? Apa ia sudah tidur?" tanya Rio.


"Di kamarnya yah, baru saja Alea tidur" jawab Rangga


"Ya sudah biar besok pagi saja, kita berikan kejutan untuknya" ucap Rio.


Ana memperhatikan mata Rangga yang sembab dan masih terdapat sisa air mata di sudut matanya.


"Ngga, apa kamu sedang ada masalah?" tanya Ana.


"Tidak ada Bunda, aku dan Alea baik-baik saja."


Ana tersenyum melihat Rangga yang berusaha menutupi kebohongannya.


"Kamu pasti merindukan Tyshia"

__ADS_1


Rangga menundukan kepalanya berusaha menahan tetesan air matanya kembali jatuh, meski sudah lima tahun berlalu Rangga masih saja bersedih ketika mendengar nama Tyshia.


"Kamu yang kuat ya Ngga, kami pun sangat merindukannya" Ana mengelus lengan Rangga dengan lembut, Rangga menganggukan kepalanya.


Kemudian Rangga mengantarkan kedua mertuanya ke kamar untuk beristirahat.


"Kamu juga istirahat ya Ngga, bukankah besok pagi kita kan akan menghadiri acara di sekolah Alea?" tanya Ana memastikan.


"Iya Bunda."


Setelah pamit, Rangga kembali ke kamar putrinya mendekap hangat putrinya yang tengah tertidur pulas.


Keesokan harinya saat Alea membuka matanya, ia melihat Ayahnya tidur disampingnya, Alea mengusap pipi ayahnya hingga Rangga terbangun dari tidurnya.


"Morning Ayah" Alea pun membalas kecupan Ayahnya kemudian memeluk Ayahnya.


"Honey I have a surprise for you." Rangga mengajak Alea keluar dari kamar, menemui kakek dan neneknya.


Begitu keluar dari kamarnya alea berhambur ke pelukan Ana yang tengah menyiapkan sarapan pagi, ana pun menyambut pelukan Alea dengan hangat.


"I miss you sweety" Ana mengecup kedua pipi chubby Alea


"I miss you too Eyang" Alea mencium pipi Ana.

__ADS_1


Mendengar suara Alea, Rio bergegas menghampiri Alea dengan membawa banyak mainan untuk Alea.


"Alea, I really miss you baby" Rio langsung menggendong dan menghujani pipi Alea dengan banyak ciuman.


Alea terfokus dengan bungkusan besar yang di bawa oleh kakeknya, ia pun menanyakan apakah itu untuk dirinya.


"Yes, of course baby" Rio menyerahkan semua mainan yang ia bawa khusus untuk Alea.


"Yeeeaaa..." Alea dengan semangat membuka satu persatu mainan yang di berikan oleh kakeknya, dari kejauhan Rangga memanggil Alea untuk bersiap-siap karena hari ini hari pertamanya Alea pentas di sekolahnya.


"Alea Shakira Pratama" Rangga memanggil Alea untuk ke tiga kalinya.


"Yes, Ayah" Di panggilan ke tiga Alea baru menyahut.


"Come on baby. It's already noon!!" ucap Rangga dengan tegas.


Alea menghentikan aktivitas bermainnya, kemudian menghampiri ayahnya untuk bersiap-siap ke sekolah.


Ana dan Rio saling memandang melihat Rangga yang sedikit tegas dalam mendidik putrinya.


"Ternyata Rangga sangat tegas dalam mendidik Alea" ucap Ana.


"Rangga memang orang yang sangat disiplin dan tegas, tapi dia sangat sayang dengan Alea, aku suka dengan caranya dalam mendidik Alea" ucap Rio.

__ADS_1


__ADS_2