ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 38


__ADS_3

Satu minggu menjelang ulangan kenaikan kelas Alea bersama teman-temannya termasuk Tristan belajar lebih giat. Tentu saja di temani oleh Nindy atau pun Rangga secara bergantian, sejak kontrak kerjasamanya dengan Pak Setiadji berjalan, kondisi perusahaan Rangga mulai berangsur membaik, bahkan akar permasalahan perusahaannya mulai menemui titik temu, ia sudah membawa kasus Pak Wijaya ke ranah hukum. Maka dari itulah Rangga mulai memiliki waktu senggang untuk terus menemani putrinya belajar dan bermain bersama teman-temannya termasuk Tristan.


"Bokap loe asik banget ya Lea" ucap Kara saat Rangga mengajak teman-teman putrinya bermain basket bersamanya.


Alea tersenyum, ia mengakui cara ayahnya mendidiknya memang berbeda dengan orang tua kebanyakan, ia menjadikan dirinya layaknya seorang sahabat sehingga membuat teman-temannya betah bermain di rumahnya di tambah kelengkapan fasilitas rumahnya yang hampir menyerupai hotel di mana mulai dari tempat Gym, bioskop mini, spa, ruang musik, karaoke hingga lapangan yang luas untuk bermain basket atau pun badminton.


"Makanya gue sering undang kalian kemari, soalnya gue enggak boleh keluar" ucap Alea.


"Buat apa keluar, rumah loe dah lengkap begini?"


Alea hanya tersenyum tak menanggapi ucapan Kara lagi, ia berlari menghampiri ayah dan teman-temannya yang tengah bermain bola basket.



Priittt...


Pukul 18.00 Rangga menghentikan permainan "Hanya hari ini saja, besok kalian belajar lagi karena sebentar lagi akan kenaikan kelas" ucap Rangga kepada Alea dan teman-temannya.

__ADS_1


"Baik Om" jawab Alea dan teman-temannya secar serentak.


Tristan berlari mendekat ke arah Rangga yang sudah berada di pinggir lapangan "Thanks ya Om tadi permainannya seru sekali" ucap Tristan.


"Liburan nanti mainlah kemari, Om pasti akan mengalahkanmu" ucap Rangga sambil tertawa.


"Siap Om, aku tunggu kemenangan Om"


"Tristan handuknya" Alea menyela di sela-sela obrolan ayahnya dengn Tristan.


"Thanks ya Lea" Tristan pun mengambil handuk tersebut kemudian ia mengelap keringat dengan handuk yang di berikan oleh Alea.


"Ya sudah kita ganti baju dulu, setelah itu kita maghrib bersama. Om tunggu di mushola" Rangga berlalu meninggalkan Alea dan teman-temannya untuk memberisihkan diri.


Rangga mengimami Alea dan teman-temannya, dengan rapih Alea dan teman-teman wanitanya berdiri di belakng teman-teman prianya. Mereka beribadah dengan khusyuk, setelah beribadah Rangga menyisipkan sedikit nasihat untuk Alea dan teman-temannya.


Rangga sangat senang bisa dekat dan berbaur dengan teman-teman Alea, menjadikan lingkungan pertemanan mereka menjadi sehat dan positif dibawah pengawasannya.

__ADS_1


"Om orang tuaku mengundang Om dan Alea untuk ke villa kami yang ada di Puncak, Om mau kan datang?" tanya Tristan saat mereka makan malam bersama.


Rangga melihat ke arah putrinya, Alea tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Tuh sudah di jawab oleh Alea, tapi apa hanya kita berdua?" tanya Rangga.


"Tidak kok Om semua teman-teman yang ada di sini juga termasuk Kak Nindy" ucap Tristan.


"Oh ya sudah besok kamu sampaikan saja langsung pada Kak Nindy"


"Baik Om" Tristan menghabiskan makan malamnya, setelah itu ia dan teman-temannya kembali pulangnke kediaman mereka masing-masing.



Keesokan harinya seperti biasanya Alea dan teman-temannya setelah pulang sekolah belajar bersama, kali ini mereka di ajar di oleh Rangga dan juga Nindy.


Di akhir sesi belajar mereka, Nindy menyampaikan jika dirinya tak bisa lagi mengajar karena akan fokus pada skripsinya, tentu saja berita tersebut membuat Alea dan teman-temannya merasa terkejut sekaligus sedih dengan berita tersebut pasalnya mereka sudah terlanjur nyaman belajar dengan Nindy.

__ADS_1


"Tapi kita masih bisa berteman kan Kak?" tanya Alea, ia sedih bukan hanya kehilangan orang yang akan mengajarinya belajar namun orang yang selama ini bermain bersama dirinya.


"Tentu saja Alea, saat senggang Kak Nindy akan kemari dan kita masih bisa Spa dan karaokean bersama" Nindy memeluk Alea dengan hangat.


__ADS_2