
Sesuai janjinya, Rangga menemani putrinya dan teman-temannya belajar di kediamannya untuk persiapan OSN.
"Yah, tadi Kak Nindy menghubungiku. Katanya selama tiga hari ke depan ia tidak bisa mengajar karena sedang berada di Surabaya" ucap Alea.
"Ya sudah tidak apa-apa, kan ada Ayah. Ayah sudah meminta Uncle Edgar untuk mengurangi jadwal Ayah, jadi kamu tidak perlu khawatir" Rangga tersenyum ke arah putrinya yang duduk berbaris bersama teman-temannya.
"Gue mau kok Lea, tiap hari belajar di rumah loe, asalkan bokap loe yang ngajarin kita" bisik salah seorang teman Alea.
"Apaan sih loe!!" Alea melirik kesal kearah temannya "He is mine" ucapnya dengan tatapan tajam.
"Okay, sekarang materinya perhitungan Titrasi Asam Basa" Rangga menuliskannya di atas papan tulis.
"Sebelum masuk ke rumusnya ada yang tau dua jenis Titrasi Asam Basa?" tanya Rangga.
"Titrasi Alkalimetri dan Titrasi Asidimetri" jawab Alea dengan cepat.
"Good"
"Ingat ya rumusnya Ma x Va x na \= Mb x Vb x nb" ucap Rangga " Ma : konsentrasi asam, Mb : konsentrasi basa, na : jumlah valensi asam, nb : jumlah valensi basa, Va : volume asam, dan Vb : volume basa" terang Rangga.
"Kita langsung masuk ke soal yang ada di halaman 141 No. 2" Rangga berhenti sejenak memeberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membaca soal tersebut "Ada yang mau coba jawab" Rangga menyodorkan spidol yang di pegangnya.
"Aku" Tistan mengangkat tangannya kemudian ia beranjak dari tempat duduknya menghampiri Rangga.
__ADS_1
Sambil membawa buku paketnya untuk melihat soalnya Tristan maju ke depan.
"Perhatikan isi tabelnya, hasil titrasi larutan CH3COOH dengan larutan Ba(OH)2 0,1 M" ucap Rangga.
Tristan mulai menuliskan rumus, kemudian memasukan angka-angka tersebut kedalam rumus dan menghitungnya.
"Good Tristan" puji Rangga, ia mempersilahkan Tristan untuk duduk kembali.
"Jadi seperti itu perhitungannya, ada yang mau di tanyakan?" tanya Rangga.
Anak-anak menggelengkan kepalanya tanda mengerti dengan materi yang di sampaikan oleh Rangga.
Di tengah keseruannya mengajari Alea dan teman-temannya, Ana datang dengan membawakan minuman dan makanan untuk cucu dan teman-temannya.
"Untukmu" Ana memberikan segelas jus mangga untuk Rangga.
"Terima kasih ya Bunda"
'Nak, seandainya kamu masih ada, tentu kamu akan melihat suamimu merupakan sosok Ayah yang luar biasa' gumam Ana.
__ADS_1
"Sama-sama, Bunda masuk lagi ya mau menyiapkan makan malam untuk kalian" Ana berlalu meniggalkan Rangga dan Alea berserta teman-temannya yang sedang belajar.
Rangga kembali melanjutkan materinya, mereka semua belajar hingga pukul 20.30 malam, tentu dengan beberapa kali istirahat untuk makan malam dan Shalat. Semua teman-teman putrinya yang datang ke rumahnya, di wajibkan untuk mengikuti semua peraturan di rumah Rangga terutama Shalat tepat waktu bagi yang beragama Islam.
Alea dan Rangga mengantar teman-teman Alea hingga teras rumahnya, beberpa ada yang di jemput oleh orang tuanya dan ada juga yang di antar oleh supirnya ke kediaman mereka masing-masing, Rangga berusaha bertanggung jawab atas teman-teman putrinya yang datang ke rumahnya.
"Apa kamu tidak melihat jika Tristan sangat pintar dan tampan? sepertinya ia menyukaimu" goda Rangga kepada putrinya.
"Apaan sih Yah, aku tidak mau mikirin hal itu. Aku mau fokus OSN dan kenaikan kelas agar nilaiku bagus dan bisa di terima kuliah di Jerman seperti Ayah"
"Katanya mau mengambil kedokteran?"
"Iya tapi di Jerman ya Yah"
"Boleh, nanti Ayah temani"
"Benarkah?"
"Tentu saja sayang, Ayah akan selalu menemanimu sampai tugas Ayah selesai"
"Maksud Ayah?"
"Sampai kamu menikah nanti, ya sudah yuk kita istirahat besok kamu harus ke sekolah" Rangga memberikan kecupan manisnya di kening putrinya "Good night"
__ADS_1
"Good Night Ayah, love you"
"Love you too honey" Rangga mematikan lampu kamar putrinya kemudian ia keluar dari kamar Alea menuju ruang kerjanya, ia tersenyum ketika melihat project kerja sama dengan Pak Setiadjie mulai di jalankan.